<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118</id><updated>2011-08-14T23:35:15.660+07:00</updated><title type='text'>PALAGA</title><subtitle type='html'>HAMENGKU RIMBANING BUMI OSING</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>55</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-6101219298862793461</id><published>2011-05-25T21:42:00.000+07:00</published><updated>2011-05-25T21:42:22.125+07:00</updated><title type='text'>Forum Palaga</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Ayo gabung kedalam forum khusus Anggota, Alumni PALAGA dan siapapun yang ingin berbagi pengalaman tentang pencinta alam dan tulis Undangan untuk para alumni di forum ini. Thank's&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.palaga.co.cc/"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Forum Palaga  &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-6101219298862793461?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/6101219298862793461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=6101219298862793461' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/6101219298862793461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/6101219298862793461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2011/05/forum-palaga.html' title='Forum Palaga'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-7296890159890941123</id><published>2010-11-16T20:32:00.000+07:00</published><updated>2010-11-16T20:32:51.206+07:00</updated><title type='text'>Materi Navigasi Darat DIKLATSAR XIX</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Navigasi adalah suatu teknik untuk menentukan kedudukan dan arah lintasan perjalanan secara tepat, atau navigasi adalah navigasi adalah suatu kegiatan mengontrol arah perjalanan baik di peta maupun di medan sebenarnya dengan tepat hingga sampai ke tujuan. Dalam arti yang lebih sempit, navigasi telah dikenal oleh bangsa-bangsa Aztec, Babylonia dan Bangsa Eskimo tua sejak 4500 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;Pada awalnya, istilah navigasi dipakai dalam pelayaran maupun penerbangan, namun dewasa ini telah umum dipakai dalam pengembaraan di gunung, rimba, sungai dan sebagainya. Orang yang bertanggung jawab dalam hal navigasi biasa disebut navigator.&lt;br /&gt;Untuk dapat melakukan perjalanan di alam bebas kita hanya dibantu oleh peta, kompas dan kemampuan berorientasi yaitu usaha memperkirakan / menentukan tempat kedudukan setepat mungkin dengan cara mengamati, mempelajari, mengenali keadaan sekitar selama perjalanan dilakukan.&lt;br /&gt;Menyadari betapa pentingnya ketiga hal diatas, maka timbul pepatah : “peta dan kompas serta kemampuan untuk menggunakannya merupakan tiket ke tempat manapun di alam bebas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;PETA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Peta adalah gambaran sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang diproyeksikan ke dalam bidang datar dengan metode dan perbandingan tertentu.&lt;br /&gt;Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960. Peta AMS biasanya berskala 1 : 50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1 : 50.000 atau 1 : 25.000 (dengan interval kontur 12,5 m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta berdasarkan isinya dibagi menjadi :&lt;br /&gt;1. Peta Umum; yaitu peta yang memuat kenampakan-kenampakan umum, baik kenampakan fisis maupun kenampakan sosial ekonomi. Peta jenis ini meliputi :&lt;br /&gt;a. Peta Topografi; yaitu peta yang berskala besar dan memuat keterangan yang umum.&lt;br /&gt;b. Peta Chorografi; yaitu peta yang berskala sedang yang menggambarkan daerah yang luas, negara atau benua.&lt;br /&gt;c. Peta Dunia; peta yang digambarkan dengan skala kecil dan meliputi seluruh dunia.&lt;br /&gt;2. Peta Khusus / Thematik; yaitu peta yang menggambarkan kenampakan-kenampakan yang khusus. Peta ini meliputi antara lain : peta militer, peta bintang, peta triangulasi, peta pariwisata, dll.&lt;br /&gt;Peta berdasarkan skalanya digolongkan menjadi :&lt;br /&gt;a. Peta Kadaster &lt;br /&gt;1 : 100 sampai 1 : 5.000&lt;br /&gt;b. Peta berskala besar&lt;br /&gt;1 : 5.000 sampai 1 : 250.000&lt;br /&gt;c. Peta berskala sedang&lt;br /&gt;1 : 250.000 sampai 1 : 500.000&lt;br /&gt;d. Peta berskala kecil&lt;br /&gt;1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000&lt;br /&gt;e. Peta Geografi&lt;br /&gt;1 : 1.000.000 ke atas&lt;br /&gt;Bagian-bagian Peta :&lt;br /&gt;1. Judul; menyatakan lokasi yang ditunjukkan oleh peta yang bersangkutan, biasanya terdapat diatas.&lt;br /&gt;2. Penerbit; menyatakan badan/lembaga yang menerbitkan/mengeluarkan peta.&lt;br /&gt;3. Nomor; sebagai nomor registrasi dari badan pembuat peta, juga berguna sebagai petunjuk bila kita memerlukan peta daerah lain di sekitar daerah yang terpetakan.&lt;br /&gt;4. Tahun; menyatakan waktu pembuatan peta, semakin baru tahun pembuatannya, maka data yang disajikan akan semakin akurat.&lt;br /&gt;5. Legenda; yaitu keterangan singkat mengenai simbol/tanda yang tercantum dalam sebuah peta, dibuat untuk memudahkan pembaca menganalisa peta.&lt;br /&gt;6. Skala/Kedar; yaitu perbandingan jarak antara dua titik tertentu pada peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Untuk menyatakan skala peta ada 3 cara yaitu :&lt;br /&gt;a. skala angka/fraksi&lt;br /&gt;1 : 50.000&lt;br /&gt;b. skala verbal/perkataan&lt;br /&gt;“satu sentimeter dibanding lima puluh ribu sentimeter”&lt;br /&gt;c. &lt;br /&gt;7. Koordinat ; yaitu kedudukan suatu titik di peta. Secara teori, koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain. Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu :&lt;br /&gt;a. Koordinat Geografis (Geographycal Coordinate)&lt;br /&gt;Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik.&lt;br /&gt;Pada peta Bakosurtanal, biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. Pada peta ini, satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3,7 cm. Pada peta skala 1 : 25.000, satu karvak sama dengan 30 detik (30”), dan pada peta skala 1 : 50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60”).&lt;br /&gt;Contoh : 114°34’10” BT atau 05°15’17” LS&lt;br /&gt;b. Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM)&lt;br /&gt;Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan.Untuk wilayah Indonesia, titik acuan berada disebelah barat Jakarta (06° LU, 98° BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan horizontal dari barat ke timur.&lt;br /&gt;Sistem koordinat grid mengenal penomoran 4 angka, 6 angka dan 8 angka. Pada peta AMS, biasanya menggunakan koordinat grid. Satu karvak sebanding dengan 2 cm. Karena itu untuk penentuan koordinat grid 4 angka, dapat langsung ditentukan. Penentuan koordinat grid 6 angka, satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi 10 bagian (per 1 mm).&lt;br /&gt;8. Kontur; yaitu garis khayal yang menghubungkan titik-titik yang berketinggian sama dari permukaan laut atau garis bayangan/imajinasi dari rangkaian titik-titik di lapangan yang mempunyai nilai ketinggian/elevasi yang sama.&lt;br /&gt;Karakteristik Garis Kontur Ketinggian :&lt;br /&gt;1. Garis kontur ketinggian yang lebih rendah selalu mengelilingi garis kontur yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;2. Garis kontur ketinggian tidak akan saling berpotongan dan tidak bercabang.&lt;br /&gt;3. Garis kontur ketinggian merupakan kurva tertutup sehingga tidak akan ada yang terputus.&lt;br /&gt;4. Garis kontur ketinggian pada daerah landai/datar akan tergambar renggang/berjauhan sebaliknya garis kontur di daerah curam/terjal akan tergambar rapat.&lt;br /&gt;5. Garis kontur ketinggian yang ujungnya melengkung keluar menjauhi puncak berbentuk “U” menggambarkan punggungan.&lt;br /&gt;6. Garis kontur ketinggian yang ujungnya melengkung kedalam mendekati puncak berbentuk “∩” menggambarkan lembah.&lt;br /&gt;7. Garis kontur ketinggian untuk daerah yang cekung digambarkan garis berbulu.&lt;br /&gt;8. Garis kontur ketinggian antara digambarkan dengan garis terputus-putus.&lt;br /&gt;9. Perbedaan ketinggian antara dua garis kontur yang berurutan (interval kontur) merupakan bilangan tetap.&lt;br /&gt;10. Interval kontur sama dengan skala peta dibagi 2000. Rumus ini tidak berlaku apabila peta tersebut telah di fotocopy perbesar atau perkecil. Jadi cara yang paling mudah mencari interval kontur adalah selisih antara dua indeks kontur yang berdekatan dibagi spasinya adalah harga interval kontur.&lt;br /&gt;KOMPAS&lt;br /&gt;Kompas adalah alat penunjuk arah. Kompas sendiri sudah dikenal sejak 900 tahun yang lalu terbukti dengan diketemukannya kompas kuno yang dipakai pejuang China sekitar tahun 1100 M.&lt;br /&gt;Karena sifat kemagnetannya maka jarum kompas selalu menunjukkan arah utara dan selatan (jika tidak dipengaruhi oleh adanya gaya-gaya magnet lainnya selain magnet bumi). Arah yang ditunjuk oleh jarum kompas adalah kutub utara magnetis bumi yang letaknya tidak bertepatan dengan kutub utara bumi, kira-kira disebelah utara Kanada, di jazirah Boothia sekitar 1400 mil atau sekitar 2250 km. Tapi unyuk keperluan praktis, utara peta, utara sebenarnya dan utara kompas/magnetis dianggap sama. &lt;br /&gt;Menurut kegunaan dan fungsinya kompas dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu :&lt;br /&gt;- Kompas Orientasi, yaitu jenis kompas yang digunakan untuk orientasi dalam suatu perjalanan (orientering). Contohnya kompas silva.&lt;br /&gt;- Kompas Bidik, yaitu kompas yang digunakan untuk membidik objek serta arah yang akan kita lalui. Contohnya Kompas Prisma.&lt;br /&gt;- Kompas Geologi, yaitu kompas yang digunakan untuk menentukan arah serta kemiringan dalam pekerjaan geologi. Contoh .Kompas Geologi.&lt;br /&gt;Bagian –bagian kompas antara lain :&lt;br /&gt;1. Badan/Body kompas yaitu tempat melekatnya komponen-komponen kompas.&lt;br /&gt;2. Jarum Kompas Selalu menunjuk arah utara-selatan pada posisi bagaimanapun (dengan syarat tidak dipengaruhi oleh medan magnet lain dan jarum tidak terhambat perputarannya.)&lt;br /&gt;3. Skala kompas, menunjukkan pembagian derajat sistem mata angin.&lt;br /&gt;Cara Penggunaan kompas :&lt;br /&gt;Penggunaan kompas pada prinsipnya yang paling penting diperhatikan adalah kompas harus horozontal, maka pembacaan skala peta melalui garis fisir, sedangkan pada kompas orienteering (misal kompas silva) yang paling penting diperhatikan adalah Utara Kompas harus sejajar dengan Utara peta.&lt;br /&gt;Faktor kesalahan pada sudut bacaan kompas&lt;br /&gt;Penyebab dari kesalahan ini antara lain :&lt;br /&gt;- Karena benturan dengan benda keras.&lt;br /&gt;-Cairan yang terdapat dalam tabung kompas membeku (pengaruh waktau atau cuaca), sehingga jarum atau piringan kompas tidak bergerak bebas.&lt;br /&gt;-Ada kesalahan indeks yaitu penunjuk indeks skala bacaan kompas tidak segaris lurus dengan garis penunjuk arah bacaan.&lt;br /&gt;-Garis penunjuk arah bacaan tidak segaris lurus dengan pisir/garis rambut pembidik objek.&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemakaian kompas yaitu :&lt;br /&gt;- Jauhkanlah dari benda-benda yang mengandung unsur logam seperti golo/parang, pisau, gunting, victorinoks, dll&lt;br /&gt;- Jauhkan dari benda-benda elektronik seperti : TV, jam tangan, walkman, dll.&lt;br /&gt;- Sesama kompas dilarang saling berdekatan !!!!&lt;br /&gt;TEKNIK PETA KOMPAS&lt;br /&gt;Sebelum masuk pada teknik peta kompas yang perlu duketahui adalah Azimuth dan Back azimuth. Azimuth adalah sudut antara sasaran terhadap kutub magnetik bumi (sudut kompas) sedangkan Back Azimuth adalh kebalikan dari Azimuth. Cara praktisnya sebagai berikut :&lt;br /&gt;Jika Azimuth &amp;lt; 180° maka Back Azimuthnya = Azimuth + 180° Jika Azimuth &amp;gt;180° maka Back Azimuthnya = Azimuth – 180°&lt;br /&gt;Orientasi Peta&lt;br /&gt;Orientasi Peta yaitu menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (menyamakan utara peta dengan utara kompas).&lt;br /&gt;Sebelum anda mulai orientasi peta, usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta. Hal ini dapat dilakukan dengan pencocokan nama puncak, sungai desa, dll. Jadi minimal anda tahu secara kasar posisi anda dimana. Orientasi peta ini hanya berfungsi untuk meyakinkan anda bahwa perkiraan posisi anda di peta adalah benar.&lt;br /&gt;Cara-cara orientasi peta antara lain :&lt;br /&gt;- Cari tempat terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok.&lt;br /&gt;- Letakkan peta pada medan datar.&lt;br /&gt;- Samakan utara peta dan utara kompas (peta yang diputar), dengan demikian letak peta akan sesuai dengan bentang alam yang akan dihadapi.&lt;br /&gt;- Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekeliling dan temukan tanda-tanda tersebut dalam peta. Lakukan untuk beberapa tanda medan.&lt;br /&gt;- Ingat tanda-tanda medan itu, bentuknya tempatnya di medan sebenarnya maupun di peta. Ingat hal-hal yang khas dari setiap benda medan (sifat-sifat garis kontur).&lt;br /&gt;Resection&lt;br /&gt;Resection adalah menetukan posisi kita di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Bila kita berada di tepi sungai, sepanjang jalan, atau sepanjang punggungan, maka hanya perlu mencari satu tanda medan yang lainnya yang dibidik.&lt;br /&gt;Langkah-langkah melakukan resection :&lt;br /&gt;1. Lakukan orientasi peta.&lt;br /&gt;2. Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta, minimal 2 buah.&lt;br /&gt;3. Dengan busur dan penggaris, buat salib sumbu pada tanda-tanda medan tersebut.&lt;br /&gt;4. Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan kompas bidik.&lt;br /&gt;5. Pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan.&lt;br /&gt;6. Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita di peta.&lt;br /&gt;Intersection&lt;br /&gt;Intersection adalah menentukan posisi suatu titik pada peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan tanpa harus ke tempat tersebut.&lt;br /&gt;Langkah-langkah melakukan Intersection adalah :&lt;br /&gt;1. Lakukan orientasi peta.&lt;br /&gt;2. Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta.&lt;br /&gt;3. Bidik obyek yang kita amati&lt;br /&gt;4. Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta&lt;br /&gt;5. Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. Lakukan langkah 1 – 3.&lt;br /&gt;6. Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan Arah Tanpa Kompas&lt;br /&gt;1. Dengan Tanda-Tanda Alam&lt;br /&gt;- Kuburan Islam Menghadap Utara&lt;br /&gt;- Mesjid menghadap kiblat, untuk Indonesia menghadap ke barat laut &lt;br /&gt;- Bagian pohon yang berlumut tebal menunjukkan arah timur, karena sinar matahari yang belum terik pada pagi hari.&lt;br /&gt;2. Dengan Jarum Jam Arloji&lt;br /&gt;Jika berada di daerah sebelah utara Khatulistiwa, jarum jam diarahkan ke matahari, garis pembagi sudut antara jarum kecil tersebut dengan angka 12 menunjukkan arah utara. Jika berada di daerah sebelah selatan khatulistiwa, caranya sama, hanya yang didapat adalah arah selatan.&lt;br /&gt;3. Dengan Perbintangan&lt;br /&gt;Perhatikan rasi bintang Crux (Bintang Salib atau Gubuk Penceng). Perpanjangan garis diagonal yang memotong horizon dari tempat kita adalah Selatan.&lt;br /&gt;Penampang Lintasan&lt;br /&gt;Penampang lintasan adalah penggambaran secara proposional bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping, dengan menggunakan garis kontur sebagai acuan. Sebagaimana kita ketahui bahwa peta topografi yang dua dimensi, dan sudut pandangnya dari atas, agak sulit bagi kita untuk membayangkannya bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya, terutama menyangkut ketinggian. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa, bagaimana kira-kira bentuk medan sebenarnya. Untuk memudahkan kita menggambarkan bentuk medan dari peta topografi yang ada, maka dibuatlah penampang lintasan&lt;br /&gt;Berapa manfaat penampang lintasan :&lt;br /&gt;1. Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan perjalanan&lt;br /&gt;2. Memudahkan kita untuk menggambarkan kondisi keterjalan dan kecuraman medan.&lt;br /&gt;3. Dapat mengetahui titik ketinggian dan jarak dari tanda medan tertentu.&lt;br /&gt;Untuk menyusun penampang lintasan biasanya menggunakan kertas milimeter block, guna menambah akurasi penerjemahan dari peta topografi ke penampang.&lt;br /&gt;Langkah-langkah membuat penampang lintasan :&lt;br /&gt;a. Siapkan peta yang sudah diplot, kertas milimeter blok, pensil mekanik/pensil biasa yang diruncing , penggaris dan penghapus&lt;br /&gt;b. Buatlah sumbu x, dan y. sumbu x mewakili jarak, dengan satuan rata-rata jarak dari lintasan yang anda buat. Misal meter atau kilometer. Sumbu y mewakili ketinggian, dengan satuan mdpl. Angkanya bisa dimulai dari titik terendah atau dibawahnya dan diakhiri titik tertinggi atau diatasnya.&lt;br /&gt;c. Tempatkan titik awal di sumbu x = 0 dan sumbu y sesuai dengan ketinggian titik tersebut. Lalu beda perubahan kontur berikutnya, buatlah satu titik lagi, dengan jarak dan ketinggian sesuai dengan perubahan kontur pada jalur yang akan anda buat. Demikian seterusnya hingga titik terakhir.&lt;br /&gt;d. Perubahan satu kontur diwakili oleh satu titik. Titik tersebut dihubungkan satu sama lainnya hingga membentuk penampang berupa garis menanjak, turun dan mendatar.&lt;br /&gt;e. Tambahkan keterangan pada tanda-tanda medan tertentu, misalkan nama-nama sungai, puncak, dan titik aktivitas anda (biasanya berupa titik bivak/camp dan titik istirahat), ataupun tanda medan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-7296890159890941123?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/7296890159890941123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=7296890159890941123' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/7296890159890941123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/7296890159890941123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2010/11/materi-navigasi-darat-diklatsar-xix.html' title='Materi Navigasi Darat DIKLATSAR XIX'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-8243159326536197755</id><published>2010-10-12T21:41:00.000+07:00</published><updated>2010-10-12T21:41:06.992+07:00</updated><title type='text'>Melestarikan Keanekaragaman Hayati Indonesia Dengan Teknologi Penginderaan Jauh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Keanekaragaman Hayati untuk Masa Depan”. Mungkin makna kalimat ini harus dipahami secara utuh oleh manusia karena disadari atau tidak, eksploitasi terhadap sumber-sumber daya hayati sering tidak terkontrol sehingga memberikan dampak negatif terhadap kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Keanekaragaman hayati yang dimaksud disini adalah keanekaragaman habitat dan ekosistem termasuk proses yang terjadi didalamnya. Keanekaragaman hayati tidak hanya diartikan sama dengan jumlah spesies pada suatu tempat saja akan tetapi lebih kompleks dibanding kekayaan spesies. Manusia memanfaatkan kekayaan alam yang ada tidak hanya untuk generasi sekarang saja tetapi juga bagaimana caranya agar potensi yang ada masih bisa dinikmati oleh generasi mendatang. Secara umum pemanfaatan keanekaragaman hayati masih berorientasi untuk mendapatkan keuntungan ekonomis yang sebesar-besarnya tanpa memperhatikan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan. Orasi ilmiah ini menguraikan pentingnya dukungan teknologi sebagai alat bantu dalam memonitor pemanfaatan sumber-sumber daya hayati yang berkelanjutan, disamping perangkat lainnya seperti kebijakan-kebijakan dan perangkat hukum. Teknologi yang dimaksud adalah teknologi penginderaan jauh, yaitu suatu teknologi yang dapat merekam dan menganalisa suatu obyek atau fenomena yang terjadi pada permukaan bumi dan atau di atas permukaan bumi. Dengan teknologi penginderaan jauh keberadaan sumber-sumber daya hayati dan kerusakan lingkungan akibat aktifitas manusia dapat diidentifikasi secara terus menerus dalam kurun waktu tertentu. Sebagai ilustrasi, kebakaran hutan Indonesia divisualisasikan dengan citra satelit. Ilustrasi ini diharapkan menjadi salah satu potret betapa pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia melalui pengelolaan sumber-sumber daya hayati yang sistematik dan efisien menggunakan teknologi penginderaan jauh. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA DALAM ERA GLOBALISASI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 18 ribuan pulau, bertempat tinggalnya flora dan fauna dari dua tipe yang berbeda asal-usulnya yaitu bagian barat (Indo-Malayan) dan bagian timur termasuk kawasan Pasifik dan Australia. Walaupun luas daratan hanya 1,3 % dari seluruh daratan bumi, tetapi Indonesia memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang unik dan menakjubkan. Sekitar 10% spesies berbunga, 12% spesies mamalia, 16% spesies reptil dan amphibia, 17% spesies burung serta 25% spesies ikan dunia yang dikenal manusia terdistribusi di perairan Indonesia (BSP-Kemala, 2000). Dengan panjang wilayah pesisir yang mencapai 81,000 kilometer atau sekitar 14% dari panjang pantai dunia, maka ekosistem kelautan Indonesia sangat kaya dan bervariasi. Hutan bakau Indonesia sangat luas dan memiliki jenis terumbu karang yang spektakuler di Asia. Perairan pesisir Indonesia menjadi sumber makanan bagi sejumlah besar mamalia laut, reptil, ikan dan burung-burung. Wilayah pesisir yang dangkal dengan terumbu karangnya dan hutan bakau melindungi wilayah ini dari dampak pasang laut dan tsunami. Secara tradisional terumbu karang menjadi sumber makanan yang sangat penting bagi masyarakat pesisir. Bagaimana dengan hutan tropis Indonesia ? Indonesia diperkirakan memiliki kawasan hutan tropis terbesar di Asia-Pasifik yaitu sekitar 1, 15 juta kilometer persegi dengan keanekaragaman jenis pohon yang paling beragam di dunia. Hutan tropis Indonesia kaya akan spesies palm (447 spesies, dimana 225 diantaranya tidak terdapat di bagian dunia lainnya), lebih dari 400 spesies dipterocarp yaitu jenis kayu yang bernilai sangat tinggi secara ekonomis di Asia Tenggara, dan tersebarnya sekitar 25,000 spesies tumbuhan berbunga (Albar, 1997). Karena begitu kayanya keanekaragaman hayati Indonesia, sehingga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara di dunia yang mempunyai jumlah keanekaragaman hayati terbesar. Untuk pulau Jawa saja, jumlah spesies setiap 10.000 km2 antara 2000 – 3000 spesies. Sedangkan Kalimantan dan Papua mencapai lebih dari 5000 spesies. Masih banyak keanekaragaman hayati Indonesia lainnya yang berpotensi dan berprospek secara ekonomis maupun keilmuan. Sejak Konvensi Keanekaragaman Hayati (KKH) di antara negara-negara di dunia pada pertemuan KTT Bumi tahun 1992 di Rio de Janeiro maka setiap negara mempunyai hak berdaulat untuk memanfaatkan sumber-sumber daya hayati sesuai dengan kebijakan pembangunan lingkungannya sendiri dan mempunyai tanggungjawab untuk menjamin bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam yuridiksinya tidak menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan negara lain atau kawasan di luar batas yuridiksi nasional. Dengan kata lain negara dapat memanfaatkan dan mengelola keanekaragaman hayati untuk kesejahteraan bangsanya sendiri. Pada dasarnya KKH berisi dua hal yaitu mengatur tentang International Environmental Law dan kewajiban yang harus dilakukan oleh negara peserta KKH (Kompas, 2000). Dalam KKH juga ada klausul tentang akses terhadap sumber daya hayati yaitu tentang perlunya perlindungan terhadap pengetahuan tradisional (indigenous knowledge) serta perlunya pembagian keuntungan yang wajar dalam pemanfaatan sumber daya hayati (equitable benefit). Jika dikaitkan dengan kebijaksanaan pembangunan secara menyeluruh maka suatu pembangunan harus mengandung tiga unsur utama yaitu ecological security, livelihood security dan food security (Soetrisno, 2002). Dalam perspektif keanekaragaman hayati, maka pemanfaatan sumber-sumber daya hayati harus dilakukan secara berkelanjutan. Akan tetapi banyak tindakan badan dunia seperti WTO (World Trade Organization) justeru mempengaruhi pemanfaatan sumber daya hayati itu sendiri khususnya di negara berkembang. Misal, kebijaksanaan tentang Trade Related Intellectual Property Right dan berbagai keputusan lain yang menyangkut keanekaragaman hayati. Antara lain merusak ketahanan ekologis karena mendorong terciptanya konsentrasi pemilikan sumber daya hayati dengan cara menghilangkan batasan pemilikan terhadap keanekaragaman hayati. Contoh yang lebih mudah dipahami misalkan untuk meningkatkan ekspor produk pertanian maka pemerintah akan membuka perkebunan-perkebunan besar seperti kelapa sawit, karet atau tanaman lain yang dapat diekspor. Keberadaan perkebunan besar juga akan mengubah aspek-aspek kebijakan pertanian yang sehat. Perkebunan besar akan menguasai lahan pertanian yang sangat luas yang hanya ditanami dengan satu jenis tanaman saja, sehingga melemahkan ketahanan keanekaragaman hayati wilayah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dalam era globalisasi ada kecendrungan segala bentuk pengelolaan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati diserahkan kepada ‘sistem’ dan ‘prosedur’ internasional seperti perdagangan bebas, pengakuan hak paten dan lain sebagainya. Hal ini perlu diperhatikan pemerintah Indonesia karena ‘sistem’ dan ‘prosedur’ tersebut belum tentu dapat mengakomodasi kontribusi nyata yang diberikan oleh masyarakat dalam mengelola dan melindungi keanekaragaman hayati di daerahnya masing-masing. Oleh sebab itu pemerintah Indonesia harus melakukan tindakan inisiatif yang tidak merugikan masyarakat lokal antara lain melalui pengajuan paten sesegera mungkin, sehingga tidak didahului oleh ‘sistem’ dan ‘prosedur’ internasional tersebut.  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-8243159326536197755?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/8243159326536197755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=8243159326536197755' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/8243159326536197755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/8243159326536197755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2010/10/melestarikan-keanekaragaman-hayati.html' title='Melestarikan Keanekaragaman Hayati Indonesia Dengan Teknologi Penginderaan Jauh'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-789974151654722103</id><published>2010-10-12T21:38:00.000+07:00</published><updated>2010-10-12T21:38:35.184+07:00</updated><title type='text'>Keanekaragaman hayati</title><content type='html'>Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (Bahasa Inggris: biodiversity) adalah suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta ekosistem&amp;nbsp; dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya. Dapat juga diartikan sebagai kondisi keanekaragaman bentuk kehidupan dalam ekosistem atau bioma tertentu. Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem biologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanekaragaman hayati tidak terdistribusi secara merata di bumi; wilayah tropis memiliki keanekaragaman hayati yang lebih kaya, dan jumlah keanekaragaman hayati terus menurun jika semakin jauh dari ekuator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanekaragaman hayati yang ditemukan di bumi adalah hasil dari  miliaran tahun proses &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi" title="Evolusi"&gt;evolusi&lt;/a&gt;. Asal muasal kehidupan belum diketahui  secara pasti dalam sains. Hingga sekitar 600 juta tahun yang lalu,  kehidupan di bumi hanya berupa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Archaea" title="Archaea"&gt;archaea&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri" title="Bakteri"&gt;bakteri&lt;/a&gt;,  &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protozoa" title="Protozoa"&gt;protozoa&lt;/a&gt;,  dan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Organisme_uniseluler&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Organisme uniseluler (halaman belum tersedia)"&gt;organisme  uniseluler&lt;/a&gt; lainnya sebelum &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Organisme_multiseluler&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Organisme multiseluler (halaman belum tersedia)"&gt;organisme  multiseluler&lt;/a&gt; muncul dan menyebabkan ledakan keanekaragaman hayati  yang begitu cepat, namun secara periodik dan eventual juga terjadi  kepunahan secara besar-besaran akibat aktivitas bumi, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iklim" title="Iklim"&gt;iklim&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Luar_angkasa" title="Luar angkasa"&gt;luar  angkasa&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="mw-headline" id="Jenis_keanekaragaman_hayati"&gt;Jenis  keanekaragaman hayati&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Keanekaragaman genetik (&lt;i&gt;genetic diversity&lt;/i&gt;); Jumlah total  informasi genetik yang terkandung di dalam individu tumbuhan, hewan dan  mikroorganisme yang mendiami bumi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keanekaragaman spesies (&lt;i&gt;species diversity&lt;/i&gt;); Keaneraragaman  organisme hidup di bumi (diperkirakan berjumlah 5 - 50 juta), hanya 1,4  juta yang baru dipelajari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keanekaragaman ekosistem (&lt;i&gt;ecosystem diversity&lt;/i&gt;);  Keanekaragaman habitat, komunitas biotik dan proses ekologi di &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Biosfer_atau_dunia_laut&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Biosfer atau dunia laut (halaman belum tersedia)"&gt;biosfer  atau dunia la&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-789974151654722103?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/789974151654722103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=789974151654722103' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/789974151654722103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/789974151654722103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2010/10/keanekaragaman-hayati.html' title='Keanekaragaman hayati'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-1134789776742466623</id><published>2010-05-05T21:16:00.000+07:00</published><updated>2010-05-05T21:16:00.608+07:00</updated><title type='text'>PERLENGKAPAN DAN PERBEKALAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peralatan yang baik akan sangat membantu kita dalam melakukan kegiatan alam terbuka dan kita akan dapat selalu dalam keadaan sehat untuk melakukan aktivitas karena kita melakukan kegiatan di alam bebas bukan untuk menyiksa diri. Prinsip dalam pemilihan peralatan yang akan kita bawa adalah sebagai berikut : semua barang yang kita butuhkan ada dalam tas kita dan tidak ada peralatan yang tidak kita butuhkan dalam tas kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Secara umum peralatan dapat kita bagi menjadi&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1. Peralatan dasar, yaitu peralatan yang  selalu kita perlukan setiap saat seperti pakaian, peralatan memasak dan  makan/minum peralatan MCK dan perlengkapan pribadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;2. Peralatan khusus, yaitu peralatan  yang dibutuhkan sesuai dengan medan perjalanan atau tujuan perjalanan  apakah untuk penelitian, dokumentasi, pemanjatan tebing dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3. Peralatan tambahan, yang bisa dibawa  atau tidak dan lebih kepada hal-hal kenyamanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;A. PERLENGKAPAN DASAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: 24.55pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam hal ini yang akan dibahas adalah  peralatan untuk medan gunung hutan. Memilih perlengkapan dasar, hal-hal  yang harus diperhatikan sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;1. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sepatu, sepatu  yang baik mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Terbuat dari bahan yang kuat (misal :  kulit) namun tidak menyakiti kaki pemakainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Melindungi kaki sampai mata kaki untuk  mencegah bahaya terkilir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Nyaman dipakai, karena itu pakailah  sepatu yang telah dikenal oleh kaki anda/bukan pinjaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Bentuk sol bawah dapat menggigit ke  segala arah agar pemakainya tidak mudah tergelincir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sepatu lapangan ABRI cukup baik dengan  beberapa modifikasi seperti memberi lubang dibagian sampingnya untuk  ventilasi udara dan mengeluarkan air yang terperangkap didalamnya dan  diberi alas tambahan sehingga lebih lunak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;           &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Beberapa  hal yang perlu diperhatikan adalah :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Untuk mencegah lecet, mungkin kita perlu  memberi plester pada bagian-bagian kaki yang bergesekan dengan sepatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Jagalah kebersihan kaki dan kaus kaki  dengan mengusahakan agar kita selalu memakai kaus kaki yang kering.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Jangan mengeringkan sepatu pada panas  yang ekstrim karena akan mengakibatkan sepatu menjadi kaku dan kulit  sepatu pecah-pecah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Rajin-rajinlah  menyemir sepatu agar kulit sepatu anda selalu dalam keadaan lembut  sehingga nyaman dipakai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Gunakanlah sepatu yang tidak terlalu  sempit atau lebih longgar (dengan memperhatikan kaos kaki yang  digunakan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;2. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kaus Kaki&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hal-hal  yang harus diperhatikan kaus kaki harus menyerap keringat. Adapun  kegunaannya sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Melindungi kulit kaki dari pergesekan  langsung dengan kulit sepatu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Menjaga agar telapak kaki tetap dapat  bernapas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menjaga  agar kaki tetap hangat pada daerah-daerah yang dingin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Celana  Lapangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hal-hal  yang harus diperhatikan untuk pemilihan celana lapangan sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Terbuat dari bahan katun yang lembut  namun kuat. Celana yang terbuat dari bahan jeans sangat tidak dianjurkan  karena bila basah akan menjadi sangat berat dan tidak mudah kering.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Celana yang baik mempunyai saku yang  cukup. Bila tidak ada sakunya maka tidak akan berguna namun bila terlalu  banyak saku akan sangat mengganggu. Saku celana sebaiknya mempunyai  penutup agar isi di dalamnya tidak mudah keluar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pilihlah celana yang memakai resleting  agar mengurangi kemungkinan lintah memasuki daerah terlarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;4. Baju Lapangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Prinsip  baju lapangan sama dengan celana lapangan yaitu terbuat dari bahan katun  atau wol. Sebaiknya baju lapangan yang digunakan berlengan panjang  karena akan berguna untuk melindungi dari sengatan matahari, duri  tanaman, atau udara dingin. Bawalah pakaian ganti/cadangan yang cukup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;5. Topi Lapangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hal-hal  yang harus diperhatikan untuk pemilihan celana lapangan sebagai berikut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Melindungi kepala dari kemungkinan  cedera akibat ranting/duri tumbuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Melindungi dari curahan hujan ataupun  panas matahari terutama kepala bagian belakang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Topi yang digunakan terbuat dari bahan  yang kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;6. Sarung  Tangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hal-hal  yang harus diperhatikan untuk pemilihan celana lapangan sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Bahan dasarnya sebaiknya berasal dari  kulit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bentuknya  disesuaikan dengan tangan dan tidak kaku yang akan menghalangi gerakan  tangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;7. Ikat  Pinggang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kegunaan  ikat pinggang selain agar celana tidak melorot juga untuk menaruh  benda-benda yang kita butuhkan dengan cepat seperti pisau pinggang, air  minum atau peralatan P3K. Pilihlah ikat pinggang yang kita gunakan harus  terbuat dari bahan yang kuat seperti kulit atau bahan lain yang kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;8. Ransel&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hal-hal  yang harus diperhatikan untuk pemilihan ransel sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ringan, ransel sejauh mungkin tidak  merupakan beban tambahan yang berlebihan. Selain itu ransel juga harus  terbuat dari bahan water proof&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kuat dan sesuai dengan kebutuhan dan  keadaan medan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Nyaman  dipakai dianjurkan ransel yang mempunyai kerangka agar berat beban  merata dan seimbang keseuruh tubuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Praktis, kantung-kantung tambahan serta  pembagian ruangan akan mengambil barang-barang tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;9. Peralatan Navigasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alat  navigasi terdiri dari kompas ,peta, busur derajat/protaktor,  pensil/bolpoin dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;10. Lampu Senter&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Lampu  senter harus disertakan dan baterai cadangan. Gunakan lampu senter  dungan kualitas cahaya yang baik, bentuknya ringkas dan tidak boros.  Bila sedang tidak digunakan, untuk mencegah agar senter tidak menyala  secara tidak sengaja, kita dapat mensiasati dengan membalik salah satu  baterai atau memberi isolasi pada salah satu kutub baterai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Untuk  penerangan malam hari dalam waktu yang lama kita dapat menggunakan  lilin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -21.8pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;11. Pisau&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Secara umum  pisau merupakan alat bantu bagi kita untuk keperluan menusuk, memotong,  menyayat, melempar dan yang penting sebagai alat bantu untuk membuat  api (memotong kayu tipis-tipis dan ranting).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Macam-macam  pisau :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pisau  bowie, kegunaannya untuk menusuk dan memotong tapi cukup memadai untuk  melempar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pisau  komando, pisau ini khusus untuk menusuk walupun cukup baik &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pisau lempar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: -21.8pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;12. Perlengkapan Tidur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Peralatan  tidur yang disarankan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sepasang pakaian tidur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kaus kaki tebal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sarung tangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Matras&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sleeping bag&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kupluk/Balaklava&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ponco&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;               &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; text-indent: -14.15pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;13. Perlengkapan Masak dan Makan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Peralatan  masak terdiri dari :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kompor lapangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Bahan baker&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tempat memasak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Wadah air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pematik/pembuat api&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sendok garpu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;             &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ada bermacam-macam kompor lapangan yang  tersedia dipasaran. Yang paling umum saat ini adalah kompor parafin dan  kompor gas. Sedangkan yang relatif baru adalah kompor dengan bahan bakar  spirtus. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kompor dengan bahan bakar parafin  ringkas bentuknya, namun tidak tahan pada badai angin kencang. Kompor  gas menghasilkan panas yang lebih baik dibanding kompor parafin namun  sangat riskan. Sering terjadi tabung gas meledak karena selang  tersumbat. Kompor dengan bahan bakar spirtus tidak terpengaruh oleh  angin dan panas yang dihasilkan lebih baik dibanding parafin dan gas.  Namun bahan bakar yang diperlukan mempunyai volume yang lebih besar dari  parafin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 1cm; text-align: justify; text-indent: 14.2pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pemantik api atau korek  api banyak macamnya, ada yang berbentuk batang, dengan bahan bakar gas  ataupun minyak. Kita harus selalu menjaga agar korek api kita dalam  keadaan kering. Caranya, untuk korek api dengan bahan bakar minyak atau  gas kita bungkus dengan kantung plastik agar batu pemantik tidak terkena  air. Sedangkan untuk korek api batang, kita dapat memindahkan / menukar  wadah korek dengan tabung film yang kedap air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;B. PERLENGKAPAN KHUSUS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Peralatan  khusus berkaitan dengan medan dan tujuan perjalanan. Bila akan  mengadakan kegiatan pendakian tebing harus membawa tali static dan  dinamic, harnes, dsb. Bila akan mengadakan arung sungai kita harus  membawa peralatan pengarungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;C. PERLENGKAPAN TAMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Perlengkapan  ini walaupun bukanlah hal yang teramat penting namun ada baiknya  dibawa, untuk lebih menambah kenyamanan perjalanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Putis, Pembalut betis terbuat dari katun  atau wol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Gaiter,  Melindungi kaki dari pacet, duri, dan mencegah sepatu kemasukan pasir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kelambu, Melindungi dari nyamuk dan  lebah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ikat leher,  second skin dan perlengkapan pribadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;D. PACKING&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kenyamanan  dalam membawa beban selain ditentukan oleh struktur ransel yang baik  juga dipengaruhi penyusunan barang saat mengemasnya. Yang perlu  diperhatikan antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kelompokkan  barang-barang sesuai dengan kebutuhan dan bungkus dengan kantong plastik  yang baik terutama pakaian ganti, peralatan navigasi, dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tempatkan  barang-barang yang lebih berat setinggi dan sedekat mungkin dengan  punggung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Barang yang setiap saat diperlukan  ditempatkan di atas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;E.  PERENCANAAN PERBEKALAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam perencanaan perjalanan,  perencanaan perbekalan merupakan salah satu yang mendapatkan perhatian  khusus. Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Cukup mengandung kalori dan mempunyai  komposisi gizi yang memadai, serta tidak asing di lidah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Terlindungi dari kerusakan, tahan lama  dan mudah dalam menanganinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sebaiknya makanan yang siap saji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ringan, mudah di dapat dan harga murah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-1134789776742466623?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/1134789776742466623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=1134789776742466623' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/1134789776742466623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/1134789776742466623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2010/05/perlengkapan-dan-perbekalan.html' title='PERLENGKAPAN DAN PERBEKALAN'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-2628454677643370743</id><published>2010-04-28T21:13:00.000+07:00</published><updated>2010-04-28T21:13:00.902+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam keadaan survival jiwa anda tergantung pada 4 hal yaitu : perlindungan dari cuaca (dingin, hujan, panas), makanan, air dan regu pencari. Juga dalam kegiatan operasi, seperti operasi SAR, pendakian dalam regu, pertolongan bencana alam, komunikasi memegang peranan penting dalam operasi tersebut. Kemampuan berkomunikasi dengan orang lain sangat vital untuk dikuasai dalam berkegiatan di alam terbuka. Hal ini akan sangat terasa apabila kita berada dalam kondisi survival dimana kita harus mampu memberikan isyarat untuk memberitahukan atau meminta pertolongan pada seorang yang mungkin dapat memberikan pertolongan pada kita. Dalam materi ini akan diterangkan beberapa cara berkomunikasi yang praktis yang akan berguna langsung dalam berkegiatan alam terbuka, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;• Cara lain  dalam keadaan darurat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1.  Semaphore&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Adalah  suatu isyarat dalam penyampaian berita dengan menggunakan sepasang  bendera semaphore. Untuk penyampaian jarak jauh, sejauh jarak tersebut  masih bisa ditangkap mata dengan baik. Namun pada masa-masa sekarang  sudah jarang dan hampir tidak pernah dipergunakan lagi, walaupun  kadang-kadang berguna untuk keadaan darurat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;2. Morse&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Adalah salah satu bentuk  isyarat komunikasi, berupa kode kombinasi suatu bentuk panjang dan  pendek yang mewakili semua huruf, angka dan tanda baca. Pada masa-masa  sekarang morse ini masih digunakan terutama untuk keadaan darurat  (emergency condition).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Alat yang biasa digunakan antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Peluit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Peluit ini biasa  digunakan bentuk isyarat dinyatakan dengan suara pendek dan suara  panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Cahaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Yang  terbaik adalah cahaya lampu senter yang ditutup dengan kain merah/jingga  supaya tidak menyilaukan mata. Harus dijaga supaya cahaya si pengirim  bisa dilihat dengan jelas oleh si penerima. Tanda dinyatakan dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Penyinaran  sekejap dan tanda-tanda dengan penyinaran panjang (lama).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Asap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Susah digunakan harus  dijaga agar jelas bisa terbaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Alat Telegraph (Elektronik)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Digunakan  secara luas pada waktu alat telegraph masih terpakai. Pernyataan tanda  sama dengan peluit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;3. Komunikasi Radio&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Komunikasi  radio pada masa kini sudah memegang peranan sangat penting. Secara luas,  radio dapat diartikan sebagai hubungan jarak jauh dengan menggunakan  peralatan ekektronik seperti SSB, walkie talkie, pesawat CB dan  jenis-jenis pemancar/penerima lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kegunaan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Secara umum sangatlah  banyak kegunaannya dari komunikasi radio yang pasti misalnya mengirimkan  berita dari tempat satu ke tempat lain secara cepat. Contohnya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Komunikasi radio yang dilakukan  pesawat-pesawat antariksa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Komunikasi antar regu pencari dan  pos-pos pada opersai SAR, ekspedisi, penjelajahan, dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Emergency, SOS dan lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Macam-Macam  Komunikasi radio&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Komunikasi  radio secara umum dapat dibagi atas 2 macam, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1.  Komunikasi searah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Komunikasi  searah tidaklah begitu mutlak diperlukan bagi siswa karena pada  komunikasi searah kita hanya dapat menerima berita saja tanpa dapat  mengirim atau mengirim berita saja tanpa dapat menerima. Misalnya kita  mendengarkan radio board-cast atau menjadi operatornya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;2. Komunikasi dua arah&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pengetahuan  komunikasi ini sengatlah penting. Misalnya komunikasi antar regu-regu  SAR. Untuk jarak jauh sekali biasanya digunakan pesawat jenis SSB atau  telegraph (kode morse/CW), sedangkan unutk jarak jauh menengah dan dekat  biasanya digunakan pesawat jenis FM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KOMUNIKASI KEADAAN DARURAT&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;a. Tanda  dengan Asap atau Api&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Adalah cara yang paling sederhana untuk  memberitahukan kedudukan dengan api yang besar dan terang sehingga mudah  terlihat pada malam hari atau asap yang tebal dan menggumpal pada siang  hari. Tetapi hindarkan jangan sampai membakar hutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;b. Cermin Survival&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Cermin survival adalah  sebuah cermin dua sisi yang berbentuk empat persegi panjang yang terbuat  dari logam yang mempunyai dua lubang, satu ditengah dan satu dipinggir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Cara  penggunaan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pegang  cermin kira-kira 10 cm didepan wajah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Intip objek yang dituju melewati lubang  tengah cermin sehingga sinar yang melewati lubang cermin jatuh diwajah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Usahakan kondisi ini terus berlangsung  dengan tetap mengintip objek yang dituju. Misalkan pesawat terbang atau  kapal laut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pada saat  itu objek akan menerima kilatan/pantulan sinar cermin tersebut. Pada  cuaca terang tanda ini dapat terlihat hingga jarak 15 kilometer. Apabila  cermin yang dimaksud tidak dapat digunakan potongan kaleng bekas  makanan seperti sarden atau kornet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;c. Kain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Digunakan untuk memberikan isyarat dari  darat ke udara, dapat dibuat dari kain putih, oranye, atau warna lain  yang mencolok, mudah terlihat dan dibentuk sedemikian rupa sehingga  memiliki arti yang telah disepakati bersama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;d. Isyarat Tubuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Merupakan teknik lain  komunikasi dari darat ke udara dengan gerakan-gerakan tubuh yang  mempunyai arti tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;e. Flare&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Digunakan khusus untuk operasi  penyelamatan di gunung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;JENIS KODE KEADAAN  DARURAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;SOS (diulang-ulang)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;SOS  merupakan singkatan Save Our Soul (Selamatkan jiwa kami), digunakan  untuk memberitahukan suatu keadaan darurat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;MAY DAY&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Biasanya istilah ini  dipergunakan pada penerbangan, untuk memberitahukan suatu keadaan  darurat/kecelakaan di udara atau di darat (setelah mendarat) dan segera  membutuhkan pertolongan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;SECURITY&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kode ini berarti akan  dilanjutkan pesan/berita mengenai keamanan, cuaca, atau bencana alam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;PAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kode ini berarti akan  dilanjutkan pesan/berita mengenai keadaan-keadaan darurat&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-2628454677643370743?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/2628454677643370743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=2628454677643370743' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/2628454677643370743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/2628454677643370743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2010/04/pendahuluan-dalam-keadaan-survival-jiwa.html' title=''/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-6960540672252648656</id><published>2010-04-23T21:07:00.000+07:00</published><updated>2010-04-23T21:07:00.587+07:00</updated><title type='text'>MOUNTAINEERING</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam yang bernilai sangat tinggi. Sumberdaya alam itu berupa lautan dengan kekayaanya ,hutan hutan tropis yang diakui sebagai paruparu dunia ,sungai -sungai , danau alami dan gunung-gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pecita alam kita dituntut untuk lebih mengetahui kondisi alam, hal tersebut selain untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap alam juga dapat memenuhi rasa keingin tahuan yang Sebagai mendorong rasa keberanian serta ketabahan dalam menghadapi tantangan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung adalah bagian alam yang mempunya keindahan dan keunikan. Gunung juga merupakan suber daya alam yang menyimpan banyak kekayaanyang bermanfaat bagi kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Untuk  megetahui lebih dalam tentang gunung kita bisa melakukan pendakian.  Dalam kepecinta alaman pendakian gunung disebut dengan MONTAINEERING.  Mountaineering merupakan suatu perjalanan mulai dari kaki gunung sampai  kepuncak gunung, dan kemudian turun dengan selamat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;MOUNTAINEERING&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Secara etimologi MOUNT  berasal dari bahasa inggris yang berarti gunung.&lt;br /&gt;Dalam kepecinta alaman mountaineering merupakan seluruh kegiatan  yang dilakukan digunung.kegiatan yang biasa dilakukan dalam  mountaineerin diantaranaya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;berjalan (hillwalking)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;memanjat tebing ( rock climbing)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;mendaki gunung ES (snowand ice  climbing).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Berjalan  (hill walking) merupakan kegiatan yang paling banyak dilakukan oleh  pendaki gunung khusus nya di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sebelum  melaksanakan mountaineering ( pendakian ) ada hal hal yang perlu kita  perhatikan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A. PERSIAPAN MENDAKI  GUNUNG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Adapun persiapan tang  perlu dilakukan antara lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;rencana ekspedisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;pengumpulan data tentang gunung yang  akan kita daki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;pemahaman  yang baik tentang peta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;menetapkan  manfaat dari pendakian tersebut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;persiapan diri bagi pendaki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Adapun  faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan suatu pendakian:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;faktor internal, merupakan faktor dari  diri si pendaki meliputi kesiapan fisik, mental pengetahuan, tehnik atau  kererampilan dan peralatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;faktor eksternal,merupakan faktor diluar  diri sipendaki meliputi badai, hujan, udara dingin dan kondisi alam  lainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Untuk itu pendaki harus mampu memilih  lintasan yang tepat serta harus pandai meyiasati kondisi alam. Selain  itu sebelum mendaki gunung terlebih dahulu hendaknya harus melengkapi  diri dengan keterampilan seperti: membaca dan memahami peta,membaca  kompas, teknik P3K dan perlengkapan yang memadai( logistik tenda,obat  obatan dan pakaian).sebelum kita melakukan pendakian sebaiknya harus  memberi tahu dahulu kepada masyarakat atau langsung kepada kepala desa  setempat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;B. PERLENGKAPAN MENDAKI  GUNUNG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Adapun perlengkapan yang  harus dibawa dan digunakan dalam mendaki gunung yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A).  PERLENGKAPAN DASAR&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1. Carel  atau Ransel&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Carel berguna untuk  meletakkan pakaian,logistik,obat-obatan dan peralatan mandi.&lt;br /&gt;Ada hal yang perlu kita ingat dalam penggunaan Carel. Hal tersebut  ialah kenyamanan Carel yang rangkanya sesuai dengan bentuk tulang  punggung kita.&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu dalam memilih Carel:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Ringan. Sebaiknya memilih Carel yang  terbuat dari bahan water proof, bahan ini&lt;br /&gt;tidak menyerap banyak air disaat basah dan juga dapat melindungi isi  nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kuat. Mampu  membawa beban dengan aman,tidak mudah robek dan berdaya tahan tingi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Nyaman (comfort table) Carel yang  mempunyai rangka, ini berguna agar berat beban merata dan seimbang  keseluruh tubuh. Tali penyadang Carel harus kuat, agak lebar, empuk dan  mudah distel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Cara-cara mempacking  ialah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tempatkanlah barang-barang yang lebih  berat setinggi dan sedekat mungkinkebadan. Barang barang yang relatif  lebih ringan ditempatkan dibagian bawah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kelompokan barang barang Barang barang  yang sering duperlukan dalam&lt;br /&gt;perjalanan ditempatkan pada bagian atas atau pada kantong kantong  luar Cerel&lt;br /&gt;seperti: ponco,alat P3K,kamera dan lain lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;dan masukan kedalam kantong pelastikyang  tidak tembus air terutama pakaian ,&lt;br /&gt;buku dll&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2. Tenda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mengenai tenda yang  harus diperhatikan adalah tenda yang dapat menahan hujan dan&lt;br /&gt;angin. Untuk mendirikan tanda usahakan di tempat yang datar  mendekati mata air jauh dari pohon – pohon yang kering dan menghadap  jalan .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3. Perlengkapan Masak  dan Makanan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alat – alat perlengkapan  masak yang di bawa harus praktis dan efisien seperti nesting, kompor  gas tabung . Sedangkan makanan yang dibawa harus makanan yang ringkas  dan mudah dimasak seperti mie, sarden, kornet, susu kaleng dan makanan  lain yang banyak mengandung hidrat arang atau makanan yang banyak  menghasilkan energi seperti coklat, gula merah dan madu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4. Pakaian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Karena sering terjadi  perubahan cuaca, maka sebaiknya menggunakan pakaian yang dapat menyerap  keringat, jangan lupa membawa jaket atau sweter, sarung tangan, topi  atau sebo yang berwarna norak, gunanya seandainya tersesat akan mudah  terlihat oleh TIM SAR.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dalam perjalanan mendaki gunung  sebaiknya mengenakan pakaian yang mudah kering atau tidak terlalu  menyerap air bila basah. Mengenai perlengkapan tidur sebaiknya  menggunakan Sleeping Bag (kantong tidur), bahan yang bagus adalah dari  jenis Down dan Duvet (terbuat dari bulu angsa) atau dari bahan parasut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;5. Sepatu  atau Sandal Gunung&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Gunanya untuk melindungi  kaki kita dari batu tejam, kayu runcing, gigitan binatang serta duri –  duri yang banyak kita temui selama perjalanan mendaki gunung tersebut.&lt;br /&gt;Adapun syarat – syarat sepatu yang baik yaitu sepatu yang mempunyai  kembang yang besar dengan ceruk yang dalam dan berpunggung yang tanggi,  gunanya untuk memantapkan posisi kaki terhadap tebing yang curam dan  bebatuan yang terjal. Sebaiknya menggunakan sepatu atau sandal yang  bahanya terbuat dari karet karena tidak mudah robek bila terkena duri  atau batu yang cadas dan memakai sepatu atau sandal yang berukuran lebih  besar untuk menghindari kelecetan pada kaki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;6. Jas  Hujan atau Ponco&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Gunanya apabila keadaan atau cuaca  disana tidak mendukung atau hujan kita&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; bisa menggunakan jas hujan atau ponco  tersebut untuk melindungi tubuh kita dari air&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt; hujan, sehingga kita tidak basah dan  kedinginan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;7. Lentera atau Senter&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Gunanya untuk  penerangan, apabila kita melakukan pendakian pada malam hari dan untuk  penerangan dalam tenda dimalam hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;8.  Peralatan P3K&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Peralatan ini sangat  penting untuk mengatasi keadaan yang tidak diduga seperti terkena duri,  sengatan binatang, digigit ular dan lain – lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Beberapa bahan atau  peralatan P3K yang harus dibawa antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Alkohol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Air bersih, Boor water, Povidone iodine  (obat untuk mencuci luka)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Paracetamol (obat untuk mengurangi rasa  nyeri)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Amoniak  atau Eau de cologne (bahan untuk menyadarkan) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Adapun  jenis alat yang harus tersedia antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pembalut cepat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pembalut gulung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pembalut segitiga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kapas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Plaster&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Kasa steril&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Gunting&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Pinset&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Jarum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;9. Perlengkapan untuk MCK meliputi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Haduk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sabun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Sikat gigi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Odol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Dan lain – lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;B). PERLENGKAPAN KHUSUS&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Perlengkapan khusus  adalah perlengkapan yang di sesuaikan dengan tujuan pendakian tersebut  seperti:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Perlengkapan  penelitian : kamera, buku – buku dan alat – alat tulis lainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Perlengkapan penyusuran sungai: perahu,  dayung, pelampung dan lain – lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Perlengkapan pendakian tebing: tali  karmantel, karbinel, chock, figure x dan lain- lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;C).  PERLENGKAPAN TAMBAHAN&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Perlengkapan  ini tidak harus dibawa seperti: walkmen, gitar dan lain – lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;C. CARA  MENDAKI GUNUNG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Cara mendaki gunungse  benarnya tidakada ketentuannya, terserah pada diri si pendaki sendiri,  yang penting harus berhati-hati dan tidak perlu terburu-buru. Apabila  kita melakukan pendakian gunung dengan TIM hendaknya pemimpin harus  memperhatikan angotanya baik fisik maupun non fisik,pemimpin harus  mengertijalur pendakian, sedangkan bilamedaki sendiri kita harus  mengerti jalur,pandai mengunakan kompas , membaca peta dan membawa  perlengkapan serta harus memberitahukan kepada penduduk atau kepala desa  setempat.yang paling penting dalam pendakianharuslah berjalan dengan  hati hati dan jangan takabur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;D. PENYAKIT DAN RESIKO  DALAM PENDAKIAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Penyakit yang sering  dialami di gunung oleh si pendaki biasanya disebabkan oleh  ketinggian,suhu dingin atau panas yang berlebihan dan kelelahan.  Penyakit tersebut antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1. Kedinginan  (HIPOTERMIA)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Penyakit hiportemia  iyalah panas tubuh lebih cepat dripada suhu tubuh yang menurun. Cara  mengatasinya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;gantikan  berikan pakaian kering yang hangat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;berikan panas dari luar (api unggun ,  selimut tebal)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;selimuti  korban dan gunakan sliping bag (kantong tidur)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;berikan makanan dan minuman yang hangat .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;jangan berikan balsem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;2. Kejang otot.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Adalah kekakuan tubuh  dan anggota tubuh untuk beberapa saat. Cara penanggulanganya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;renggangkan otot yang kejang .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;pijatlah otot yang kejang secara  berlahan .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;berikan  korban minum air garam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;kompreslah  otot yang kejang sebelum atau sesudah perenggangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3. Terkilir  atau keseleo.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Yaitu luka oleh karena  perengangan atau robekan jarigan ikat sendi (berselisihnya sendi atau  tulang). Cara penanggulanganya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;tinggikan daerah cidera .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;bersihkan dan beriobat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;balut dan istirahatkan .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4.  Kekurangan oksigen (hipokia)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Cara  penaggulanganya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;korban  jangan dikelilingi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;berikan  nafas bantuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;jangan  diberi air minum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Apabila kita hendak  melakukan kegiatan MOUNTAINEERING kitaharus membekali diri kita dengan  penetahuan yang cukup, kita bisa membaca buku, meminta petunjuk pada  orang yang mengetahui MOUNTAINEERING.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-6960540672252648656?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/6960540672252648656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=6960540672252648656' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/6960540672252648656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/6960540672252648656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2010/04/mountaineering.html' title='MOUNTAINEERING'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-2076048732558455330</id><published>2010-04-21T13:48:00.000+07:00</published><updated>2010-04-21T13:48:00.294+07:00</updated><title type='text'>ENERGI BIRU DARI KOTORAN TERNAK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahan organik dimasukkan ke dalam ruangan  tertutup kedap udara (disebut Digester) sehingga bakteri anaerob  akan    membusukkan  bahan  organik  tersebut yang   kemudian menghasilkan    gas (disebut Biogas). Biogas yang telah  terkumpul di dalam digester    selanjutnya dialirkan  melalui pipa   penyalur gas menuju tabung  penyimpan gas atau langsung ke lokasi penggunaannya.&lt;br /&gt;Komposisi gas yang terdapat di dalam Biogas dapat dilihat pada tabel  berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jenis Gas                                              Volume  (%)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Methana (CH4)                                            40 – 70&lt;br /&gt;Karbondioksida (CO2)           30 – 60&lt;br /&gt;Hidrogen (H2)                                                0 – 1&lt;br /&gt;Hidrogen Sulfida (H2S)          0 – 3&lt;span id="more-117"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nilai kalori dari 1 meter kubik Biogas sekitar 6.000 watt jam yang  setara dengan setengah liter minyak diesel. Oleh karena itu Biogas    sangat cocok  digunakan  sebagai  bahan bakar alternatif yang ramah  lingkungan pengganti  minyak  tanah, LPG, butana, batubara, maupun    bahan-bahan lain yang berasal&lt;br /&gt;dari fosil.Biogas  dapat  dipergunakan  dengan  cara  yang    sama   seperti  gas-gas mudah terbakar yang lain. Pembakaran biogas dilakukan  dengan mencampurnya dengan sebagian oksigen (O2). Namun demi-&lt;br /&gt;kian, untuk  mendapatkan  hasil  pembakaran  yang  optimal, perlu   dilakukan  pra  kondisi sebelum Biogas dibakar yaitu melalui proses  pemurnian/penyaringan karena Biogas   mengandung   beberapa&lt;br /&gt;gas lain yang tidak  menguntungkan. Sebagai  salah   satu contoh,  kandungan gas Hidrogen Sulfida yang tinggiyang terdapat  dalam Biogas   jika dicampur  dengan Oksigen dengan perbandingan 1:20, maka  akan  menghasilkan gas yang sangat mudah meledak. Tetapi sejauh ini belum  pernah dilapor-&lt;br /&gt;kan terjadinya ledakan pada sistem Biogas sederhana.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sumber:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Majalah Kampus Genta&lt;br /&gt;Edisi 117, Thn XXXIII /27 Maret 1998&lt;br /&gt;halaman 35-38&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-2076048732558455330?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/2076048732558455330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=2076048732558455330' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/2076048732558455330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/2076048732558455330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2010/04/energi-biru-dari-kotoran-ternak.html' title='ENERGI BIRU DARI KOTORAN TERNAK'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-9198954160675527807</id><published>2010-04-20T23:49:00.002+07:00</published><updated>2010-04-20T23:52:15.381+07:00</updated><title type='text'>Tumbuhan Survival</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aktivitas di alam terbuka sering memunculkan situasi darurat. Tersesat,  terhadang cuaca buruk, atau kehabisan bekal. Jangan panik, tumbuhan liar  hutan menyediakan aneka daun, buah, umbi, batang yang bisa dimakan,  asalkan kita mengenal ciri-cirinya.&lt;br /&gt;Arbei hutan (Rubus) rasanya  menggiurkan. Kalau Anda mengaku pencinta alam yang doyan menempuh rimba  atau mendaki gunung, pasti kenal dengan istilah survival, yaitu upaya  untuk bisa bertahan hidup di alam liar. Pengetahuan survival wajib  dikuasai oleh para petualang untuk menghadapi situasi darurat lantaran  kehilangan orientasi atau kehabisan bekal.Kiat hidup&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;darurat ini penting, soalnya alam kerap sulit diprediksi perilakunya,  walaupun sejak awal Anda telah mempersiapkan segala sesuatu secermat  mungkin. Misalnya peta lokasi, kompas, global positioning system (alat  untuk mengetahui posisi sesaat dengan bantuan satelit), alat komunikasi  (HT, HP), bekal, dan obat-obatan.Dengan pengetahuan survival yang andal,  Anda seperti mempunyai jurus pamungkas yang sewaktu-waktu bisa  dikeluarkan di saat posisi terjepit.  Sebagian dari ilmu survival itu  adalah pengetahuan tentang aneka tumbuhan liar yang layak dan aman untuk  dimakan.Menurut para ahli, 10% dari keseluruhan jenis tumbuhan berbunga  di dunia ada di Indonesia. Artinya kita memiliki kurang lebih 25.000  jenis tumbuhan berbunga. Jika ditambah dengan tumbuhan tak berbunga dan  jamur, maka jumlahnya akan berlipat-lipat. Dari keseluruhan jenis  tumbuhan itu ada yang beracun, ada yang bisa dimakan, dan ada yang  disarankan untuk dimakan.&lt;br /&gt;Tak beracun = dimakan satwaUntuk mengetahui  apakah suatu jenis tumbuhan di hutan aman atau tidak untuk dimakan, ada  beberapa kunci yang bisa dijadikan pegangan.Tumbuhan yang daun, bunga,  buah, atau umbinya biasa dimakan oleh satwa liar, adalah tumbuhan yang  tidak beracun. Jadi kita bisa mengkonsumsinya.  Sementara, tumbuhan yang  berbau tidak sedap dan bisa membuat pusing, serta tidak disentuh oleh  binatang liar, sebaiknya jangan disentuh. Juga tumbuhan bergetah yang  membikin kulit gatal, dianjurkan untuk dihindari.  Buah senggani  (Melastoma sp.) boleh dimakan.Tumbuhan lain yang perlu disingkirkan  adalah tanaman yang daunnya bergetah pekat, berwarna mencolok, berbulu,  atau permukaannya kasar. Tanaman dengan daun yang keras atau liat juga  jangan dikonsumsi. Jika mendapatkan tumbuhan kemaduh (Laportea  stimulans) waspadalah lantaran bulu pada daunnya membuat kulit gatal dan  panas.Sementara itu beberapa jenis tumbuhan yang mungkin ditemui di  hutan dan dapat dimakan meliputi beragam jenis. Di antaranya keluarga  palem-paleman, misalnya kelapa, kelapa sawit, sagu, nipah, aren, dan  siwalan. Bukan hanya bagian umbutnya (bagian ujung batang muda dan  berwarna putih) yang bisa dimakan, tapi juga buahnya (seperti kelapa dan  siwalan).Jenis jambu-jambuan yang masuk dalam keluarga Myrtaceae juga  banyak dijumpai di hutan. Ciri-ciri Myrtaceae adalah daunnya berbau agak  manis jika diremas.  Bunganya memiliki banyak sekali benang sari dengan  buah yang enak dimakan.Tumbuhan semak dari keluarga begonia juga bisa  jadi penyelamat dalam keadaan darurat. Daun begonia umumnya berbentuk  jantung tidak simetris. Beberapa jenis dijadikan tanaman hias. Bila  tangkai daunnya yang masih muda dikupas dan dimakan, rasanya masam dan  sedikit pahit.Beberapa jenis keladi umbinya bisa dimakan, meski pada  jenis lain umbinya menyebabkan gatal di mulut dan bibir. Untuk itu  dianjurkan untuk tidak sembarangan melahap keladi hutan. Sebaiknya  dicoba dulu dalam jumlah kecil.  Hindari makan iles-iles (Amorphophallus  sp.)Tumbuhan merambat dan melilit di pohon lain, bisa dimakan jika  lilitan batang ke arah kanan (searah dengan jarum jam). Di antaranya  gembili (Dioscorea aculeata), gembolo (Dioscorea bulbifera), ubi rambat.  Tapi bila arah lilitannya ke kiri (berlawanan arah jarum jam) dan  batangnya berduri, harus ekstrahati-hati. Jenis yang kedua ini misalnya  gadung (Dioscorea hispida), yang beracun, walau tetap dapat dimakan  setelah melalui proses pengolahan khusus.Sementara keluarga  rumput-rumputan seperti tebu dan beberapa jenis bambu, rebungnya enak  dimakan. Demikian pula pisang hutan bisa langsung dikonsumsi.Di tempat  yang lembap dan tinggi, jenis paku-pakuan tunas dan daun mudanya enak  dimakan. Tumbuhan lain yang buahnya juga bisa dimakan misalnya markisa  (Passiflora sp.). Markisa ini adalah tumbuhan merambat dengan bunga  khas.  Beberapa anggota keluarga sirsak (Annonaceae), misalnya Annona  muricata, daging buahnya segar. Buah lainnya semisal senggani (Melastoma  sp.), arbei hutan (Rubus), dan anggur hutan.&lt;br /&gt;Hindari warna  mencolokSelain tumbuhan di atas, jamur juga bisa menjadi dewa penyelamat  bila tersesat. Menurut literatur, sudah ditemukan 38.000 jenis jamur di  seantero dunia. Di antaranya ada yang enak dimakan, tapi sayang, yang  tidak boleh dimakan karena beracun lebih banyak lagi. Tidak heran bila  budaya makan jamur yang layak konsumsi konon sudah ada sejak jaman Mesir  Kuno.Untuk mengetahui jamur itu beracun atau tidak, bisa dilihat dari  bentuk, warna, dan tempat tumbuhnya. Sementara di laboratorium, bisa  dilakukan analisis secara kimiawi maupun dengan hewan percobaan. Tetapi  jika sedang dihadapkan pada masalah mendesak survival di hutan  belantara, mustahil bisa pergi ke laboratorium dulu untuk memastikan  apakah jamur yang ditemukan itu beracun atau tidak. Karena itu kita  perlu mengenal jamur-jamur yang biasa dikonsumsi masyarakat.Untuk  menghindari makan jamur liar beracun, perlu diketahui ciri-cirinya.   Yaitu, warna payungnya gelap atau mencolok misalnya biru, kuning,  jingga, merah. Perkecualian untuk jamur kuping dengan payung coklat yang  toh juga dapat dimakan.Bau tidak sedap lantaran kandungan asam sulfida  atau amonia juga sekaligus menunjukkan jamur tersebut tak layak  konsumsi.Tahukah Anda, beberapa jenis jamur ada yang memiliki cincin  atau cawan pada tangkainya, misalnya jenis Amanita muscaria, dalam  bahasa Jawa disebut supa-upas. Bentuknya seperti payung putih  kekuningan, bagian payungnya warna merah bintik-bintik putih. Awas,  racun pada jamur ini tergolong racun kuat.  Beda dengan jamur merang  (Volvariella volvacea), meski mempunyai cincin tetapi bisa dimakan.Jamur  beracun umumnya tumbuh di tempat kotor, misalnya pada kotoran hewan  dsb. Mereka dapat berubah warna jika dipanasi. Jika diiris dengan pisau  perak atau digoreskan pada perkakas perak akan meninggalkan warna biru.   Warna biru ini disebabkan kandungan sianida atau sulfida, yang beracun.   Sementara nasi akan berwarna kuning jika dicampur jamur beracun.  Petunjuk lain, ia juga tidak dimakan oleh hewan liar.Repotnya jenis  jamur ini juga berbahaya kalau sampai sporanya menempel pada kulit,  karena dapat menyebabkan kulit gatal, bahkan melepuh. Bagaiamana  ciri-ciri orang yang keracunan jamur? Selidikilah, apakah ia pusing,  perut sakit terutama ulu hati, mual, sering buang air kecil, tubuh  lemas, pucat?  Jika ia muntah, adakah darah pada muntahannya? Racun  akibat jamur cukup ganas juga, kalau tidak tertolong korban bisa  meninggal setelah 3 - 7 hari.Sebelum dimakan, tumbuhan liar di hutan  sebaiknya dimasak dulu untuk mengurangi dampak buruk seperti diare dan  alergi. Bagaimana kalau sedang coba-coba makan tumbuhan hutan lantas  keracunan? Masih ada upaya menetraliskan. Upayakan untuk memuntahkannya  dengan jalan "dipancing-pancing". Jika sudah muntah minumlah air kelapa.  Pil norit mungkin bisa juga membantu mengurangi kadar racun, kalau ada&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-9198954160675527807?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/9198954160675527807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=9198954160675527807' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/9198954160675527807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/9198954160675527807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2010/04/l-tumbuhan-survival.html' title='Tumbuhan Survival'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-3564864931954514724</id><published>2010-04-18T20:53:00.003+07:00</published><updated>2010-04-18T21:03:21.852+07:00</updated><title type='text'>ORIENTASI MEDAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu perjalanan terkadang kita dihadapkan pada suatu keadaan yang mengharuskan untuk menaksir terdahulu kondisi medan yang akam dihadapi. Maksudnya agar melewati medan tersebut kita tidak terjebak dalam kesulitan. Misalnya menyeberangi sungai, kita harus menaksirkan lebar sungai, kedalaman serta kecepatan arusnya. Peramalan bentuk awan, suara debur pantai, bau-bauan yang berbahaya. Hasilnya penaksiran yang didapat tentu saja tidak tepat benar, ketelitian hasil penaksiran akan tergantung dari kecermatan dan ketelitian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;B.  Dasar-dasar Ilmu Medan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ilmu &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang sebenarnya, terdiri dari 4       bagian yaitu : geografi, morfologi, hidrografi dan topografi.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ilmu  membayangkan &lt;st1:city st="on"&gt;medan&lt;/st1:city&gt; (topografi praktis)  adalah ilmu yang      mempelajari tentang penggunaan alat untuk  mendapatkan bayangan yang jelas      tentang suatu &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.      Terbagi menjadi : cara  penggunaan peta topografi dan uraian mengenai &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ilmu  Pengintaian adalah ilmu      yang mempelajari bagaimana cara yang  terbaik untuk melakukan pengintaian      suatu &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;      untuk keperluan tugasnya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;C. Tanda-tanda dan Klasifikasi Medan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tanda &lt;st1:city st="on"&gt;medan&lt;/st1:city&gt;      terdiri dari tanda &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;      dari alam, tanda yang di buat  manusia dan titik tanda.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Klasifikasi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; terdiri dari  dataran rendah,      dataran tinggi, gigir gunung, lembah, hutan, rimba  dan rawa.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;D. Hal-hal Yang Perlu  Diperhatikan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengaruh topografi antara lain      : bentuk permukaan  dan perairan, tumbuh-tumbuhan, keadaan tanah dan      benda-benda  buatan yang ada di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengetahuan  dan keterampilan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Iklim dan cuaca&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;E.  Penaksiran&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adalah proses  mengetahui keadaan di alam melalui panca indra, anggota tubuh dan  pengalaman dan terkadang dengan bantuan alat. Dipengaruhi oleh : panca  indra, anggota tubuh dan pengalaman&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;F.  Teknik Penaksiran&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menaksir  lebar sungai&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menaksir tinggi permukaan sungai dengan Bantuan batang  atau      ranting dan riam&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menaksir kecepatan arus sungai&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menaksir ketinggian&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penaksiran waktu&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penaksiran jarak&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penaksiran cuaca&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;a.  Tanda Umum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;1. Cuaca Baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Merah pada waktu malam hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Embun dan kabut pada pagi-pagi benar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Matahari terbit berwarn merah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bintang-bintang dilangit terang sekali&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bulan kelihatan terang dan bersinar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;2.  Cuaca Kurang Baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kuning  pucat pada waktu matahari terbenam&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Awan  gelap dan tergantung rendah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pagi  hari dan kering bulan diliputi awan gelap banyak angin atau badai&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;3.  Banyak Angin atau Badai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Awan  bergerak terang dengan garis-garis yang terang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;  hujan sebelum angin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Matahari  terbit dari balik awan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Matahari  terbenam warnanya merah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;4. Perkiraan Cuaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Awan bergerak melawan angin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bulan dikelilingi bundaran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Banyak angin sebelum hujan, tanda tidak hujan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bayang-bayang tempat lurus ke timur barat (daerah  khatulistiwa)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pagi udara panas  sekali, siangnya hujan disertai angin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;b.  Tanda-Tanda Dengan Binatang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;1. Saat Pergantian Cuaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Burung layang-layang : Terbang sangat tinggi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kelalawar : Terbang sampai senja&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Laba-laba : Rajin membuat jaringnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semut : Keluar dari sarangnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lebah : Terbang jauh ihingga sarangnya kosong&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nyamuk : Waktu senja terbang kian kemari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="fullpost"&gt;2.  Saat Hujan Akan Turun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Burung  : Terbang rendah sekali&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Laba-laba  : Bersembunyi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semut : Merayap  dengan cepat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Katak : Diam dalam  air&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ikan : Melompat di atas air&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kucing : Duduk membelakangi api&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Burung Laut : Beterbangan menuju darat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;G.  Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam melakukan ormed ini kita  tidak bias terlepas dari beberapa hal yang sangat mempengaruhi antara  lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengaruh topografi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengaruh iklim dan cuaca&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengaruh pengetahuan dan keterampilan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagaimanapun ketenangan  mental dan kejernihan untuk berpikir merupakan kunci pokok untuk  mengatasinya dalam menghadapi halangan lintasan yang ada. Kepercayaan  terhadap diri sendiri harus tumbuh dalam melakukan penaksiran &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; jangan ada  keraguan yang terjanggal dan keraguan ini harus ditinggalkan.&lt;br /&gt;Dengan  melakukan cara yang baik dan benar, Insya Allah penerapan ormed ini dapa  dilakukan dengan sebaik-baiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; font-style: italic;" align="center"&gt;“ Ingatlah alam tak mungkin ditundukkan,  Manusia hanya mampu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menyelaraskan dirinya dengan alam, Jelajahilah  alam dengan&lt;br /&gt;Kerendahan hati dan ketinggian budi pekerti “&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-3564864931954514724?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/3564864931954514724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=3564864931954514724' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/3564864931954514724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/3564864931954514724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2010/04/orientasi-medan.html' title='ORIENTASI MEDAN'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-954525981573255356</id><published>2009-12-05T07:28:00.016+07:00</published><updated>2010-11-16T21:21:03.308+07:00</updated><title type='text'>Palaga In Action</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/SxmsvDQ307I/AAAAAAAAAFo/SjjkaH8cm8o/s1600-h/nangisan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411546351592264626" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/SxmsvDQ307I/AAAAAAAAAFo/SjjkaH8cm8o/s320/nangisan.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/Sxm0Go_pbkI/AAAAAAAAAGA/DHB0hRV_NMM/s1600-h/Upacara.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411554453438950978" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/Sxm0Go_pbkI/AAAAAAAAAGA/DHB0hRV_NMM/s320/Upacara.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/SxmrJuH1f9I/AAAAAAAAAFg/oJKCmQKLR4E/s1600-h/Antri+Makan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411544610750431186" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/SxmrJuH1f9I/AAAAAAAAAFg/oJKCmQKLR4E/s320/Antri+Makan.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/SxmrCpu984I/AAAAAAAAAFY/qfgq0wnVl7g/s1600-h/Aneh.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411544489313301378" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/SxmrCpu984I/AAAAAAAAAFY/qfgq0wnVl7g/s320/Aneh.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/SxmqShjn7FI/AAAAAAAAAFQ/Vk6J9-dIGm8/s1600-h/Prasmanan+PALAGA.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411543662484515922" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/SxmqShjn7FI/AAAAAAAAAFQ/Vk6J9-dIGm8/s320/Prasmanan+PALAGA.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/SxmqDSQEoBI/AAAAAAAAAFI/PCIN8NdQQ-M/s1600-h/Rapeling%28Ebes%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411543400677941266" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/SxmqDSQEoBI/AAAAAAAAAFI/PCIN8NdQQ-M/s320/Rapeling%28Ebes%29.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/SxmwyQP0HdI/AAAAAAAAAF4/ZNVCcx-mIQo/s1600-h/aq.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411550804663606738" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/SxmwyQP0HdI/AAAAAAAAAF4/ZNVCcx-mIQo/s320/aq.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/Sxmui-KOUuI/AAAAAAAAAFw/odvjnNmyWBw/s1600-h/Kali.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/Sxmui-KOUuI/AAAAAAAAAFw/odvjnNmyWBw/s1600/Kali.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411548343087026914" src="http://1.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/Sxmui-KOUuI/AAAAAAAAAFw/odvjnNmyWBw/s320/Kali.jpg" style="height: 240px; margin-top: 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs925.snc4/73801_1328694155679_1780726285_622669_3115056_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs925.snc4/73801_1328694155679_1780726285_622669_3115056_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs575.ash2/149753_1328700275832_1780726285_622685_6146977_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs952.snc4/74536_1328695195705_1780726285_622672_7866780_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs952.snc4/74536_1328695195705_1780726285_622672_7866780_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs575.ash2/149753_1328700275832_1780726285_622685_6146977_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs575.ash2/149753_1328700275832_1780726285_622685_6146977_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1160.snc4/150233_1328716916248_1780726285_622719_392677_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="175" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1160.snc4/150233_1328716916248_1780726285_622719_392677_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1166.snc4/150860_1328795638216_1780726285_622841_2343729_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1166.snc4/150860_1328795638216_1780726285_622841_2343729_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs951.snc4/74465_1328796958249_1780726285_622846_6321984_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs951.snc4/74465_1328796958249_1780726285_622846_6321984_n.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs955.snc4/74880_1328797518263_1780726285_622847_653836_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs955.snc4/74880_1328797518263_1780726285_622847_653836_n.jpg" width="207" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1160.snc4/150203_1328795918223_1780726285_622842_7259825_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1160.snc4/150203_1328795918223_1780726285_622842_7259825_n.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs965.snc4/75839_1328798238281_1780726285_622854_404347_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs965.snc4/75839_1328798238281_1780726285_622854_404347_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs946.snc4/73972_1328798798295_1780726285_622855_6372253_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs946.snc4/73972_1328798798295_1780726285_622855_6372253_n.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs951.snc4/74474_1328807038501_1780726285_622890_3722372_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs951.snc4/74474_1328807038501_1780726285_622890_3722372_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs589.ash2/154162_1328800198330_1780726285_622859_5485236_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs589.ash2/154162_1328800198330_1780726285_622859_5485236_n.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-954525981573255356?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/954525981573255356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=954525981573255356' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/954525981573255356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/954525981573255356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/12/palaga-in-action.html' title='Palaga In Action'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/SxmsvDQ307I/AAAAAAAAAFo/SjjkaH8cm8o/s72-c/nangisan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-1482192095115120754</id><published>2009-10-16T04:25:00.000+07:00</published><updated>2009-10-16T04:25:00.194+07:00</updated><title type='text'>Taman Nasional Meru Betiri</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/StJNkcBMlRI/AAAAAAAAAFA/4vQYg3rq7YI/s1600-h/peta_betiri.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391456992307746066" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 222px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/StJNkcBMlRI/AAAAAAAAAFA/4vQYg3rq7YI/s320/peta_betiri.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Taman Nasional Meru Betiri merupakan perwakilan ekosistem mangrove, hutan rawa, dan hutan hujan dataran rendah di Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman nasional ini merupakan habitat tumbuhan langka yaitu bunga raflesia (Rafflesia zollingeriana), dan beberapa jenis tumbuhan lainnya seperti bakau (Rhizophora sp.), api-api (Avicennia sp.), waru (Hibiscus tiliaceus), nyamplung (Calophyllum inophyllum), rengas (Gluta renghas), bungur (Lagerstroemia speciosa), pulai (Alstonia scholaris), bendo (Artocarpus elasticus), dan beberapa jenis tumbuhan obat-obatan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selain itu, Taman Nasional Meru Betiri memiliki potensi satwa dilindungi yang terdiri dari 29 jenis mamalia, dan 180 jenis burung. Satwa tersebut diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), macan tutul (Panthera pardus melas), ajag (Cuon alpinus javanicus), kucing hutan (Prionailurus bengalensis javanensis), rusa (Cervus timorensis russa), bajing terbang ekor merah (Iomys horsfieldii), merak (Pavo muticus), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu ridel/lekang (Lepidochelys olivacea).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman Nasional Meru Betiri terkenal sebagai habitat terakhir harimau loreng Jawa (Panthera tigris sondaica) yang langka dan dilindungi. Sampai saat ini, satwa tersebut tidak pernah dapat ditemukan lagi dan diperkirakan telah punah. Punahnya harimau loreng Jawa berarti punahnya tiga jenis harimau dari delapan jenis yang ada di dunia (harimau Kaspia di Iran, harimau Bali dan harimau Jawa di Indonesia).&lt;br /&gt;Taman nasional ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu merupakan habitat penyu belimbing, penyu sisik, penyu hijau, dan penyu ridel/lekang di Pantai Sukamade. Di pantai tersebut dibangun beberapa fasilitas sederhana untuk pengembangbiakan penyu agar tidak punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:&lt;br /&gt;Pantai Rajegwesi. Wisata bahari, berenang, pengamatan satwa/tumbuhan dan wisata budaya (nelayan tradisional).&lt;br /&gt;Sumbersari. Grazing area seluas 192 hektar untuk melihat atraksi satwa seperti sambar, rusa, kijang dan laboratorium alam untuk kegiatan penelitian.&lt;br /&gt;Pantai Sukamade. Melihat atraksi penyu yang sedang bertelur, berkemah, selancar angin dan pengamatan tumbuhan/satwa.&lt;br /&gt;Teluk Hijau. Menjelajahi hutan, wisata bahari dan berenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim kunjungan terbaik: bulan Februari s/d Juli setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pencapaian lokasi: Surabaya-Jember-Ambulu dengan waktu lima jam (225 km) menggunakan mobil, Ambulu-Curahnongko-Bandealit dengan waktu tiga jam (31 km), atau Surabaya-Banyuwangi-Jajag dengan waktu enam jam (342 km), Jajag-Sarongan-Sukamade dengan waktu tiga jam (60 km).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor: Jl. Sriwijaya 53, Jember 68121&lt;br /&gt;Telp./Fax. (0331) 321530, Jawa Timur&lt;br /&gt;E-mail: meru@telkom.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinyatakan Menteri Pertanian, tahun 1982&lt;br /&gt;Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 277/Kpts- VI/97 dengan luas 58.000 hektar&lt;br /&gt;Ditetapkan ---&lt;br /&gt;Letak Kab. Jember dan Kab. Banyuwangi&lt;br /&gt;Provinsi Jawa Timur&lt;br /&gt;Curah hujan Rata-rata 2.300 mm/tahun&lt;br /&gt;Ketinggian tempat 900 - 1.223 meter dpl&lt;br /&gt;Letak geografis 8°21’ - 8°34’ LS, 113°37’ - 113°58’ BT &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-1482192095115120754?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/1482192095115120754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=1482192095115120754' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/1482192095115120754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/1482192095115120754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/10/taman-nasional-meru-betiri.html' title='Taman Nasional Meru Betiri'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/StJNkcBMlRI/AAAAAAAAAFA/4vQYg3rq7YI/s72-c/peta_betiri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-2119416012845970241</id><published>2009-10-14T04:20:00.000+07:00</published><updated>2009-10-14T04:20:00.702+07:00</updated><title type='text'>Taman Nasional Alas Purwo</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/StJM7NO6gII/AAAAAAAAAE4/15u4fpPKj7s/s1600-h/peta_alaspurw.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391456283964113026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 222px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/StJM7NO6gII/AAAAAAAAAE4/15u4fpPKj7s/s320/peta_alaspurw.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Taman Nasional Alas Purwo merupakan salah perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah di Pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan khas dan endemik pada taman nasional ini yaitu sawo kecik (Manilkara kauki) dan bambu manggong (Gigantochloa manggong). Tumbuhan lainnya adalah ketapang (Terminalia cattapa), nyamplung (Calophyllum inophyllum), kepuh (Sterculia foetida), keben (Barringtonia asiatica), dan 13 jenis bambu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Taman Nasional Alas Purwo merupakan habitat dari beberapa satwa liar seperti lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus), banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan (Gallus gallus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), dan kucing bakau (Prionailurus bengalensis javanensis). Satwa langka dan dilindungi seperti penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu hijau (Chelonia mydas) biasanya sering mendarat di pantai Selatan taman nasional ini pada bulan Januari s/d September.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode bulan Oktober-Desember di Segoro Anakan dapat dilihat sekitar 16 jenis burung migran dari Australia diantaranya cekakak suci (Halcyon chloris/ Todirhampus sanctus), burung kirik-kirik laut (Merops philippinus), trinil pantai (Actitis hypoleucos), dan trinil semak (Tringa glareola).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plengkung yang berada di sebelah Selatan Taman Nasional Alas Purwo telah dikenal oleh para perselancar tingkat dunia dengan sebutan G-Land. Sebutan G-land dapat diartikan, karena letak olahraga selancar air tersebut berada di Teluk Grajagan yang menyerupai huruf G. Ataupun letak Plengkung berada tidak jauh dari hamparan hutan hujan tropis yang terlihat selalu hijau (green-land). Plengkung termasuk empat lokasi terbaik di dunia untuk kegiatan berselancar dan dapat disejajarkan dengan lokasi surfing di Hawai, Australia, dan Afrika Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyelusuri pantai pasir putih dari Trianggulasi ke Plengkung akan menemukan daerah pasir gotri. Pasir tersebut bewarna kuning, berbentuk bulat dan berdiameter sekitar 2,5 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat sekitar taman nasional sarat dan kental dengan warna budaya “Blambangan”. Mereka sangat percaya bahwa Taman Nasional Alas Purwo merupakan tempat pemberhentian terakhir rakyat Majapahit yang menghindar dari serbuan kerajaan Mataram, dan meyakini bahwa di hutan taman nasional masih tersimpan Keris Pusaka Sumelang Gandring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidaklah aneh apabila banyak orang-orang yang melakukan semedhi maupun mengadakan upacara religius di Goa Padepokan dan Goa Istana. Di sekitar pintu masuk taman nasional (Rowobendo) terdapat peninggalan sejarah berupa “Pura Agung” yang menjadi tempat upacara umat Hindu yaitu Pagerwesi. Upacara tersebut diadakan setiap jangka waktu 210 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman nasional ini memiliki ragam obyek dan daya tarik wisata alam dan wisata budaya (sea, sand, sun, forest, wild animal, sport and culture) yang letaknya tidak begitu jauh satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:&lt;br /&gt;Sadengan. Terletak 12 km (30 menit) dari pintu masuk Pasaranyar, merupakan padang pengembalaan satwa seperti banteng, kijang, rusa, kancil, babi hutan dan burung-burung.&lt;br /&gt;Trianggulasi. Terletak 13 km dari pintu masuk Pasaranyar berupa pantai pasir putih dengan formasi hutan pantai untuk kegiatan wisata bahari dan berkemah.&lt;br /&gt;Pantai Ngagelan. Terletak 7 km dari Trianggulasi untuk melihat beberapa jenis penyu mendarat untuk bertelur di pantai dan aktivitas penangkaran penyu.&lt;br /&gt;Plengkung. Melihat perselancar profesional tingkat dunia yang sedang melakukan atraksi dan wisata penelusuran hutan.&lt;br /&gt;Bedul Segoro Anak. Bersampan, berenang, ski air di danau dan pengamatan burung migran dari Australia.&lt;br /&gt;Goa. Terdapat 40 buah tempat yang dapat disebut sebagai goa alam dan buatan antara lain Goa Jepang untuk melihat peninggalan dua buah meriam sepanjang 6 meter, Goa Istana, Goa Padepokan dan goa lainnya untuk wisata budaya dan wisata goa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pencapaian lokasi :&lt;br /&gt;Banyuwangi-Pasaranyar 65 km, dan Pasaranyar-Trianggulasi 12 km menggunakan mobil. Trianggulasi-Plengkung, menyelusuri pantai sepanjang 10 km. Lokasi lainnya seperti Danau Segara Anak, Sadengan, Rowobendo dapat ditempuh berjalan kaki dari Trianggulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor: Jl. Achmad Yani 108 Banyuwangi 68416, Jawa Timur&lt;br /&gt;Telp. : (0333) 410857; Fax. : (0333) 428675&lt;br /&gt;E-mail: alaspurwo@telkom.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinyatakan ----&lt;br /&gt;Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 283/Kpts-II/92,&lt;br /&gt;seluas 43.420 hektar&lt;br /&gt;Ditetapkan ----&lt;br /&gt;Letak Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temperatur udara 27° - 30° C&lt;br /&gt;Curah hujan 1.000 - 1.500 mm/tahun&lt;br /&gt;Ketinggian tempat 0 - 322 meter dpl&lt;br /&gt;Letak geografis 8°25’ - 8°47’ LS, 114°20’ - 114°36’ BT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-2119416012845970241?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/2119416012845970241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=2119416012845970241' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/2119416012845970241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/2119416012845970241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/10/taman-nasional-alas-purwo.html' title='Taman Nasional Alas Purwo'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Zj_oyt3rnCE/StJM7NO6gII/AAAAAAAAAE4/15u4fpPKj7s/s72-c/peta_alaspurw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-9175220604023320115</id><published>2009-10-12T00:00:00.000+07:00</published><updated>2009-10-12T00:00:00.906+07:00</updated><title type='text'>Teknik penelusuran gua horizontal</title><content type='html'>Medan pada gua horisontal sangat bervariasi, mulai pada lorong-lorong yang dapat dengan mudah di telusuri, sampai lorong yang membutuhkan teknik khusus untuk dapat melewatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Lumpur.&lt;br /&gt;Lorong yang berlumpur dapat dengan mudah kalau lumpur tersebut tidak terlalu tebal. Tapi dalam kondisi lumpur setinggi lutut bahkan sampai setinggi perut, kita tidak mudah untuk melaluinya.&lt;br /&gt;Untuk melewatinya kita bergerak dengan posisi seperti berenang. Dengan posisi seperti ini akan lebih mudah bergerak dan menghemat tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Air.&lt;br /&gt;Untuk kondisi lorong gua yang berair. terutama gua yang belum pernah di masuki kita tidak mengetahui kedalaman air dan kondisi di bawah permukaan air, untuk itu kita harus mengetahui prosedur dan mempunyai fasilitas pendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat utama untuk melewati lorong yang berair adalah harus bisa berenang. Tetapi dengan kondisi lorong yang serba terbatas, teknik berenang dalam gua berbeda dengan berenang di kolam renang. Di sini kita memakai pakaian lengkap, sepatu bahkan mungkin membawa beban yang cukup berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian team juga harus di sesuaikan, untuk leader ia tidak boleh membawa beban berat, karena leader harus membuat lintasan dan mempelajari kondisi medan.&lt;br /&gt;Dalam kondisi tertentu kita menggunakan pelampung, perahu karet terutama untuk lorong yang panjang dan berair dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga lorong yang hampir semua di penuhi oleh air hanya ada ruangan sedikit yang tersisa. Untuk melewatinya kita harus melakukan DUCKING ( kepala menengadah). Kadang-kadang kita harus melepas helm untuk menambah ruang gerak kepala. Dalam kondisi tertentu kita melakukan ducking dengan jongkok, bahkan dengan berbaring kalau badan tidak dapat masuk seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diving, adalah teknik penyelaman dengan alat bantu pernafasan dan pakaian khusus. Teknik ini di lakukan pada lorong yang seluruh bagiannya tertutup oleh air (sump, siphon). Untuk perbandingan resiko kematian di cave diving adalah 60% tewas. Sedang resiko caving 15 %. Dengan melihat perbandingan resiko kematian yang besar ini kita di tuntut untuk ekstra hati-hati, seyogyanya tidak meneruskan penelusuran jika tanpa alat pendukung yang standart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Climbing.&lt;br /&gt;Dalam suatu penelusuran gua terkadang kita menjumpai adanya water fall ataupun lorong yang terletak di atas kita. Untuk dapat meneruskan penelusuran kita harus menggunakan teknik-teknik Rock Climbing. Seperti memasang pengaman sisip dan bor tebing untuk pembuatan lintasan, yang melakukan adalah leader dan kemudian anggota yang lain melewatinya dengan SRT. Teknik rock climbing harus bisa di lakukan pada kondisi medan seperti :&lt;br /&gt;• Aliran air yang deras dan kita tidak mengetahui kedalamannya.&lt;br /&gt;• Gua yang berbentuk celah dan menyempit bagian dasarnya&lt;br /&gt;• Sungai besar atau danau yang dalam.&lt;br /&gt;• Pemasangan rigging pada waterfall.&lt;br /&gt;• Menghindari calcite floor atau oolith floor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-9175220604023320115?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/9175220604023320115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=9175220604023320115' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/9175220604023320115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/9175220604023320115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/10/teknik-penelusuran-gua-horizontal.html' title='Teknik penelusuran gua horizontal'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-1279745669136145983</id><published>2009-10-10T23:59:00.001+07:00</published><updated>2009-10-11T00:02:10.182+07:00</updated><title type='text'>Tips Mendaki Gunung</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Pilih Barang Yang Dapat Berfungsi Ganda &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam memilih barang yang akan dibawa pergi mendaki selalu cari alat/perlengkapan yang berfungsi ganda , tujuannya apalagi kalau bukan untuk meringankan berat beban yang harus anda bawa. Contoh : Alumunium foil, bisa untuk pengganti piring, bisa untuk membungkus sisa nasi untuk dimakan nanti, dan yang penting bisa dilipat hingga tidak memakan tempat di keril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Matras &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebisa mungkin matras disimpan didalam keril jika akan pergi kelokasi yang hutannya lebat, atau jika akan membuka jalur pendakian baru. Banyak rekan pendaki yang lebih senang mengikatkan matras diluar, memang kelihatannya bagus tetapi jika sudah berada di jalur pendakian, baru terasa bahwa metode ini mengakibatkan matras sering nyangkut ke batang pohon dan semak tinggi, lagipula pada saat akan digunakan matrasnya sudah kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kantung Plastik &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selalu siapkan kantung plastik didalam ransel anda, karena akan berguna sekali nanti misalnya untuk tempat sampah yang harus anda bawa turun, baju basah dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan selalu kantung plastik untuk mengorganisir barang barang didalam keril anda (dapat dikelompokkan masing-masing pakaian, makanan dan item lainnya), ini untuk mempermudah jika sewaktu-waktu anda ingin memilih pakaian, makanan dsb.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Menyimpan Pakaian&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Jika anda meragukan keril yang anda gunakan kedap air atau tidak, selalu bungkus pakaian anda didalam kantung plastik, gunanya agar pakaian tidak basah dan lembab.&lt;br /&gt;Sebaiknya pakaian kotor dipisahkan dalam kantung tersendiri dan tidak dicampur dengan pakaian bersih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menyimpan Makanan&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Pada gunung-gunung tertentu (misalnya Rinjani) usahakan makanan dibungkus dengan plastik dan ditutup rapat kemudian dimasukkan kedalam keril, karena monyet-monyet didekat puncak / base camp terakhir suka membongkar isi tenda untuk mencari makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menyimpan Korek Api Batangan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Simpan korek api batangan anda didalam bekas tempat film (photo), agar korek api anda selalu kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Packing Barang / Menyusun Barang Di Keril &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selalu simpan barang yang paling berat diposisi atas, gunanya agar pada saat keril digunakan, beban terberat berada dipundak anda dan bukan di pinggang anda hingga memudahkan kaki melangkah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-1279745669136145983?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/1279745669136145983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=1279745669136145983' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/1279745669136145983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/1279745669136145983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/10/tips-mendaki-gunung.html' title='Tips Mendaki Gunung'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-953143319655517300</id><published>2009-10-10T23:57:00.000+07:00</published><updated>2009-10-10T23:59:21.274+07:00</updated><title type='text'>Management Perjalanan Alam Bebas</title><content type='html'>Persiapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merencanakan suatu Perjalanan ke alam bebas Harus ada persiapan dan penyusunan secara matang. ada rumusan yang umum digunakan yaitu 4W &amp; 1 H, yang kepanjangannya adalah Where, Who, Why, When dan How.&lt;br /&gt;Berikut ini aplikasi dari rumusan tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Where (Dimana), untuk melakukan suatu Kegiatan alam kita harus mengetahui dimana yang akan kita digunakan, Contoh: Tlogo Dlingo-Tawangmangu &lt;br /&gt;Who (Siapa), apakah anda akan melakukan Kegiatan alam tersebut sendiri atau dengan berkelompok. Contoh: Satu Kelompok ( 25 Personil) Terdiri dari 20 Orang anggota Penuh (panitia) dan 5 Orang anggota muda (peserta) &lt;br /&gt;Why (Mengapa), ini adalah pertanyaan yang cukup panjang jawabannya dan bisa bermacam-macam Contoh : Untuk melakukan DIKLATSAR KE IX dan pelantikan Anggota penuh PMPA VAGUS &lt;br /&gt;When (Kapan) waktu pelaksanaan Kegiatan tersebut, berapa lama?. Contoh: 23 Februari 2001 sampai dengan 25 Februari 2001 &lt;br /&gt;Dari pertanyaan-pertanyaan 4 W, maka didapat suatu gambaran sebagai berikut:&lt;br /&gt;pada tanggal 23-25 Februari 2001 akan diadakan DIKLATSAR IX ,yang akan dilaksanakan oleh 20 panitia dan diikuti 5 orang peserta yang inggin dilantik menjadi anggota penuh PMPA VAGUS.tempat yang digunakan untuk DIKLATSAR tsb yaitu Tlogo Dlingo-Tawangmangu.&lt;br /&gt;Untuk How/Bagaimana merupakan suatu pembahasan yang lebih komprehensif dari jawaban pertanyaan diatas ulasannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Bagaimana kondisi Tempat&lt;br /&gt;• Bagaimana cuaca disana&lt;br /&gt;• Bagaimana perizinannya&lt;br /&gt;• Bagaimana mendapatkan air&lt;br /&gt;• Bagaimana pengaturan tugas panitia&lt;br /&gt;• Bagaimana Acara DIKLATSAR berlangsung&lt;br /&gt;• Bagaimana materi yang disampaikan&lt;br /&gt;• dan masih banyak Bagaimana ? (silahkan anda dapat mengembangkannya lagi)&lt;br /&gt;Dari Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul itulah kita dapat menyusun Rencana Kegiatan yang didalamnya mencakup rincian :&lt;br /&gt;1. Pemilihan medan, dengan memperhitungkan lokasi basecamp panitia, pembagian waktu dan sebagainya.&lt;br /&gt;2. Pengurusan perizinan&lt;br /&gt;3. Pembagian tugas panitia&lt;br /&gt;4. Persiapan kebutuhan acara&lt;br /&gt;5. kebutuhan peralatan dan perlengkapan&lt;br /&gt;6. dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Dan yang tidak kalah pentingnya adalah anda akan mendapatkan point-point bagi kalkulasi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Packing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melakukan pendakian kita biasanya menentukan dahulu peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa, jika telah siap semua inilah saatnya mempacking barang-barang tersebut ke dalam Carier atau backpack. Packing yang baik menjadikan perjalanan anda nyaman karena ringkas dan tidak menyulitkan.&lt;br /&gt;Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat backpack dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan pendakian kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, bayangkan jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak, dan anda menjadi cepat lelah karena beban backpack anda menekan pinggul belakang. &lt;br /&gt;Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung. &lt;br /&gt;Membagi berat beban secara seimbang antara bagian kanan dan kiri pundak Tujuannya adalah agar tidak menyiksa salah satu bagian pundak dan memudahkan anda menjaga keseimbangan dalam menghadapi jalur berbahaya yang membutuhkan keseimbangan seperti : meniti jembatan dari sebatang pohon, berjalan dibibir jurang, dan keadaan lainnya. &lt;br /&gt;Pertimbangan lainnya adalah sebagai berikut : &lt;br /&gt;Kelompokkan barang sesuai kegunaannya lalu tempatkan dalam satu kantung untuk mempermudah pengorganisasiannya. Misal : alat mandi ditaruh dalam satu kantung plastik. &lt;br /&gt;Maksimalkan tempat yang ada, misalkan Nesting (Panci Serbaguna) jangan dibiarkan kosong bagian dalamnya saat dimasukkan ke dalam ransel, isikan bahan makanan kedalamnya, misal : beras dan telur.&lt;br /&gt;• Tempatkan barang yang sering digunakan pada tempat yang mudah dicapai pada saat diperlukan, misalnya: rain coat / jas hujan pada kantong samping Keril/Ransel.&lt;br /&gt;• Hindarkan menggantungkan barang-barang diluar ransel, karena menggantungkan barang diluar ransel akan mengganggu perjalanan anda karena tersangkut-sangkut dan berkesan berantakan, usahakan semuanya dapat dipacking ke dalam ransel.&lt;br /&gt;Mengenai berat maksimal yang dapat diangkat oleh anda, sebenarnya adalah suatu angka yang relatif, patokan umum idealnya adalah 1/3 dari berat badan anda , tetapi ini kembali lagi ke kemampuan fisik setiap individu, yang terbaik adalah dengan tidak memaksakan diri, lagi pula anda dapat menyiasati pemilihan barang yang akan dibawa dengan selalu memilih barang/alat yang berfungsi ganda dengan bobot yang ringan dan hanya membawa barang yang benar-benar perlu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-953143319655517300?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/953143319655517300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=953143319655517300' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/953143319655517300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/953143319655517300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/10/management-perjalanan-alam-bebas.html' title='Management Perjalanan Alam Bebas'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-8259863159435892619</id><published>2009-03-06T00:00:00.000+07:00</published><updated>2009-03-06T00:00:00.248+07:00</updated><title type='text'>Mendaki Nyaman, Tanpa Beban, Banyak Teman</title><content type='html'>&lt;div class="postspace2"&gt;  &lt;/div&gt;        &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="width: 317px; height: 209px;" alt="mountenering1b.gif" id="image165" src="http://mapala.net/wp-content/uploads/2007/03/mountenering1b.gif" align="left" /&gt;Mendaki gunung adalah suatu olah raga keras, penuh petualangan dan membutuhkan keterampilan, kecerdasan, kekuatan serta &lt;strong&gt;daya juang yang tinggi&lt;/strong&gt;. Bahaya dan tantangan merupakan daya tarik dari kegiatan ini. Pada hakekatnya bahaya dan tantangan tersebut adalah untuk menguji kemampuan diri dan untuk bisa menyatu dengan alam. &lt;u&gt;&lt;strong&gt;Keberhasilan suatu pendakian yang sukar, berarti keunggulan terhadap rasa takut dan kemenangan terhadap perjuangan melawan diri sendiri.&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, kegiatan mendaki gunung mulai dikenal sejak tahun 1964 ketika pendaki Indonesia dan Jepang melakukan suatu ekspedisi gabungan dan berhasil mencapai puncak Soekarno di pegunungan Jayawijaya, Irian Jaya (sekarang Papua). Mereka adalah Soedarto dan Soegirin dari Indonesia, serta Fred Atabe dari Jepang.&lt;br /&gt;JENIS PERJALANAN / PENDAKIAN&lt;br /&gt;Mountaineering dalam arti luas adalah suatu perjalanan, mulai dari hill walking sampai dengan ekspedisi pendakian ke puncak-puncak yang tinggi dan sulit dengan memakan waktu yang lama, bahkan sampai berbulan-bulan.&lt;br /&gt;Menurut kegiatan dan jenis medan yang dihadapi, mountaineering terbagi menjadi tiga bagian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hill Walking / Fell Walking&lt;br /&gt;Perjalanan mendaki bukit-bukit yang relatif landai dan yang tidak atau belum membutuhkan peralatan-peralatan khusus yang bersifat teknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Scrambling&lt;br /&gt;Pendakian pada tebing-tebing batu yang tidak begitu terjal atau relatif landai, kadang-kadang menggunakan tangan untuk keseimbangan. Bagi pemula biasanya dipasang tali untuk pengaman jalur di lintasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Climbing&lt;br /&gt;Kegiatan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik khusus. Peralatan teknis diperlukan sebagai pengaman. Climbing umumnya tidak memakan waktu lebih dari satu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kegiatan climbing ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu :&lt;br /&gt;a. Rock Climbing&lt;br /&gt;Pendakian pada tebing-tebing batu yang membutuhkan teknik pemanjatan dengan menggunakan peralatan khusus.&lt;br /&gt;b. Snow &amp; Ice climbing&lt;br /&gt;Pendakian pada es dan salju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mountaineering&lt;br /&gt;Merupakan gabungan dari semua bentuk pendakian di atas. Waktunya bisa berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Disamping harus menguasai teknik pendakian dan pengetahuan tentang peralatan pendakian, juga harus menguasai manajemen perjalanan, pengaturan makanan, komunikasi, strategi pendakian, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLASIFIKASI PENDAKIAN&lt;br /&gt;Tingkat kesulitan yang dimiliki setiap orang berbeda-beda, tergantung dari pengembangan teknik-teknik terbaru. Mereka yang sering berlatih akan memiliki tingkat kesulitan / grade yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang baru berlatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi pendakian berdasarkan tingkat kesulitan medan yang dihadapi (berdasarkan Sierra Club) :&lt;br /&gt;Kelas 1 : berjalan tegak, tidak diperlukan perlengkapan kaki khusus (walking).&lt;br /&gt;Kelas 2 : medan agak sulit, sehingga perlengkapan kaki yang memadai dan penggunaan tangan sebagai pembantu keseimbangan sangat dibutuhkan (scrambling).&lt;br /&gt;Kelas 3 : medan semakin sulit, sehingga dibutuhkan teknik pendakian tertentu, tetapi tali pengaman belum diperlukan (climbing).&lt;br /&gt;Kelas 4 : kesulitan bertambah, dibutuhkan tali pengaman dan piton untuk anchor/penambat (exposed climbing).&lt;br /&gt;Kelas 5 : rute yang dilalui sulit, namun peralatan (tali, sling, piton dll), masih berfungsi sebagai alat pengaman (difficult free climbing).&lt;br /&gt;Kelas 6 : tebing tidak lagi memberikan pegangan, celah rongga atau gaya geser yang diperlukan untuk memanjat. Pendakian sepenuhnya bergantung pada peralatan (aid climbing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISTEM PENDAKIAN&lt;br /&gt;1. Himalayan System, adalah sistem pendakian yang digunakan untuk perjalanan pendakian panjang, memakan waktu berminggu-minggu. Sistem ini berkembang pada pendakian ke puncak-puncak di pegunungan Himalaya. Kerjasama kelompok dalam sistem ini terbagi dalam beberapa tempat peristirahatan (misalnya : base camp, flying camp, dll). Walaupun hanya satu anggota tim yang berhasil mencapai puncak, sedangkan anggota tim lainnya hanya sampai di tengah perjalanan, pendakian ini bisa dikatakan berhasil.&lt;br /&gt;2. Alpine System, adalah sistem pendakian yang berkembang di pegunungan Alpen. Tujuannya agar semua pendaki mencapai puncak bersama-sama. Sistem ini lebih cepat, karena pendaki tidak perlu kembali ke base camp, perjalanan dilakukan secara bersama-sama dengan cara terus naik dan membuka flying camp sampai ke puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSIAPAN BAGI SEORANG PENDAKI GUNUNG&lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang pendaki gunung yang baik diperlukan beberapa persyaratan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sifat mental.&lt;br /&gt;Seorang pendaki gunung harus tabah dalam menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan di alam terbuka. Tidak mudah putus asa dan berani, dalam arti kata sanggup menghadapi tantangan dan mengatasinya secara bijaksana dan juga berani mengakui keterbatasan kemampuan yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengetahuan dan keterampilan&lt;br /&gt;Meliputi pengetahuan tentang medan, cuaca, teknik-teknik pendakian pengetahuan tentang alat pendakian dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kondisi fisik yang memadai&lt;br /&gt;Mendaki gunung termasuk olah raga yang berat, sehingga memerlukan kondisi fisik yang baik. Berhasil tidaknya suatu pendakian tergantung pada kekuatan fisik. Untuk itu agar kondisi fisik tetap baik dan siap, kita harus selalu berlatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Etika&lt;br /&gt;Harus kita sadari sepenuhnya bahwa seorang pendaki gunung adalah bagian dari masyarakat yang memiliki kaidah-kaidah dan hukum-hukum yang berlaku yang harus kita pegang dengan teguh. Mendaki gunung tanpa memikirkan keselamatan diri bukanlah sikap yang terpuji, selain itu kita juga harus menghargai sikap dan pendapat masyarakat tentang kegiatan mendaki gunung yang selama ini kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Buku Panduan Pedoman Mendaki Gunung &amp; Penjelajahan Rimba/EAT&amp;E � EAST 2003) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-8259863159435892619?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/8259863159435892619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=8259863159435892619' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/8259863159435892619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/8259863159435892619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/03/mendaki-nyaman-tanpa-beban-banyak-teman.html' title='Mendaki Nyaman, Tanpa Beban, Banyak Teman'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-5720540793315593912</id><published>2009-03-05T00:00:00.000+07:00</published><updated>2009-03-05T00:00:00.192+07:00</updated><title type='text'>KSDA</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;ILMU EKOLOGI&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Ekologi                  berasal dari bahasa Yunani, yangterdiri dari dua kata, yaitu &lt;em&gt;&lt;strong&gt;oikos&lt;/strong&gt;                  &lt;/em&gt;yang artinya &lt;em&gt;rumah &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;tempat hidup, &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;logos                  &lt;/strong&gt; &lt;/em&gt;yang berarti &lt;em&gt;ilmu. &lt;/em&gt;Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya (lihat Gambar 6. 1). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dalam ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Definisi ekologi seperti di atas, pertama kali disampaikan oleh &lt;em&gt;Ernest Haeckel &lt;/em&gt;(zoologiwan                  Jerman, 1834-1914).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; Ekologi adalah cabang ilmu biologi yangbanyak memanfaatkan informasi dari berbagai ilmu pengetahuan lain, seperti : kimia, fisika, geologi, dan klimatologi untuk pembahasannya. Penerapan ekologi di bidang pertanian dan perkebunan di antaranya adalah penggunaan kontrol biologi untuk pengendalian populasi hama guna meningkatkan produktivitas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; Ekologi berkepentingan dalam menyelidiki interaksi organisme dengan lingkungannya. Pengamatan ini bertujuan untuk menemukan prinsip-prinsip yang terkandung dalam hubungan timbal balik tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;                &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; Dalam studi ekologi digunakan metoda pendekatan secara rnenyeluruh pada komponen-kornponen yang berkaitan dalam suatu sistem. Ruang lingkup ekologi berkisar pada tingkat populasi, komunitas, dan ekosistem.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;ILMU PB (Pengamatan Burung)&lt;/p&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;                        &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:1;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault  {mso-style-type:export-only;  margin-bottom:10.0pt;  line-height:115%;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kenapa harus Burung?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Banyak orang menjadi penghobi burung, dengan alasan yang sangat beragam.  Bisa karena suaranya yang merdu, warnanya yang indah, perilakunya, dll.  Namun sebagai seorang penghobi burung, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah membiarkan mereka hidup bebas di alam.  Kita tinggal menikmatinya dengan melakukan pengamatan burung.  Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengamati burung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tempat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini satwa yang dapat dijumpai di berbagai tempat adalah burung.  Dari pantai sampai pegunungan, dari gurun pasir bahkan sampai daerah yang bersalju kita dapat menjumpai makhluk hidup yang bernama burung.  Namun dalam pengamatan burung, ada baiknya kita terlebih dahulu mengenal burung-burung yang ada disekitar kita, misalnya pekarangan rumah, taman/hutan kota dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Waktu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kita dapat mengamati burung kapan saja, karena burung ada disekitar kita setiap saat.  Namun waktu yang ideal untuk pengamatan adalah pagi dan sore hari, karena pada saat tersebut burung sedang aktif melakukan kegiatan baik bersuara maupun bergerak sehingga relatif lebih mudah bagi kita untuk menemukannya.&lt;br /&gt;Kita juga dapat mengamati burung pada malam hari, karena ada beberapa jenis burung yang aktif pada malam hari (nokturnal) seperti burung hantu dan cabak maling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perlengkapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengamati burung diperlukan beberapa perlengkapan yaitu :&lt;br /&gt;1. Buku catatan dan pensil, untuk mencatat segala informasi tentang burung yang teramati seperti bentuk paruh, kepala, warna, aktifitas dll.&lt;br /&gt;2. Buku pengenalan jenis burung, untuk membantu mengenali jenis burung dengan benar.  Contoh bukunya yaitu Birds of Borneo, Sumatra, Java and Bali (MacKinnon) yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.  Untuk membantu dalam mencari jenis burung, biasanya dalam buku pengenalan jenis burung-burung yang hidup di perairan ada diurutan pertama buku dan burung-burung berkicau di urutan terakhir.&lt;br /&gt;3. Teropong, untuk membantu mengenali burung dari jarak dekat.&lt;br /&gt;4. Teleskop&lt;br /&gt;5. Kamera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pakaian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya jangan menggunakan pakaian yang berwarna cerah/mencolok jika kita hendak mengamati burung di alam karena akan membuat takut burung.  Gunakan pakaian yang berwarna redup seperti coklat/hijau.  Yang penting lagi harus nyaman dikenakan, memiliki kantung untuk tempat buku catatan saku, menyerap keringat dan sebaiknya berlengan panjang untuk menghindari kita dari gigitan serangga dan goresan duri.  Ada baiknya gunakan penutup kepala/topi untuk menhindari sengatan matahari.  Dan yang pasti, janganlah bersuara (ribut) dan berjalanlah perlahan karena penglihatan dan pendengaran burung sangat tajam. (&lt;strong&gt;Sumiati, S.Hut&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;Sumber: Birdlife&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-5720540793315593912?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/5720540793315593912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=5720540793315593912' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/5720540793315593912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/5720540793315593912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/03/ksda.html' title='KSDA'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-6742532528624860694</id><published>2009-03-04T00:00:00.000+07:00</published><updated>2009-03-04T00:00:01.202+07:00</updated><title type='text'>Arung Jeram</title><content type='html'>&lt;h4 class="style8 style28"&gt;SEJARAH DI DUNIA&lt;/h4&gt; &lt;p class="style8" align="justify"&gt;Pengarungan sungai telah sejak jaman dahulu dilakukan oleh manusia. Pengarungan ini dilakukan dengan menggunakan batang-batang kayu yang dirangkai menjadi rakit dan digunakan sebagai alat transportasi.Pada abad 19 seorang pramuka bernama John Mcgregor mengembangkan kendaraan air ini untuk rekreasi dan olah raga. Seiring dengan perkembangan jaman, maka material perahu juga berkembang beralih ke plastik, aluminium, fiberglass dan karet.&lt;/p&gt; Di tahun 1950, sebagai kegiatan yang mulai banyak digemari, kualitas dari perahupun ditingkatkan. Maka mulailah diproduksi perahu khusus untuk arung jeram dengan bentuk khusus yang naik dibagian depan dan belakangnya dengan material yang lebih kuat dan dapat mengangkut orang dan perbekalan lebih banyak. Sampai tahun 1983,&lt;br /&gt;para pengarung jeram tidak mempunyai pilihan lain selain menimba air keluar perahu setelah melewati jeram. Para pengarung jeram sering mengalami mimpi buruk bila harus kehilangan ember untuk menimba.Setelah beberapa cara dicoba, di tahun 1983 perahu dapat mengeluarkan air sendiri disebut Self Bailer berhasil diproduksi oleh Jim Cassady. Kunci sukses dari perahu ini adalah lantainya yang diberi angin. Lantai yang berisi udara ini akan selalu mengapung di atas permukaan air sehingga dengan sendirinya air akan keluar lewat lubang disekeliling lantai perahu. &lt;p class="style8" align="justify"&gt;Selain perahu jenis ini dikembangkan pula perahu jenis Kataraf. Perahu ini dikembangkan oleh para ahli geologi dari Rusia. Desain dari perahu ini sederhana dan diadopsi dari perahu Katamaran yang digunakan di laut. Perkembangan dari perahu jenis ini menjadi bermacam-macam hingga terdapat lebih dari 50 macam. Selain dengan menggunakan perahu diatas, masih banyak lagi sarana yang dapat digunakan untuk berarung jeram seperti kayak, canoe dan bahkan juga telah dicoba Boogie Board yaitu arung jeram dengan sejenis papan luncur.&lt;/p&gt; &lt;h4 class="style29"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;SEJARAH DI INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p class="style8" align="justify"&gt;Di Pulau Kalimantan, suku-suku Dayak telah mengarungi Sungai Mahakam atau Kapuas dengan perahu bidak, yang juga terbuat dari batang pohon yang dilubangi, juga suku-suku di pedalaman Irian yang hidup di sekitar Sungai Mamberamo. Sedangkan kegiatan pengarungan sungai berarus deras dengan menggunakan perahu karet adalah pada saat diselenggarakannya Lomba Arung Sungai Citarum I yang diadakan oleh kelompok pendaki gunung dan penempuh rimba Wanadri, Bandung, yang juga mendapat dukungan dari angkatan laut kita.&lt;/p&gt; &lt;p class="style8" align="justify"&gt;Momen tersebut boleh dikatakan sebagai titik tolak perkembangan arung jeram di Indonesia. para aktivis kegiatan ini sebagian besar adalah club-club pencinta alam seperti Wanadri dan Mapala UI yang kemudian mengadakan serangkaian kegiatan ekspedisi. Tanpa disadari, walaupun tidak terlalu pesat, arung jeram telah mulai berkembang di Indonesia. Sebagian besar penggiatnya menggunakan perahu karet dan beberapa club di Yogyakarta dan Bandung juga mengembangkan kegiatan kayak dan canoe.&lt;/p&gt; &lt;p class="style8" align="justify"&gt;Ekspedisi Internasional pertama dalam bidang arung jeram dilakukan oleh club Aranyacala Trisakti yang mengarungi sungai-sungai di negara bagian California, Oregon dan Idaho, USA pada tahun 1992. Ekspedisi ini dilanjutkan dengan tim wanitanya yang berangkat mengarungi Sungai Zambesi, Zimbabwe di tahun 1994.&lt;/p&gt; &lt;p class="style8" align="justify"&gt;Jika sebelumnya perahu yang digunakan sebagian besar bukan untuk berarung jeram, melainkan perahu bekas angkatan laut, perahu karet khusus arung jeram mulai banyak digunakan di Indonesia bersamaan dengan masuknya arung jeram komersiil di tahun 90-an. Arung jeram komersiil ini mulai dipelopori oleh beberapa staff dari organisasi arung jeram internasional, Sobex Expedition yang telah membuka Sungai Alas di Aceh Tenggara, secara pribadi mereka memulai arung jeram komersiil di Sungai Ayung, Bali.&lt;/p&gt; &lt;p class="style8" align="justify"&gt;Melihat perkembangan yang sangat pesat dari kegiatan arung jeram pada era 90-an, beberapa pegiatnya mulai membutuhkan wadah komunikasi bagi para pegiat kegiatan ini di Indonesia. pada tanggal 29 Maret 1996, berdiri Federasi Arung Jeram Indonesia, yang dibidani oleh 30 club arung jeram baik komersiil maupun amatir.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-6742532528624860694?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/6742532528624860694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=6742532528624860694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/6742532528624860694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/6742532528624860694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/03/arung-jeram.html' title='Arung Jeram'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-4604860307627191902</id><published>2009-03-03T00:00:00.000+07:00</published><updated>2009-03-03T00:00:01.062+07:00</updated><title type='text'>THE ART OF PACKING IN MOUNTAINEERING</title><content type='html'>&lt;span lang="IN"&gt;Menata barang dalam sebuah &lt;em&gt;carrier&lt;/em&gt; merupakan suatu seni tersendiri pada setiap melakukan pendakian gunung.Pada saat &lt;em&gt;packing&lt;/em&gt; secara tidak langsung melatih seorang pendaki untuk teratur dan rapi karena untuk menata barang dalam tas/carrier agar cukup, pas, mudah diambil dan mengetahui letak barang tersebut serta nyaman untuk dipakai.Selain itu dari sudut pandang pendaki lain keteraturan dalam packing merupakan suatu kondisi yang dapat membuat orang itu senang melihatnya.Berikut ini cara pengepakan barang dalam carrier namun perlu improvisasi karena tidak semua barang disebutkan disini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol style="margin-top: 0pt;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Carrier yang digunakan (sebaiknya) adalah jenis frame dengan bukaan tali atas (seperti guling) ukuran 60 liter keatas, dan tutup atas memiliki kantong. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semua barang dikelompokkan, dibungkus      dengan plastik/kresek. Selain itu plastik berfungsi sebagai anti basah (&lt;em&gt;water      proof&lt;/em&gt;) ketika hujan atau air dalam tas bocor. Pakaian, makanan pokok, makanan kecil, dan sebagainya dibungkus rapi. Tempat makanan/wadah yang memiliki ruang di isi dengan makanan atau bahan bakar. Barang eletronik dan pecah belah, dilapisi kain atau disisipkan dalam pakaian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Matras dilipat dua dan digulung lalu dimasukan dalam carrier dan mekarkan gulungan matras sehingga menjadi dinding di dalam tas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lalu masukkan barang satu persatu,      adapun menyusun barang sebagai berikut&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; Barang besar dan ringan paling bawah seperti sleeping bags dan tenda/flying sheet&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;,Diatasnya barang berat seperti tempat air, logistik (makanan, kompor, tabung gas, bahan bakar, dan sebagainya),&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Diatas barang tersebut pakaian dan makanan ringan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;,Paling atas ponco atau raincoat atau jaket (jaket dapat ditaruh bersama SB di bawah, jika ada ponco atau raincoat)&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; dan Pada kantong kepala masukkan barang kecil seperti topi, slayer, binokuler, alat tulis, sarung tangan, makanan kecil, plastik/kresek, tissu, dan survival kit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Barang yang berukuran panjang seperti parang disisipkan berdiri dan dibungkus jika tidak memiliki sarung, barang kecil seperti lilin, baterai cadangan,tissu, gelas dan sebagainya disisipkan juga di bagian tepi (menempel matras).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tutup rapat tempat air minum dan bahan bakar cair dan dibungkus kresek, sebaiknya botol dalam keadaan penuh, jika memiliki udara dapat mengakibatkan tekanan dalam botol berubah-ubah dan akhir botol &lt;em&gt;penyok&lt;/em&gt; dan bocor. Air umumnya lebih berat dibanding      barang lain letakkan pada sisi punggung &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Usahakan semua barang dalam kondisi      rapat (&lt;em&gt;high tide&lt;/em&gt;), tidak ada ruang kosong terutama bagian tepi, isi sela-sela barang dengan barang kecil seperti makanan kecil atau kain (bukan pakaian). Jika perlu ditekan kebawah (dengan kaki) dengan hati-hati, dan sekali-sekali diangkat agar semua berat barang turun kebawah. Saat berkendaraan posisi carrier terkadang di tidak menentu kadang tidur, berdiri, miring atau ditumpuk dengan barang lain, dengan posisi barang dalam keadaan rapat maka tidak perlu khawatir jika ada yang barang yang rusak atau bocor.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jika masih ada sisa ruang diatas, isi dengan barang kelompok. Namun jika masih ada barang yang belum masuk, gunakan tas tambahan seperti &lt;em&gt;daypack&lt;/em&gt; dan isi dengan barang yang ringan. Tukarkan barang dalam carrier yang ringan ke daypack sehingga semua yang berat dan besar berada dalam carrier sedang yang ringan dan sering digunakan masukkan dalam daypack.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Carrier yang telah di isi dengan baik dapat dilihat dari bentuk dan posisinya, jika digerakkan cendrung seimbang tidak ada yang bergerak didalamnya dan jika didirikan tidak rebah karena gaya berat menuju kebawah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Barang yang sering digunakan seperti peta, kompas, protaktor, botol kecil untuk minum di masukkan dalam kantong celana. Dan saat pendakian sebaiknya tangan bebas dari peralatan apapun kecuali jika menggunakan alat bantu seperti tongkat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pustaka :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gegama.2007.&lt;em&gt;Materi Dasar Kepecintaalaman Gegama&lt;/em&gt;.Yogyakarta : Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Geografi UGM&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-4604860307627191902?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/4604860307627191902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=4604860307627191902' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/4604860307627191902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/4604860307627191902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/03/art-of-packing-in-mountaineering.html' title='THE ART OF PACKING IN MOUNTAINEERING'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-9010148073406659765</id><published>2009-03-02T21:23:00.000+07:00</published><updated>2009-03-02T21:23:00.580+07:00</updated><title type='text'>GEJALA - GEJALA HIPOTERMIA dan MENGATASINYA</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Gejala dan Indikasi Penyakit Hipotermia : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;# Hipotermia diawali dengan gejala kedinginan spt biasa, dari badan gemetaran menahan dingin sampe gigi berkerotakan kerna ndak kuat nahan dingin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;# Bila tubuh korban basah, maka serangan hiportemia akan semakin cepat dan hebat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;# Selain itu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;bila angin bertiup kencang, maka pendaki akan cepat sekali kehilangan panas tubuhnya (”faktor wind cill” kalo ndak salah). Jadi kalo badan basah kuyub kehujanan dan angin bertiup kencang, maka potensi hipotermia menjadi “paradoxical feeling of warmt” akan semakin cepat terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Puncak dari gejala hipotermia adalah korban tidak lagi merasa kedinginan, tapi dia malah merasa kepanasan (dlm bukunya Norman Edwin disebut “paradoxical feeling of warmt” kalo ndak salah). Oleh karena itu si korban akan melepas bajunya satu per satu sampe bugil dan tetap masih merasa kepanasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Hipotermia menyerang saraf dan bergerak dg pelan, oleh karena itu sang korban tidak merasa kalo dia menjadi korban hipotermia. Dari sejak korban tidak bisa nahan kedinginan sampe malah merasa kepanasan di tengah udara yg terasa membekukan, korban biasanya tidak sadar kalo dia telah terserang hipotermia. Dalam hal ini kawan seperjalanan (terutama team leader atau kawan pendaki yg lebih pengalaman) sangat penting artinya utk mengawasi apakah kawan2 kita ada yg sakit (hipotermia, frostbite, mountain sickness, stress, dll). Jadi kalo ada kawan2 seperjalanan kita mulai bertingkah aneh2 yg di luar kebiasaannya, maka kita patut curiga dan waspada ada apa dg dia dan tentu saja perlu segera memeriksa atau menanyai apakah dia masih “sadar” atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Dalam salah satu kasus, seorang pendaki cewek dengan “anggunnya” berganti pakaian yg basah dengan pakaian kering di hadapan kawan2nya. Tentunya cewek itu kalo dia sadar pasti tdk akan berani melakukan hal spt itu; tapi saat itu dia telah terkena hipotermia dan tdk sadar akan dirinya. Cewek itu kembali kesadarannya setelah sampe di bawah (istirahat dan makan). Waktu ditanyain ttg “kelakuannya” itu, dia malah tdk merasa melakukan sesuatu yg ganjil. Jadilah selama perjalanan pulang dan di sekretariat dia menjadi bulan2an olokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Dalam kasus penderita hipotermia yg sampe pada taraf “paradoxical feeling of warmt” selain merasa kepanasan dia juga terkena halusinasi. Akan tetapi, dlm banyak hal lainnya, halusinasi juga telah terjadi walau si korban tdk sampe mengalami “paradoxical feeling of warmt”. Yang jelas, ketika si korban hipotermia sudah kehilangan “kesadaran”, maka dia akan mudah terkena halusinasi. Dan faktor halusinasi ini yg sangat berbahaya karena korban akan “melihat bermacam2 hal” dan dia akan mengejar apa yg dilihatnya itu tanpa menghiraukan apa2 yg ada di hadapannya. Jadi tidaklah mengherankan kalo banyak korban hipotermia ditemukan jatuh ke jurang dlm kondisi telanjang bulat dan telah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Lalu bagaimana cara mengatasi kalo ada kawan kita yg terkena hipotermia? Kalo taraf hipotermianya ringan masih mudah ditangani, tapi kalo sudah mulai bertelanjang dan berlari2 atau berteriak2 mengejar halusinasinya akan susah sekali penangannya. Yang mudah dan praktis adalah melakukan tindakan pencegahan thd penyakit hipotermia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan2 Pencegahan Penyakit Hipotermia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Bila kita melakukan kegiatan luar ruangan (pendakian gunung khususnya) pada musim hujan atau di daerah dg curah hujan tinggi, maka membawa ponco/raincoat adalah suatu keharusan. Selain mbawa jas hujan, pakaian hangat (jaket tahan air dan tahan angin, kalo perlu) dan pakaian ganti yg berlebih dua tiga stel, serta kaus tangan dan kerpus/balaclava/topi ninja juga sangat penting. Perlengkapan yg tidak kalah pentingnya adalah sepatu pendakian yg baik dan dpt menutupi sampe mata kaki, jangan pake sendal gunung atau bahkan jangan pake sendal jepit. Naik gunung pada musim hujan bukan utk gagah2an aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Bawa makanan yg cepat dibakar menjadi kalori, spt gula jawa, enting2 kacang, coklat dll. Dalam perjalanan banyak “ngemil” utk mengganti energi yg hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Bila angin bertiup kencang, maka segeralah memakai perlengkapan pakaian hangat, spt jaket, kerpus/balaclava dan kaus tangan. Kehilangan panas tubuh akibat faktor “wind cill” tidak terasa oleh kita, dan tahu2 aja kita jatuh sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Bila hujan mulai turun bersegeralah memakai jas hujan, jangan menunggu hujan menjadi deras. Cuaca di gunung tdk dpt diduga. Hindari pakaian basah kena hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Bila merasa dirinya lemah atau kurang kuat dalam tim, sebaiknya terus terang pada team leader atau anggota seperjalanan yg lebih pengalaman utk mengawasi dan membantu bila dirasa perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Dont worry, be happy selalu dalam perjalanan. Semangat dan jangan gampang menyerah bila kondisi mulai memburuk.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-9010148073406659765?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/9010148073406659765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=9010148073406659765' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/9010148073406659765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/9010148073406659765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/03/gejala-gejala-hipotermia-dan.html' title='GEJALA - GEJALA HIPOTERMIA dan MENGATASINYA'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-7240425359955406150</id><published>2009-03-01T00:38:00.001+07:00</published><updated>2009-03-01T00:38:00.299+07:00</updated><title type='text'>Tali temali - 02</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Simpul Pengikat Harnes&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada 2 simpul yang paling populer untuk mengikat tali ke harness.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Simpul Figure Eight (Bentuk Angka Delapan)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.sailorpower.com/images/bowline2.jpg" border="0" width="205" height="359" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua pemanjat tebing harus tau simpul ini dan barangkali hampir 90% pemanjat tebing didunia menggunakan simpul ini pada saat mereka memanjat. Kalo kamu manjat dengan pemanjat yang enggak tau simpul ini, perlu dipertanyakan kamampuan pemanjat tsb (jangan manjat ama dia!).&lt;br /&gt;Kelebihan:&lt;span id="more-63"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Simpul ini mudah untuk dipelajari dan mudah untuk dicek&lt;br /&gt;- Simpul ini memiliki kekuatan 75-80 %. Jadi simpul Figure Eight ini lebih kuat dibandingkan simpul Bowline.&lt;br /&gt;Kelemahan:&lt;br /&gt;Kalo kamu sering jatuh dan menggantung pada simpul ini, setelah pemanjatan selesai maka simpul ini akan sangat erat dan susah dilepas. Ini bisa menjadi satu kelebihan kalo kamu memang masih terus memanjat dan ingin tetap terikat kuat dengan talinya. Satu cara melepas ikatan ini yaitu dengan memegang dua sisi angka delapan-nya masing2 dengan tangan kanan dan kiri kemudian goyang2kan kedua tangan tsb keatas dan kebawah berulang2 seperti saat kita mau mematahkan/membengkokkan sebatang tongkat. Dengan cara ini biasanya simpul figure eight akan menjadi lentur dan lebih mudah dilepas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Simpul Double Bowline&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.poxod.com/water/TVT/Knots/doubleBowline.gif" border="0" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kelebihan: - Lebih mudah untuk dilepas/ diurai meskipun pemanjat jatuh berkali2 dan mempererat simpul tsb.&lt;br /&gt;Kelemahan:&lt;br /&gt;Belajar mengikat simpul ini enggak semudah mengikat simpul Figure Eight.&lt;br /&gt;Tidak sekuat simpul Angka Delapan&lt;br /&gt;Kekuatan 70-75%.&lt;br /&gt;Agak sulit untuk mengecek benar tidaknya ikatan pada simpul ini. Sering2 di cek terutama bagi mereka yang baru belajar mengikat simpul ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usahakan selalu mengikat kedua simpul ini langsung ke lubang ikatan harness dan jangan menyambung simpul ditambang tsb ke harness menggunakan karabiner. Bagaimanapun juga karabiner bisa gagal dan tidak berfungsi, apakah karena rusak atau kita lupa menguncinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ingat! Setiap kali mengikat simpul sisihkan tali ekor yang cukup panjang dan ikatlah simpul pengunci seperti simpul nelayan (fisherman’s knot) atau paling tidak overhand knot. (simpul nelayan lebih disukai karena lebih kuat dan tidak mudah lepas).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penggunaan simpul Bowline untuk mengikat harnes sudah tidak dianjurkan meskipun simpul ini aman dan masih sering digunakan untuk pembuatan jangkar pengaman/ anchor.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-7240425359955406150?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/7240425359955406150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=7240425359955406150' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/7240425359955406150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/7240425359955406150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/03/tali-temali-02.html' title='Tali temali - 02'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-1318577720395718100</id><published>2009-02-28T00:31:00.000+07:00</published><updated>2009-02-28T00:31:00.251+07:00</updated><title type='text'>Tali temali - 01</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Simpul dan Tali-temali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Simpul adalah ikatan pada tali atau tambang yang dibuat dengan sengaja untuk keperluan tertentu. Ikatan itu sendiri, khususnya yang digunakan pada saat Panjat Tebing, terbagi kedalam empat macam. Klik pada rantai tulisan bergaris bawah untuk keterangan dan gambar lebih jelas tentang beragam simpul dan cara membuatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PERINGATAN! Semua tutorial pembuatan simpul dan mekanisme teknis panjat memanjat enggak bisa dipelajari dari sekedar membaca artikel. Carilah nasehat profesional langsung dari para ahli karena kesalahan dalam pembuatan dan penggunaan bisa berakibat FATAL.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Simpul Pengunci/ Kancing (Stopper Knots):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;simpul yang dibuat untuk menghindari lepasnya ujung atau ekor tali dari ikatan yang berbentuk lingkaran pada tali tersebut. Dengan adanya simpul pengunci ini ujung tali akan terjerat/ terkunci sekiranya ekor tali tersebut akan terlepas/ keluar dari satu lubang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpul Penyambung (Bends):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sheet_bend_x2.gif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;simpul yang digunakan untuk menyambung dua tali/ tambang untuk menghasilkan tali gabungan yang lebih panjang. Simpul ini bisa digunakan juga pada dua tali yang ukuran diameternya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpul Melingkar (Loops):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti yang disebutkan oleh namanya, simpul yang satu ini membentuk satu lingkaran atau lebih, biasa juga disebut mata, dan umumnya dibuat pada bagian ekor tali/tambang. Simpul ini kuat dan sangat tidak mudah terlepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpul Pengikat (Hitches):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;simpul yang diikat pada benda atau objek lain, contohnya karabiner atau alat proteksi tradisional. Benda/ objek lain ini bisa juga tali/ tambang lain yang bukan digunakan untuk mengikat simpul ini (simpul tali yang diikatkan ke tali lain).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-1318577720395718100?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/1318577720395718100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=1318577720395718100' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/1318577720395718100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/1318577720395718100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/02/tali-temali-01.html' title='Tali temali - 01'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-3450670254222947871</id><published>2009-02-27T00:27:00.000+07:00</published><updated>2009-02-27T00:27:00.571+07:00</updated><title type='text'>Pembuatan Point Panjat - 8</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Catatan Tambahan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Sarung Tangan : Pergunakan sarung tangan karet selama bekerja dengan menggunakan silicon cair, resin dan pembuatan cetakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Hati-hati : jangan sampai resin ada yg tertumpah atau menetes kelantai karena tidak bias dibersihkan dengan baik, akan meninggalkan cacat, gak mau dong lantai bersih rumah jadi cacat karena ketetesan resin apa lagi meja bini yg dapet beli kreditan…hihihihi..bisa diamuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Ventilasi : Ingat, disini digunakan bahan kimia yg mengandung uap yang dapat mengganggu pernafasan, sebaiknya bekerja diruangan terbuka atau bervetilasi dan sirkulasi angin yg baik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;&amp;quot;;"&gt;Tips pembuatan cetakan silicon&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan bahan dan cara penggunaan yg tepat akan menghasilkan cetakan karet silicon yang baik dan lentur. Contoh bahan disini sangat direkomensadikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;De-Airing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bubbling atau gelembung yg terperangkap dalam adonan silicon cair sering kali menjadi kendala sehingga setelah kering dan menjadi cetakan karet silicon permukaan dalam cetakan tidak mulus dan juga bisa membuat karet cetakan agak sedikit cepat rusak karena dibadan cetakan karet silicon berongga, ini biasa terjadi bila pengadukan dan pencampuran adonan silicon cair secara manual alias menggunakan tangan, gelembung udara terperangkap dalam adonan. Ini bisa disiasati dengan memukul-mukul wadah pengaduk setelah selesai pengadukan dengan tujuan agar gelembung-gelembung udara yg terperangkap bisa naik dengan cepat sebelum adonan dituang kecetakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bahan ini adalah campuran dari bahan dasar dan pengering / pengeras yg akan mengembang saat pembuangan gelembung, maka pakailah wadah yg bisa menampung kira2 2 atau 3 kali lebih besar dari volume campuran yg akan dibuat Bahan silicon cair yg mempunya kekentalan rendah seperti Dow Corning HS III RTV high strength silicone rubber dan Dow Corning 3110 akan banyak cukup banyak mengembang sampai 5 kali volume asal, untuk bahan yg lebih kental seperti Silastic E, J, M-2, and L akan mengembang lebih sedikit kira 2 atau 3 volume awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thinners&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thinner dapat digunakan pada semua produk Dow Corning silicone moldmaking rubbers. Dow Corning 200 Fluid menjadi seperti thinner silicon yg belum dicampur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mold Life Extension&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan. Bahan 200 Fluid bagus sekali sebagai cairan untuk merawat permukaan cetakan karet silicon. Cairan resin akan membuat permukaan karet silicon pada cetakan akan mudah sekali kering yang bisa mengakibatkan permukaan karet retak2 atau bahkan rusak / sobek, dengan mengoleskan bahan 200 Fluid akan kembali melemaskan permukaan karet silicon cetakan, lalu diamkan semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena menggunakan bahan-bahan kimia perhatikan warning /peringatan yg biasanya tertera pada lebel yg biasanya ada dikemasan atau brosur ygmenyertai produk tersebut. Keep Alumilite out of the reach of children, do not take internally, and do not use in any way other than it’s intended use. Even though it has very little odor, we still recommend using Alumilite in a well ventilated area. Safety first!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mixing / Pencampuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melakukan pencampuran pastikan perbandingan setiap bahan diketahui dengan pasti biasanya setiap bahan resin perbandingannya adalah 1 : 1 berat / volume. Paling tidak buat campuran sedikitnya setengan ons untuk setiap bagiannya untuk memastikan keseimbangan campuran, Apabila membuat campuran kurang dari ¼ cangkir dicairan A dan ¼ cangkir dicairan B, makan perbandingannya tidak akan seimbang dan resin tidak akan mengeras. Takarlah setiap cairan dalam wadah berbeda baru kemudian disampurkan. Setelah cairan digabungkan langsung diadukmerata dengan baik dari dasar sampai permukaan. Sekitar 15 – 25 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah campuran resin dibuat, tuangkan kewadah cetakan karet silicon yg sudah disiapkan secara perlahan, dan sebaiknya dituangkan dari sisi pinggir agar gelembung-gelembung yg tercipta saat penuangan dapat keluar dengan baik. Jika cetakan berbentukbanyak lekukan dan agak besar, tuangkan secara bergantian sisi agar udara yg terperangkap dapat keluar dengan lancer, bias juga setelah penuangan cetakan sedikit diketuk=ketuk atau digoyang-goyangkan agar gelembung yg terperangkapdidasar cetakan dapat keluar dengan lancer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetakan Silicon &amp; Resin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempermudah pelepasan karet silicon dari box cetakan atau master “point”,dapat dipergunakan sedikit rubbing alcohol. Iniakan membuat karet silicon licin dan sangatmembantu saat pelepasan dari silicon dari box cetakan dan master “point” tetapi jangan lupa mengeringkannya lagi [dilap pakai tissue, jangan dengan lap basah] sebelum karet silicon yg sudah berupa cetakan sebelum dipakai untuk mencetak, itu sudah cukup untuk mempermudah pelepasan resin dari cetakan karet silicon setelah resin mengeras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pewarna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pewarna Alumilite’s coloring dyes dapat dicampaurkan pada Alumilite’s casting resins untuk mendapatkan warna yg diinginkan. Pewarna harus dicampur pada cairan A. Takan yg disarankan adalah sampai 5% dari berat cairan A, makinsedikit dipergunakan pewarna, maka warnanya akan semakin pucat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Tambahans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dipergunakan pasir pantai yg sudah diayak dan dibersihkan dengan cara mencuci dan dikeringkan dengan baik, pasir pantai ini gunanya untuk mendapatkan permukaan resin yg kasar dan kesat sehingga permukaan “point” akan seperti batu tebing aslinya. Pasirdapat dicampurkan pada cairan B setelah pewarnaan dan aduk dengan baik dan merata sampai kedasar wadah, perbandingannya adalah tidak lebih dari10% dari jumlah cairan A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur Resin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya resin bias bertahan tersimpan sampai 1 tahun dalam wadah tertutup. Resin akan tetap bias terpakai selama tidak tercampur antara cairan A &amp; B dan sebaiknya disimpan diruangan yg kering dan sejuk. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-3450670254222947871?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/3450670254222947871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=3450670254222947871' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/3450670254222947871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/3450670254222947871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/02/pembuatan-point-panjat-8.html' title='Pembuatan Point Panjat - 8'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-8311701683243886810</id><published>2009-02-26T00:00:00.000+07:00</published><updated>2009-02-26T00:00:00.365+07:00</updated><title type='text'>Bikin Pull Up Board</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Pull Up Board&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Untuk menunjang latihan fisik buat Climber, lebih baik kita punya Pull Up Training Board sendiri, ini barang kalo gak mo repot bisa dibeli di toko2 yg menyediakan perlengkapan kegiatan outdoor. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"   lang="SV"&gt;Ada banyak ukuraran dan model, ini ada beberapa contoh yg diambil dari beberapa website yg menjual barang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"   lang="SV"&gt;&lt;img class="alignnone" src="http://www.backcountrygear.com/images/EntrePetitTrainingboard.jpg" alt="" width="205" height="120" /&gt; &lt;img class="alignnone" src="http://www.metoliusclimbing.com/Pure%20Force%20-%20blue%20-%20grey.jpg" alt="" width="211" height="116" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"   lang="SV"&gt;&lt;img class="alignnone" src="http://media.rei.com/media/y/1119186.jpg" alt="" width="169" height="169" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"   lang="SV"&gt;&lt;img class="alignnone" src="http://www.rockclimbing.com/images/gear/products/4/9134-medium_2376L.jpg" alt="" width="191" height="200" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini yg dari kayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berhubung di Indonesia ini rada susah nyari barang kaya gitu, apa lagi untuk yang berdomilisi diluar kota2 besar, maka lebih baik kita sedikit berkreasi dengan membuat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini akan diilustrasikan bagaimana pembuatannya, tapi mari kita bahas dulu pengaplikasiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah nanti Pull Up Boardnya jadi, bisa dipasang di atasnya kusen pintu / pintu kamar dimana kita sering lewat atau yg jarang dilewatin orang banyak sekalipun itu dirumah kita sendiri. Contoh pemasangannya seperti ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada gambar kedua, itukan keliatan dasarnya adalah papan dan untuk pegangannya dari climbing hold atau disini lebih dikenal dengan istilah ”point”. Kalo emang gak mau repot yah bisa ajah beli point seperti itu atau pakai yg kita bikin sendiri [lihat artikel "Membuat Point Climbing"] tinggal dipasang dipapan dan di baut ke tembok diatas kusen pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seumpama mo sedikit repot / susah dapetin point / mo lebih irit, masri kita berkreasi dengan bahan besi siku / besi L, papan dan dyna bold.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan yg diperlukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Papan kayu keras [jangan kayu borneo, kalo bisa minimal dari kayu jati belanda / kayu nangka] dengan ketebalan minumal 15 mm supaya gak mudah patah / belah. Lebar 15 cm Panjang 50 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dyna Bold 7 cm, 5 buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Besi L / Besi Siku, Lebar 5 cm Panjang 45 cm Tebal 3 mm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kayu reng [kayu keras] à untuk membuat model lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan yang diperlukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Gergaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bor [mesin / tangan / manual sama ajah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mata Bor Kayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mata Bor Tembok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mata Bor Besi à untuk bolongin besi siku, kalo gak mau repot, bisa minta bolongin di tukang besi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kunci pass / Kunci Hex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara buat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Pastikan kayu yg dipilih adalah jenis kayu keras, seperti kayu jati, nangka, jati belanda, ulin atau sejenisnya&lt;br /&gt;  2. Kalau mau yg halus, papan bisa di serut dulu sebelum dipotong&lt;br /&gt;  3. Potong papan sepanjang 50 cm&lt;br /&gt;  4. Buat lubang di pojok kanan-kiri bagian atas untuk penempatan dynabold&lt;br /&gt;  5. Ambil besi L / Besi siku yg sudah dipotong sepanjang 45 cm, lalu dilubangi 3 buah tersebar merata disatu sisi, jangan melubangi terlalu dekat dengan ujung agar tidak mudah patah&lt;br /&gt;  6. Pasang besi L / besi siku yg sudah dilubangi tsb ke badan papan, lalu lubangi lagi papan sesuai dengan lubang yg ada di besi L / besi siku&lt;br /&gt;  7. Ukur posisi penempatannya di atas kusen pintu, lalu tandai titik-titik yang harus dilubangi&lt;br /&gt;  8. Lubangi tembok dengan menggunakan bor tembok, leboh baik sedikit lebih panjang dari panjang dynabold yang akan digunakan, tapi hati2 jangan sampai tembus tembok&lt;br /&gt;  9. Pasang dynabold-nya dan kencangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sebaiknya penempatan tinggi board sedikit lebih tinggi dari jangkauan terjauh dalam artian kita harus jinjit untuk meraih pegangannya dengan maksud supaya sewaktu melakukan pull up kita tidak perlu menekuk kaki terlalu banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi Tambahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunaan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif Design :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pull Up yng benar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berkarya dan berlatih..!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-8311701683243886810?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/8311701683243886810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=8311701683243886810' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/8311701683243886810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/8311701683243886810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/02/bikin-pull-up-board.html' title='Bikin Pull Up Board'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-5900814964711366149</id><published>2009-02-25T07:00:00.000+07:00</published><updated>2009-02-25T07:00:01.093+07:00</updated><title type='text'>5 Komponen Dasar Panjat Tebing</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;5 Komponen Dasar Panjat Tebing&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti halnya jenis olah raga lain, Panjat Tebing memerlukan tingkat fisik dan mental yang baik. Satu hal yang mungkin perlu diingat yaitu bahwa dari satu sisi panjat tebing terlihat sebagai satu olah raga yang bersifat mental, karena untuk menyelesaikan satu rute/problem kamu harus membuat strategi penyelesaian masalah (problem solving) dengan kombinasi tehnik yang baik. Disisi lain karena posisi pemanjat yang menggantung dan arah gerak/posisi tubuh yang berlawanan dengan daya gravitasi mereka perlu otot yang enggak lembek, yang ini lebih bersifat fisik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya mengkategorikan komponen dasar ini kedalam dua aspek:&lt;span id="more-70"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Komponen Fisik&lt;br /&gt;2. Komponen Non Fisik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang termasuk kedalam komponen fisik yaitu:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan&lt;br /&gt;Jangan menganggap bahwa kekuatan yang dimaksud disini yaitu sekedar kekuatan tangan. Pemanjat enggak manjat cuma dengan tanggannya mereka pake kaki, pake badan dan yang penting lagi mereka juga pake otak bo. Kekuatan ini cakupannya menyeluruh termasuk kekuatan tangan dan kaki (limp strength) dan kekuatan tubuh (core strength) yaitu perut, dada, punggung dan pinggang. Kekuatan ini sangatlah diperlukan ketika kamu mulai beranjak ke tingkat mahir yang biasa dimulai dengan pemanjatan dengan kesulitan rute 5.11 keatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya Tahan&lt;br /&gt;Daya tahan artinya kemampuan kamu untuk memanjat rute yang panjang tanpa terlalu banyak berhenti/ istirahat. Tentunya ini sangat mendominasi para pemanjat multi pitch. Training untuk ini jarang sekali dilakukan pada rute dengan kesulitan tingkat tinggi karena jika demikian maka akan cenderung ke training kekuatan dan bukannya daya tahan. Cukup dimulai dengan rute mudah dan terus dilanjutkan ke rute-rute yang tidak terlalu sulit untuk sekitar 15 menit sampe 45 menit (pemula) tanpa diselingi istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelenturan&lt;br /&gt;Meskipun wanita pada umumnya tidak sekuat pria, biasanya mereka lebih menonjol dalam bidang ini. Kelenturan bisa sangat menentukan apakah seseorang pemanjat dapat menyelesaikan satu rute tertentu atau tidak, karena itu janganlah disepelekan. Selalu lakukan pemanasan kemudian melenturkan tubuh (stretching) sebelum kamu memanjat. Kombinasi kelenturan dan kekuatan akan menjadikan alur gerak (fluidity) si pemanjat tampak indah, mudah (padahal sebetulnya sulit) dan mengesankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan komponen non fisik yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mental dan Sikap&lt;br /&gt;Yang dua ini harus selalu positif. Keadaan mental kamu akan menjelma menjadi sikap yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya suatu pemanjatan. Alasan-alasan seperti aku kayaknya enggak bisa, aku udah cape, rutenya bukan tipeku, rutenya untuk pemanjat yang badannya tinggi/ pendek dll merupakan contoh ketidak siapan mental. Hadapi semua rute/ problem dengan ucapan ” Saya akan coba sebaik mungkin!” Kalo kamu jatoh/ gagal coba lagi dan coba lagi, disinilah proses belajar memanjat tebing menuju kesempurnaan sampai kamu akhirnya berhasil menyelesaikan rute tsb tanpa jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tehnik&lt;br /&gt;Tehnik ini jangkauannya umum, bisa termasuk gabungan dari komponen fisik diatas. Namun kalo kita bicara tehnik biasanya enggak secara langsung berhubungan dengan otot karena itu saya kategorikan komponen ini ke non fisik. Tehnik ini didapat dari proses belajar yang enggak sebentar, makanya untuk belajar tehnik dengan cepat dan baik belajarlah langsung dari pemanjat pro yang sudah berpengalaman. Mereka biasanya bisa langsung menunjukan kelemahan dan kekurangan pemanjatan kamu. Kadang untuk belajar tehnik ini kamu harus melakukan gerakan-gerakan yang sama secara terus menerus sampai tubuh kamu hafal betul untuk mengeksekusi gerak tsb (biasa disebut engram: daya ingat tubuh dalam melakukan gerakan/posisi tertentu). Tehnik cakupannya luas termasuk keseimbangan dan perpindahan berat badan, posisi, pernafasan, gerak dinamik dan statik dll.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-5900814964711366149?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/5900814964711366149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=5900814964711366149' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/5900814964711366149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/5900814964711366149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/02/5-komponen-dasar-panjat-tebing.html' title='5 Komponen Dasar Panjat Tebing'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-6224758728230850110</id><published>2009-02-24T07:00:00.000+07:00</published><updated>2009-02-24T07:00:00.276+07:00</updated><title type='text'>Materi Pencinta Alam &amp; Ke”MAHESA”an</title><content type='html'>“Mahesa akhirnya memilih untuk menggunakan kalimat pencinta alam dengan harapan bisa memberikan kesejukan dan ketentraman bagi orang yang ada di sekitarnya didalam aktivitasnya sehari-hari sebagaimana yang dimaknakan dalam unsur kata cinta dan alam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Pencinta Alam Serta Perkembangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sejenak kita merunut dari belakang, sebetulnya sejarah manusia tidak jauh-jauh amat dari alam. Sejak zaman prasejarah dimana manusia berburu dan mengumpulkan makanan, alam adalah "rumah" mereka. Gunung adalah sandaran kepala, padang rumput adalah tempat mereka membaringkan tubuh, dan gua-gua adalah tempat mereka bersembunyi. Namun sejak manusia menemukan kebudayaan, yang katanya lebih "bermartabat", alam seakan menjadi barang aneh. Manusia mendirikan rumah untuk tempatnya bersembunyi. Manusia menciptakan kasur untuk tempatnya membaringkan tubuh, dan manusia mendirikan gedung bertingkat untuk mengangkat kepalanya. Manusia dan alam akhirnya memiliki sejarahnya sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;Ketika keduanya bersatu kembali, maka ketika itulah saatnya Sejarah Pecinta Alam dimulai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1492 sekelompok orang Perancis di bawah pimpinan Anthoine de Ville mencoba memanjat tebing Mont Aiguille (2097 m), dikawasan Vercors Massif. Saat itu belum jelas apakah mereka ini tergolong pendaki gunung pertama. Namun beberapa dekade kemudian, orang-orang yang naik turun tebing-tebing batu di Pegunungan Alpen adalah para pemburu chamois, sejenis kambing gunung. Barangkali mereka itu pemburu yang mendaki gunung. Tapi inilah pendakian gunung yang tertua pernah dicatat dalam sejarah.&lt;br /&gt;Di Indonesia, sejarah pendakian gunung dimulai sejak tahun 1623 saat Yan Carstensz menemukan "Pegunungan sangat tinggi di beberapa tempat tertutup salju" di Papua. Nama orang Eropa ini kemudian digunakan untuk salah satu gunung di gugusan Pegunungan Jaya Wijaya yakni Puncak Cartensz. Pada tahun 1786 puncak gunung tertinggi pertama yang dicapai manusia adalah puncak Mont Blanc (4807 m) di Prancis. Lalu pada tahun 1852 Puncak Everest setinggi 8840 meter ditemukan. Orang Nepal menyebutnya Sagarmatha, atau Chomolungma menurut orang Tibet. Puncak Everest berhasil dicapai manusia pada tahun 1953 melalui kerjasama Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Sherpa Tenzing Norgay yang tergabung dalam suatu ekspedisi Inggris. Sejak saat itu, pendakian ke atap-atap dunia pun semakin ramai.&lt;br /&gt;Di Indonesia sejarah pecinta alam dimulai dari sebuah perkumpulan yaitu "Perkumpulan Pentjinta Alam"(PPA). Berdiri 18 Oktober 1953. PPA merupakan perkumpulan Hobby yang diartikan sebagai suatu kegemaran positif serta suci, terlepas dari 'sifat maniak'yang semata-mata melepaskan nafsunya dalam corak negatif. Tujuan mereka adalah memperluas serta mempertinggi rasa cinta terhadap alam seisinya dalam kalangan anggotanya dan masyarakat umumnya. Sayang perkumpulan ini tak berumur panjang. Penyebabnya antara lain faktor pergolakan politik dan suasana yang belum terlalu mendukung sehingga akhirnya PPA bubar di akhir tahun 1960. Awibowo adalah pendiri satu perkumpulan pencinta alam pertama di tanah air mengusulkan istilah pencinta alam karena cinta lebih dalam maknanya daripada gemar/suka yang mengandung makna eksploitasi belaka, tapi cinta mengandung makna mengabdi. "Bukankah kita dituntut untuk mengabdi kepada negeri ini?."&lt;br /&gt;Sejarah pencinta alam kampus pada era tahun 1960-an. Pada saat itu kegiatan politik praktis mahasiswa dibatasi dengan keluarnya SK 028/3/1978 tentang pembekuan total kegiatan Dewan Mahasiswa dan Senat Mahasiswa yang melahirkan konsep Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). Gagasan ini mula – mula dikemukakan Soe Hok Gie pada suatu sore, 8 Nopember 1964, ketika mahasiswa FSUI sedang beristirahat setelah mengadakan kerjabakti di TMP Kalibata. Sebenarnya gagasan ini, seperti yang dikemukakan Soe Hok Gie sendiri, diilhami oleh organisasi pencinta alam yang didirikan oleh beberapa orang mahasiswa FSUI pada tanggal 19 Agustus 1964 di Puncak gunung Pangrango. Organisasi yang bernama Ikatan Pencinta Alam Mandalawangi itu keanggotaannya tidak terbatas di kalangan mahasiswa saja. Semua yang berminat dapat menjadi anggota setelah melalui seleksi yang ketat. Sayangnya organisasi ini mati pada usianya yang kedua. Pada pertemuan kedua yang diadakan di Unit III bawah gedung FSUI Rawamangun, didepan ruang perpustakaan. Hadir pada saat itu Herman O. Lantang yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa FSUI. Pada saat itu dicetuskan nama organisasi yang akan lahir itu IMPALA, singkatan dari Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam.&lt;br /&gt;Setelah bertukar pikiran dengan Pembantu Dekan III bidang Mahalum, yaitu Drs. Bambang Soemadio dan Drs. Moendardjito yang ternyata menaruh minat terhadap organisasi tersebut dan menyarankan agar mengubah nama IMPALA menjadi MAPALA PRAJNAPARAMITA. Alasannya nama IMPALA terlalu borjuis. Nama ini diberikan oleh Bpk Moendardjito. Mapala merupakan singkatan dari Mahasiswa Pencinta Alam. Dan Prajnaparamita berarti dewi pengetahuan. Selain itu Mapala juga berarti berbuah atau berhasil. Jadi dengan menggunakan nama ini diharapkan segala sesuatu yang dilaksanakan oleh anggotanya akan selalu berhasil berkat lindungan dewi pengetahuan. Ide pencetusan pada saat itu memang didasari dari faktor politis selain dari hobi individual pengikutnya, dimaksudkan juga untuk mewadahi para mahasiswa yang sudah muak dengan organisasi mahasiswa lain yang sangat berbau politik dan perkembangannya mempunyai iklim yang tidak sedap dalam hubungannya antar organisasi. Dalam tulisannya di Bara Eka 13 Maret 1966, Soe mengatakan bahwa :&lt;br /&gt;“Tujuan Mapala ini adalah mencoba untuk membangunkan kembali idealisme di kalangan mahasiswa untuk secara jujur dan benar-benar mencintai alam, tanah air, rakyat dan almamaternya. Mereka adalah sekelompok mahasiswa yang tidak percaya bahwa patriotisme dapat ditanamkan hanya melalui slogan-slogan dan jendela-jendela mobil. Mereka percaya bahwa dengan mengenal rakyat dan tanah air Indonesia secara menyeluruh, barulah seseorang dapat menjadi patriot-patriot yang baik”&lt;br /&gt;Para mahasiswa itu, diawali dengan berdirinya Mapala Universitas Indonesia, membuang energi mudanya dengan merambah alam mulai dari lautan sampai ke puncak gunung. Mapala atau Mahasiswa Pecinta Alam adalah organisasi yang beranggotakan para mahasiswa yang mempunyai kesamaan minat, kepedulian dan kecintaan dengan alam sekitar dan lingkungan hidup. Sejak itulah pecinta alam pun merambah tak hanya kampus (Kini, hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia memiliki mapala baik di tingkat universitas maupun fakultas hingga jurusan), melainkan ke sekolah-sekolah, ke bilik-bilik rumah ibadah, sudut-sudut perkantoran, lorong-lorong atau kampung-kampung. Seakan-akan semua yang pernah menjejakkan kaki di puncak gunung sudah merasa sebagai pecinta alam.&lt;br /&gt;Dan organisasi pencinta alam pun merambah MAHESA sejak awal berdirinya. Dimulai dari puncak Gunung Bawakaraeng (2.830 Mdpl) pada tanggal 20 Mei 2007(Disepakati sebagai hari jadi MAHESA), oleh 9 orang pendiri Mahasiswa Ekonomi Program Reguler Sore UNHAS (Bintang Hidayat, Hastomo, Fajrul Iman Ibrahim, Apriansyah, Ahmad Nasarudin, Asriadi, Muh.Hisyam, Suhardiman Sultan, dan Armawan Abdullah) yang disetujui oleh M.Arfan yang pada waktu itu menjabat sebagai Ketua BEM Fakultas Ekonomi Reguler Sore UNHAS(yang di kemudian hari karena bersimpatik ikut bergabung dengan MAHESA dalam Angkatan I), kemudian disusul dengan deklarasi yang diadakan di Puncak Gunung Bulusaraung (1.200 mdpl) pada tanggal 09 September 2007. Dalam perjalanan kali ini ikut serta Arnan Maulana, Seorang Simpatisan (yang kemudian ditetapkan sebagai Simpatisan Pendiri). Pada periode pertama Bintang Hidayat ditetapkan sebagai ketua umum MAHESA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAPALA, Konsekuensi yang harus dihadapi dari sebuah konsistensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diharapkan dengan mengikuti sebuah organisasi bernama MAPALA? Banyak memandang sebelah mata pada organisasi ini dan terkadang mengatakan bahwa kegiatannya hanya bersifat hura-hura yang menghabiskan uang. Suara itu semakin santer terdengar bila ada pemberitaan mengenai kecelakaan yang dialami oleh anggota Mapala pada waktu melakukan kegiatan di alam.&lt;br /&gt;Dalam sebuah diskusi (mengutip dalam artikel Kompas, Minggu 29 Maret 1992) kegiatan Mapala dapat dikategorikan sebagai olahraga yang masuk ke dalam kaliber sport beresiko tinggi. Kegiatannya meliputi mendatangi puncak gunung tinggi, turun ke lubang gua di dalam bumi, hanyut berperahu di kederasan jeram sungai deras, keluar masuk daerah pedalaman yang paling dalam dan lainnya. umumnya kegiatan Mapala berkisar di alam terbuka dan menyangkut lingkungan hidup. Jenis aktifitas meliputi pendakian gunung (mountaineering), pemanjatan (climbing), penelusuran gua (caving), pengarungan arus liar(rafting), penghijauan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Tak ayal lagi bahwa kegiatan ini beresiko tinggi dan setiap anggotanya harus memahami konsekuensi resiko yang dihadapi dengan bergabung dengan organisasi ini. Resiko yang paling berat adalah cacat fisik permanen dan bahkan kematian. Untuk bisa mempersiapkan diri menghadapi resiko yang tinggi ini, dibutuhkan kesiapan mental, fisik dan skill yang memadai. Berbagai macam latihan dan pengalaman terjun langsung ke alam dapat meminimalisir resiko yang akan dihadapi. Tapi, diluar semua itu masih ada yang lebih berwenang untuk menentukan hidup dan mati seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAPALA, Pencinta alam atau Petualang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua nama, pencinta alam dan petualang seolah-olah merupakan satu kesatuan utuh yang tidak bisa di pisahkan antara keduanya. Namun kalau dilihat secara etimologi kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia akan nampak kelihatan bahwa keduanya tidak ada hubungan satu sama lainnya. Dalam KBBI, pecinta (alam) ialah orang yang sangat suka akan (alam), sedangkan petualang ialah orang yang suka mencari pengalaman yang sulit-sulit, berbahaya, mengandung resiko tinggi dsb. Dengan demikian, secara etimologi jelas disiratkan dimana keduanya memiliki arah dan tujuan yang berbeda, meskipun ruang gerak aktivitas yang dipergunakan keduanya sama, alam. Dilain pihak, perbedaan itu tidak sebatas lingkup “istilah” saja, tetapi juga langkah yang dijalankan. Seorang pencinta alam lebih populer dengan gerakan enviromentalisme-nya, sementara itu, petualang lebih aktivitasnya lebih lekat dengan aktivitas-aktivitas Adventure-nya seperti pendakian gunung, pemanjatan tebing, pengarungan sungai dan masih banyak lagi kegiatan yang menjadikan alam sebagai medianya.&lt;br /&gt;Kini yang sering ditanyakan ketika kerusakan alam di negeri ini semakin parah dimanakah pencinta alam? begitupun dengan para petualang yang menggunakan alam sebagai medianya. Bahkan Tak jarang aktivitas “mereka” berakhir dengan terjadinya tindakan yang justru sangat menyimpang dari makna sebagai pecinta alam, misalkan terjadinya praktek-paktek vandalisme. Inilah sebenarnya yang harus di kembalikan tujuan dan arahnya sehingga jelas fungsi dan gerak merekapun bukan hanya sebagai ajang hura-hura belaka. keberadaaan mereka belum mencirikan kejelasan arah gerak dan pola pengembangan kelompoknya. Jangankan mencitrakan kelompoknya sebagai pecinta alam, sebagai petualang pun tidak. Aktivitas mereka cenderung merupakan aksi-aksi spontanitas yang terdorong atau bahkan terseret oleh medan ego yang tinggi dan sekian image yang telah terlebih dulu dicitrakan, dengan demikian banyak diantara para “pencinta alam” itu cuma sebatas “gaya” yang menggunakan alam sebagai alat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAHESA, Environmental+Intelektualis+Adventurer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini di mana degradasi lingkungan dirasa semakin parah, maka peran pencinta alam sangat penting untuk membantu melestarikan lingkungan. Untuk melengkapi perannya sebagai duta lingkungan hidup, MAHESA sebagai organisasi pencinta alam yang Notabene anggotanya adalah seorang Mahasiswa, dituntut pula untuk mengupgrade ilmu dan pengetahuan dan minat serta niat yang tulus untuk selalu belajar, menambah pengetahuannya bukan hanya hal-hal yang menyangkut tentang outdoor skill tetapi juga harus ber-etika dan ber-intelektual. Karena seorang anggota MAHESA notabene juga adalah seorang Mahasiswa(yang berintelek), seorang anggota MAHESA dituntut bukan hanya menguasai skill tentang outdoor activities, tetapi juga haruslah sebagai mahasiswa yang rasionalis, analitik, kritis, universal, dan sistematis. MAHESA sadar dibutuhkan sisi Intelektual untuk menjembatani dan melengkapi sisi environmental dengan sisi adventurer.&lt;br /&gt;MAHESA sebagai organisasi intelektual dengan gerakan enviromentalisme bermental adventure yang berjuang keras dalam menjaga keseimbangan alam ini sebagai satu gerakan untuk masa depan akan lebih berarti tindakannya dengan komitment dan loyalitas yang tinggi dari anggotanya. Sebuah harapan untuk mengembalikan keseimbangan alam ini, perbedaan pola fikir dan arah gerak environment dengan adventurer dijembatani oleh sisi intelektualis para anggotanya yang merupakan spesialisasi dan menjadi ciri dari MAHESA yang memahami pentingnya menjaga, memelihara, melindung serta melestarikan alam Tanah Air tercinta ini dan melakukannya secara aman dan tertib.. bukanlah suatu kemustahilan ketiga sisi tersebut bersatu untuk masa depan lingkungan hidup Indonesia sehingga terciptanya lingkungan hidup yang seimbang, stabil dan bermanfaat bagi kehidupan sekarang dan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-6224758728230850110?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/6224758728230850110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=6224758728230850110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/6224758728230850110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/6224758728230850110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/02/materi-pencinta-alam-kemahesaan.html' title='Materi Pencinta Alam &amp; Ke”MAHESA”an'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-1172260489657516323</id><published>2009-02-23T09:00:00.000+07:00</published><updated>2009-02-23T09:00:00.835+07:00</updated><title type='text'>12 KEBIASAAN DARI BEBERAPA SURVIVOR YANG SUKSES</title><content type='html'>Dalam suatu krisis, beberapa orang akan terbebani. Sebagian ada yang menyerah untuk berharap, mengapa? Laurence Gonzales mempelajari ratusan dari kasus-kasus yang menunjukkan sesuatu dengan tepat mengenai sikap dan strategi dari beberapa orang yang menolak untuk mati.&lt;br /&gt;Saya telah mempelajari beberapa kecelakaan selama kurang lebih 30 tahun. Pertama, sebagai pilot yang juga wartawan, saya berkonsentrasi pada kecelakaan pesawat terbang. Kemudian, ketika ketertarikan saya beralih pada paddling, climbing dan travelling ke tempat-tempat terpencil, saya mulai mempelajari beberapa kecelakaan yang terjadi pada kegiatan alam terbuka. Silahkan Anda sebut saya sebagai orang yang tidak berperasaan, tetapi bagi saya membaca laporan kecelakaan-kecelakaan tersebut seperti membaca komedi bisu (bisu, karena orang-orangnya sebagian besar meninggal). Saya mencari pengertian mengapa beberapa orang meninggal dengan cepatnya dalam keadaan survive ini. Secara mengejutkan, saya menemukan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;kengerian yang sama pada beberapa orang yang bertahan hidup dalam keadaan sulit yang sangat ekstrim, kasus-kasus ini saya sebut “deep survival.” Pada dasa warsa dan beberapa abad, terpisah melalui budaya, geografi, ras, agama dan tradisional, beberapa survivor yang sukses menunjukkan pola yang sama dari pikiran dan tindak tanduk yang mengarah pada transformasi keagamaan yang sama dalam mempertahankan hidup mereka. Satu kali kamu pernah melewati hujan salju, kapalmu karam atau kamu tersesat di hutan atau tanganmu terjepit saat boulder, sebagian besar menyangkut mental, berikut adalah cerita yang berhubungan dengan hal tersebut di atas, sebagian besar adalah kisah sebenarnya yang pernah dialami oleh beberapa survivor yang berhasil kembali dari perjalanan yang hampir membuat mereka mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ATURAN PENYELAMATAN DIRI DALAM KEADAAN BERBAHAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PERCAYA DIRI&lt;br /&gt;Orang yang dapat menyelamatkan diri tidak terjebak pada perangkap ketakutan yang mematikan, yaitu ketakutan yang tidak termobilisasi atau penyangkalan terhadap ketakutan. Banyak orang yang seharusnya selamat dalam tragedi World Trade Center pada tanggal 11 September 2001 tewas, karena mereka hanya diam dengan patuh untuk menunggu pertolongan dan bukan berusaha untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Dan banyak diantara mereka yang dikuasai rasa panik. Panik disini tidak selalu berarti berlari kesana-kemari dengan menjerit-jerit, namun bisa berarti diam dengan tidak melakukan apapun . Para penyelidik kecelakaan pesawat sering menemukan bahwa para penumpang ternyata ditemukan mati dengan keadaan masih terikat erat di tempat duduk mereka. Orang yang dapat menyelamatkan diri sebaliknya menyadari keadaan mereka, “Saya benar-benar dalam keadaan yang membahayakan diri saya dan saya akan berusaha untuk menyelamatkan diri saya.”&lt;br /&gt;Dalam lima menit pertama sejak kecelakaan terjadi, sang korban dipenuhi dengan pemikiran-pemikiran yang penting. Presepsi dan fungsi kognitif seseorang yang dapat menyelamatkan diri berada dalam tingkat yang tinggi saat ia menghadapi bahaya. Dengan dipacu oleh ancaman atas nyawanya, seseorang yang dapat menyelamatkan diri mengetahui keadaan sekitar mereka sampai ke hal-hal yang terkecil, selain itu merekapun meyakini naluri mereka. Joe Simpson, seorang pemanjat tebing dari Inggris yang baru saja menjejakkan kaki di gunung berketinggian 21.000 kaki di negara Peru, terjatuh dan mengalami patah kaki. Hal pertama yang muncul dalam benaknya adalah mungkin dia hanya keseleo. Tetapi beberapa saat kemudian dia berkata pada dirinya sendiri,”Kakiku patah, aku akan mati.” Orang yang dapat menyelamatkan dirinya tidak menyangkal kebenaran. Hanya dengan menyadari luka yang dia alami, Simpson mampu untuk menjalani tantangan yang mengerikan di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. TETAP TENANG&lt;br /&gt;Dalam keadaan yang kritis, orang yang dapat menyelamatkan diri tidak dikuasai oleh rasa takut tapi mereka akan memanfaatkan rasa takut tersebut. Rasa takut yang mereka rasakan seringkali berubah menjadi rasa marah yang akan memotivasi mereka dan membuat mereka dapat berpikir dengan cerdik. Aron Ralston, seorang pemanjat gunung yang harus memotong tangannya untuk melepaskan diri dari batu besar yang telah menjepitnya di sebuah lembah celah di Utah, semula menjadi panik dan membantingkan tubuhnya ke batu yang telah menjepit tangannya. Tapi dia segera berhenti melakukan hal tersebut dan menarik nafas panjang untuk kemudian memperhatikan pilihan-pilihan yang dia miliki. Dia menghabiskan waktu hingga lima hari untuk dapat meyakinkan dirinya untuk menentukan apa yang harus dia lakukan untuk dapat menyelamatkan dirinya. Seseorang yang dapat menyelamatkan dirinya sangat mneyadari bahwa mereka harus tetap tenang. Mereka harus berusaha menghindar dari emosi ingin memberontak yang terlalu meluap-luap.&lt;br /&gt;Dan dengan menghadapi keadaan genting, mereka juga dapat mengatasi penderitaan yang mereka rasakan dengan baik. Dalam buku In Touching The Void, Joe Simpson mengungkapkan penderitaan yang dia hadapi di Peru. Dia menulis bahwa dia dapat “menyesuaikan diri dengan rasa sakit terus menerus yang dia rasakan” yang disebabkan oleh kakinya yang terluka dan patah yang menjadi penghalang baginya untuk dapat menuruni gunung tersebut. James Stockdale, seorang pilot tempur yang ditembak jatuh di Vietnam dan menghabiskan waktu delapan tahun di Hanoi Hilton, julukan bagi camp penjaranya, yakin bahwa “dengan membiasakan diri dengan rasa sakit” adalah alat yang paling penting bagi orang yang dapat menyelamatkan dirinya, “Anda harus mengalami rasa sakit. Tidak boleh ada kata tidak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. BERPIKIR, MENGANALISA, MERENCANAKAN&lt;br /&gt;Orang yang harus menyelamatkan diri dalam jangka panjang dengan cepat akan mengorganisir, menentukan rutinitas yang harus mereka lakukan dan menetapkan disiplin. Dalam kelompok orang-orang yang sedang menyelamatkan diri, akan muncul seorang pemimpin. Seorang yang menyelamatkan diri seorang diri seringkali mengisahkan bahwa mereka mendengar sebuah suara yang mengendalikan situasi mereka. Sementara fenomena mendengar suara dapat mengindikasikan turunnya kondisi mental di dalam kedaan tertentu, hal tersebut juga mudah dijelaskan dalam dua fungsi otak : emosi dan akal. Dalam kasus-kasus tertentu dengan bahaya yang sangat fatal, emosi seringkali mengambil alih. Tapi seorang yang dapat menyelamatkan diri mengesampingkan emosi dan membiarkan akal yang bekerja dan mereka membuat diri mereka menjadi dua pribadi yang berbeda dimana mereka akan melaksanakan ide yang menurut mereka masuk akal.&lt;br /&gt;Steve Callahan, seorang pelaut dan pembuat kapal, sedang dalam pelayaran tunggal di samudera Atlantik di tahun 1982 saat kapalnya tiba-tiba mengalami masalah dan mulai tenggelam. Terombang ambing selama 76 hari di atas sebuah sekoci seluas lima kaki, dia melakukan pelayaran penyelamatan dirinya dengan dipimpin oleh seorang “kapten” yang memberi perintah kepadanya dan menjaganya di saat dia sangat membutuhkan air minum. Bahkan saat dia ingin memberontak. “Kapten”nya dengan rutin melatih “kru” tersebut. Sehingga dalam kendali yang sangat ketat ini dia mampu menyingkirkan pikiran bahwa situasinya tidak mempunyai harapan. Dia harus terombang-ambing sejauh 1800 mil di dataran Karibia dan mengambil langkah-langkah pertama yang harus dilakukan dengan pikiran yang jernih dalam mencapai penyelamatan dirinya, juga menganalisa situasinya dan memformulasikan perencanaan yang akan dia jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. MENGAMBIL TINDAKAN&lt;br /&gt;Orang yang menyelamatkan diri mau mengambil resiko untuk menyelamatkan diri mereka dan orang lainnya. Namun mereka pun berani dan menyadari apa yang akan mereka lakukan.&lt;br /&gt;Callahan tidak mengerti mengapa kapalnya yang kecil tiba-tiba dipenuhi dengan air, mungkin terbentur oleh ikan paus. Tapi saat kapal tersebut mulai tenggelam dia tidak hanya diam memandang kapalnya dengan rasa tidak percaya. Dengan mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan diri, dia masuk ke dalam kabin yang gelap dan telah dipenuhi air untuk dapat mengambil barang-barangnya yang berharga. Dia muncul kembali dengan membawa “tas alat-alat darurat” berisi survival gear dan sleeping bag nya yang basah, dimana jika tanpa alat-alat tersebut dia tidak dapat menyelamatkan dirinya.&lt;br /&gt;Lauren Elder, adalah satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan pesawat di dataran tinggi Sierra, California. Terdampar di puncak dengan ketinggian 12.000 kaki, dengan satu lengan yang patah, dia dapat melihat lembah Saint Joaquin di bawahnya, tapi dia terpisah oleh alam liar yang luas dan tebing es yang menyeramkan.&lt;br /&gt;Dengan hanya mengenakan rok panjang, sebuah kemeja, dan sepatu boot dengan hak setinggi dua inci, dia merangkak “dengan kedua tangan dan kakinya” seperti yang dia katakan kemudian, ”menjaga keseimbangan di antara lempengan es, meninju dengan tangan dan kakinya.”&lt;br /&gt;Dia harus memanjat tebing selama 36 jam, suatu hal yang tampak mustahil baginya. Namun Elder hanya memikirkan batu yang didepannya selangkah demi selangkah. Orang yang dapat menyelamatkan dirinya dapat memecahkan apa yang mereka lakukan setahap demi setahap sesuai dengan apa yang dapat mereka lakukan.&lt;br /&gt;Merekapun terobsesi untuk dapat melakukannya dengan baik (Elder selalu menguji terlebih dahulu setiap pijakan yang akan dia lewati sebelum dia melangkah maju dan sering mengambil waktu untuk beristirahat. Orang yang dapat menyelamatkan diri berusaha hanya membuat sedikit kekeliruan. Mereka hanya melakukan apa yang sesuai dengan kekuatan mereka dalam waktu tertentu dari jam ke jam dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. RAYAKAN KEBERHASILAN ANDA&lt;br /&gt;Orang yang dapat menyelamatkan diri akan mendapatkan sukacita yang luar biasa dengan pencapaian yang mereka raih, sekecil apapun itu. Hal tersebut dapat menghindarkan mereka dari rasa putus asa yang mematikan dan menjaga mereka untuk terus termotivasi. Sukacita juga melepaskan diri mereka dari stuasi yang mengancam yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Elder berkata bahwa saat telah berhasil menuruni lereng es pertama, dia memandang ke atas lereng tersebut dan hampir tidak percaya atas apa yang telah dia lakukan, dia berkata pada dirinya sendiri, ”Lihat apa yang telah kamu lakukan.” Saya berseru keras hingga terdengar hingga ke lereng di bawah saya. Bahkan dengan lengannya yang patah, Elder merasakan rasa senang yang luar biasa menjadi teman setianya dalam perjalanannya untuk menyelamatkan dirinya. Hitunglah apa yang kamu miliki, kamu masih tetap hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. JADILAH ORANG YANG MENYELAMATKAN BUKAN MENJADI KORBAN&lt;br /&gt;Orang yang menyelamatkan diri selalu melakukan hal yang sama bagi orang lain, bahkan jika orang tersebut berada ratusan mil jauhnya. Saat penulis Antone de Saint Exupery terdampar di gurun Libya setelah pesawat ekspedisinya mengalami kerusakan mesin, dia memikirkan apa yang akan terjadi dengan istrinya jika dia menyerah dan tidak kembali.&lt;br /&gt;Yossi Ghinsberg seorang pendaki gunung kebangsaan Israel, tersesat di hutan Bolivia lebih dari dua minggu setelah terpisah dengan teman-temannya. Dia berhalusinasi bahwa dia ditemani seorang wanita cantik yang selalu menemaninya setiap malam dalam perjalanannya. Apapun yang dia lakukan, dia lakukan bagi wanita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. MENIKMATI PERJALANAN UNTUK MENYELAMATKAN DIRI&lt;br /&gt;Nampaknya hal ini bertolak belakang dengan keadaan yang ada, namun dalam situasi yang paling sulitpun, orang yang dapat menyelamatkan dirinya menemukan sesuatu yang dapat dinikmati, sesuatu yang dapat dia lakukan. Penyelamatan diri dapat berarti penantian yang membosankan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Elder tertawa terbahak-bahak saat dia menyadari betapa dia takut bahwa seseorang akan melihat ke dalam roknya saat dia memanjat tebing. Bahkan saat kapal Callahan tenggelam, dia hanya berhenti tertawa saat dia harus menyelipkan pisau di mulutnya saat harus menaiki rakit seperti seorang bajak laut.&lt;br /&gt;Uji coba yang dilakukan dengan bermain dalam kedaan yang genting juga akan menghasilkan penemuan dan penemuan akan menghasilkan teknik atau strategi yang baru yang akan menyelamatkan anda. Saat melewati tebing yang hampir vertikal di Peru, Joe simpson menciptakan irama saat dia mengayunkan kapaknya, menjatuhkan tangannya yang lain ke atas permukaan es dan lalu melakukan lompatan yang mengerikan dengan kakinya yang masih sehat. “Saya dengan cermat terus mengulang pola irama tersebut,” tulisnya, “Saya mulai merasa terlepas dari keadaan di sekeliling saya.”&lt;br /&gt;Menyanyi, membayangkan permainan, mengingat puisi, menghitung dan mencoba menemukan solusi matematika yang sulit, akan membuang rasa jenuh karena menunggu dan akan membuat situasi jadi lebih menyenangkan, bahkan saat ada rasa takut yang mengancamnya. Di dalam penjaranya, James Stockdale menulis, ”Orang yang melewati tragedi seperti ini dengan banyak puisi yang dapat diingat adalah orang yang mempunyai karunia.”&lt;br /&gt;Orang yang dapat menyelamatkan diri mengatur masa kritis yang dia alami hampir seperti seorang olahragawan dengan olahraga yang dia tekuni. Mereka terikat pada jimat-jimat. Mereka menemukan hal yang hanya dirasakan oleh seorang yang ahli, “zona” dimana emosi dan akal saling seimbang untuk menghasilkan satu tindakan yang dapat berubah-rubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. MELIHAT KEINDAHAN&lt;br /&gt;Orang yang menyelamatkan diri terpesona dengan keajaiban dunia mereka, khususnya saat menghadapi bahaya kematian. Ungkapan kekaguman akan keindahan, perasaan terpesona, membuka kesadaran akan keadaan di sekitar mereka (saat anda terpesona oleh sesuatu yang indah, pupil mata anda akan membesar). Debbie Kiley dan empat orang lainnya terombang ambing di lautan Atlantik, setelah kapal mereka tenggelam dalam badai pada tahun 1982. Mereka tidak mempunyai persediaan makanan, tidak mempunyai air minum dan dapat saja mati. Dua orang diantara mereka meminum air laut dan mulai menjadi gila. Ketika salah seorang dari mereka melompat dari papan ke laut, segera dia dimakan oleh ikan hiu di bawah papan mereka. Kiley merasa jika dia memandang terus ke laut, maka diapun dapat menjadi gila, maka dia berkata pada dirinya sendiri, “Lihat ke langit, disana tampak sangat indah.”&lt;br /&gt;Saat pesawat Saint Exupery terjatuh di gurun, dia menyadari bahwa dia dalam bahaya, namun dia berkata dalam hati : ”Disini kita berada, akan mati, namun kematian tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan yang saya rasakan. Sukacita yang saya dapat dari setengah buah jeruk yang saya genggam adalah sukacita yang terbesar yang pernah saya rasakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. MENYERAHKAN DIRI&lt;br /&gt;Ya, anda pasti akan mati. Dalam kenyataanya, anda akan mati, semua orang akan mati walaupun mungkin tidak harus hari ini. Di hari ketiga saat dia terjepit di dalam jurang, Ralston telah kehabisan makanan dan air minum dan dia tahu bahwa dia akan mati jika dia tidak dapat melepaskan dirinya. Namun hal tersebut membawanya menjadi tenang bukan menjadi merasa menderita. “Saya menerima kematian dengan rasa damai,” katanya. Dalam berbagai cara, fase perjalanan penyelamatan bersama berhubungan dengan tahap-tahap kematian dijelaskan dalam buku yang terkenal On Death and Dying (Dalam Menghadapi Kematian) ditulis oleh Elizabeth Kublerloss adalah penyangkalan, kemarahan, penawaran, depresi, dan penerimaan. Hanya dengan menerima kematian, banyak orang yang menyelamatkan diri mengatakan bahwa mereka mampu untuk berjuang dan bertahan hidup. Salah seorang psikolog dalam hal penyelamatan diri menyebutkan “Menyerahkan tanpa menyerah. Penyelamatan diri dilakukan oleh orang yang menyerahkan diri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. YAKIN BAHWA ANDA AKAN BERHASIL&lt;br /&gt;Dalam perjalanan tahap selanjutnya, orang yang menyelamatkan diri mendapat semangat dari keyakinan bahwa dia akan selamat. “Selama dua hari berakhir pada saat saya terjepit di jurang,” kenang Aron Ralston, “Saya merasa sebuah energi yang sangat meningkat memasuki diri saya walaupun waktu itu saya telah kehabisan makanan dan minuman.” Segera setelah itu, dia menemukan kekuatan untuk memotong tangannya yang telah mati. Elder juga menemukan kekuatan ketika waktu terus berjalan : ”Saat itu seolah-olah saya telah mendapatkan energi yang tidak ada batasnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. LAKUKAN APAPUN YANG PERLU DILAKUKAN&lt;br /&gt;Elder memanjat dan menuruni tebing es dan batu karang tanpa alat-alat dan pengalaman. Simpson menyeret kakinya yang patah sejauh bermil-mil untuk kembali ke posnya. Ralston memotong tangannya sendiri untuk membebaskan dirinya. Orang yang menyelamatkan diri memiliki apa yang disebut para psikolog sebagai pengetahuan-meta: Mereka mengetahui kemampuan mereka, dan tidak merendahkan atau melebih-lebihkannya. Mereka yakin bahwa segala seuatu adalah mungkin dan karena itu mereka harus bertindak.&lt;br /&gt;Mereka seringkali mengucapkan sebuah mantera untuk menolong mereka, saat Yossie Ghinsberg hilang di hutan Bolivia, ia menuliskan,”Ketika saya putus asa, saya membisikkan mantera di telinga saya ”Lelaki sedang beraksi, lelaki sedang beraksi, “ saya tidak tahu darimana saya mendapatkan kata-kata tersebut…saya ulangi terus kata-kata tersebut : ‘Seorang lelaki yang beraksi dapat melakukan apapun yang harus dia lakukan dengan tidak takut dan khawatir.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. TIDAK PERNAH MENYERAH&lt;br /&gt;Saat kantung oksigen Apollo 13 meledak dalam perjalanannya ke bulan pada tahun 1970, tampaknya kru yang ada dalam pesawat itu berada di ambang kematian. Komandan James Lovell memutuskan untuk terus menyampaikan semua data ke pusat kendali bahkan jika pesawat tersebut terbakar dalam perjalanan pulang. Callahan, Elder, Ghinsberg, Kiley, Ralston, Saint Exupery, Simpson, Stockdale –semuanya sama-sama menentukan dan mengetahui kebenaran akhir ini – jika kamu tetap hidup, masih ada yang dapat kamu lakukan.&lt;br /&gt;Orang yang menyelamatkan diri tidak mudah dilemahkan oleh kemunduran. Saat mereka merasa bimbang, mereka akan mendorong diri mereka untuk melakukan sebuah proses dari awal kembali. Mereka menjaga diri mereka untuk tetap bersemangat dengan mengembangkan sebuah alternatif yang diciptakan dari daya ingatan yang kaya, dimana mereka dapat menyelamatkan diri. Mereka melihat kesempatan dalam kesengsaraan. Dalam keadaan yang buruk, orang yang dapat menyelamatkan diri dapat belajar dan menyukai uji coba yang mereka alami. Elder mengatakan, ”Saya tidak akan menjual perjalanan yang saya alami dengan apapun. Bahkan kadang-kadang saya merindukannya. Saya merindukan kejelasan dalam mengetahui dengan tepat apa yang harus saya lakukan selanjutnya.”&lt;br /&gt;Mereka yang dapat menyelamatkan diri dari bahaya dunia ini, baik itu dalam permainan, bisnis ataupun perang, melalui penyakit atau tragedi akan melakukannya melalui suatu perubahan. Tetapi hal tersebut tidak muncul begitu saja saat dibutuhkan. Hal tersebut muncul dari pengalaman seumur hidup, sikap dan tindakan yang kita lakukan yang membentuk kepribadian seseorang, pusat dimana kekuatan yang dibutuhkan bersumber. Pengalaman penyelamatan diri adalah anugerah yang tidak dapat dibandingkan, dan akan menunjukkan siapa sebenarnya anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-1172260489657516323?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/1172260489657516323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=1172260489657516323' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/1172260489657516323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/1172260489657516323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/02/12-kebiasaan-dari-beberapa-survivor.html' title='12 KEBIASAAN DARI BEBERAPA SURVIVOR YANG SUKSES'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-1851405122004125835</id><published>2009-02-23T00:33:00.000+07:00</published><updated>2009-02-23T00:34:48.719+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Simpul dan Tali-temali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Simpul adalah ikatan pada tali atau tambang yang dibuat dengan sengaja untuk keperluan tertentu. Ikatan itu sendiri, khususnya yang digunakan pada saat Panjat Tebing, terbagi kedalam empat macam. Klik pada rantai tulisan bergaris bawah untuk keterangan dan gambar lebih jelas tentang beragam simpul dan cara membuatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PERINGATAN! Semua tutorial pembuatan simpul dan mekanisme teknis panjat memanjat enggak bisa dipelajari dari sekedar membaca artikel. Carilah nasehat profesional langsung dari para ahli karena kesalahan dalam pembuatan dan penggunaan bisa berakibat FATAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Simpul Pengunci/ Kancing &lt;strong&gt;(Stopper Knots)&lt;/strong&gt;:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.apparent-wind.com/knots/figure-eight/fe14.gif" border="0" /&gt;&lt;span id="more-61"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;simpul yang dibuat untuk menghindari lepasnya ujung atau ekor tali dari ikatan yang berbentuk lingkaran pada tali tersebut. Dengan adanya simpul pengunci ini ujung tali akan terjerat/ terkunci sekiranya ekor tali tersebut akan terlepas/ keluar dari satu lubang tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Simpul Penyambung (Bends):&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://catros.files.wordpress.com/2007/03/sheet_bend_x2.gif" title="Tautan langsung ke berkas"&gt;&lt;img src="http://catros.files.wordpress.com/2007/03/sheet_bend_x2.thumbnail.gif?w=128&amp;amp;h=128" alt="sheet_bend_x2.gif" width="128" height="128" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;simpul yang digunakan untuk menyambung dua tali/ tambang untuk menghasilkan tali gabungan yang lebih panjang. Simpul ini bisa digunakan juga pada dua tali yang ukuran diameternya berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Simpul Melingkar (Loops):&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.johnbiggar.com/images/tying-figure-8-two-loops-knot.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;seperti yang disebutkan oleh namanya, simpul yang satu ini membentuk satu lingkaran atau lebih, biasa juga disebut mata, dan umumnya dibuat pada bagian ekor tali/tambang. Simpul ini kuat dan sangat tidak mudah terlepas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Simpul Pengikat (Hitches):&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://images.google.co.id/url?q=http://www.ruckus.org/albums/album26/hitches.gif&amp;amp;usg=__xBQc3hnwb7gp9t0jWU7cEhQnkX0=" border="0" width="422" height="518" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;simpul yang diikat pada benda atau objek lain, contohnya karabiner atau alat proteksi tradisional. Benda/ objek lain ini bisa juga tali/ tambang lain yang bukan digunakan untuk mengikat simpul ini (simpul tali yang diikatkan ke tali lain).&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-1851405122004125835?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/1851405122004125835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=1851405122004125835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/1851405122004125835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/1851405122004125835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/02/simpul-dan-tali-temali-simpul-adalah.html' title=''/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-3900790274330189198</id><published>2009-02-23T00:18:00.001+07:00</published><updated>2009-02-23T00:20:27.705+07:00</updated><title type='text'>Teknik Survival</title><content type='html'>&lt;div class="posttitle"&gt;      &lt;h2&gt;Teknik Survival - DIKTAT&lt;/h2&gt;           &lt;/div&gt;                &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Guna bertahan hidup di dalam situasi sulit, kita harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan dasar kita dari apa saja yang tersedia di sekitar kita. Maka dari itu perlu penguasaan teknik-teknik &lt;em&gt;survival&lt;/em&gt;, diantaranya teknik membuat api, teknik membuat &lt;em&gt;shelter&lt;/em&gt;, teknik membuat &lt;em&gt;trap&lt;/em&gt;, teknik mendapatkan air, teknik membuat jejak dan isyarat.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1. Api&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Api tidak hanya berfungsi untuk memasak bahan makanan saja, tetapi juga berfungsi untuk menjaga suhu tubuh kita. Selain itu dengan perapian kita dapat terhindar dari berbagai binatang. Binatang buas yang takut terhadap api antara lain : serigala, harimau, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span lang="IN"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Untuk &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;menghangatkan tubuh, panas api akan lebih efektif menghangatkan tubuh jika kita membuat beberapa api kecil daripada membuat satu api besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perapian yang baik haruslah diatur sedemikian rupa sehingga kayu dapat terbakar secara merata. Dengan penyusunan perapian yang baik dapat memberikan berbagai fungsi. Selain untuk menghangatkan tubuh, memasak, juga dapat dijadikan alat penghalau binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan perapian yang baik, diperlukan kayu/bahan yang kering dan mudah terbakar. Perapian yang baik biasanya dimulai dari ranting-ranting kecil untuk dijadikan fire starter. Untuk selanjutnya dapat dilanjutkan dengan kayu-kayu yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan api selain menggunakan alat khusus (korek api/pematik), juga dapat dilakukan dengan cara tradisional. Seperti menggesek-gesekan bahan kering dengan bahan kering lainnya. Letak keberhasilan pembuatan api tradisional yaitu dalam bentuk batang dan jenis bahan/kayu serta cara yang dilakukannya.&lt;br /&gt;Teknik Membuat Api&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga api adalah tahap awal dalam pembuatan api. Selanjutnya ialah mengusahakan untuk menangkap bunga api dengan kawul atau ranting dan daun kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mematik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini dilakukan dengan membenturkan atau menggesekan dua benda keras. Dapat dilakukan dengan dua benda yang sejenis ataupun dengan dua benda yang berbeda jenis. Cara yang dapat digunakan bermacam-macam, yang penting adalah dapat menimbulkan bunga api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu caranya adalah dengan memaku kayu bidang datar hingga yang tampak bagian kepalanya saja. Kemudian gesekan/benturkan batu atau logam ke arah kepala paku tersebut. Gesekan dengan sedikit ditekan dan agak cepat hingga menimbulkan bunga api. Kemudian bunga api tersebut dapat ditangkap dengan sabut kering dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gergaji Api (Fire Saw)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini membutuhkan tenaga yang cukup besar dan kuat. Cara ini memanfaatkan efek panas akibat gesekan kayu. Metodanya seperti menggergaji kayu dengan kayu lainnya, sehingga menimbulkan bunga api. Biasanya kayu yang digunakan berbeda antara kayu satu dengan kayu yang lainya. Kayu yang dipilih adalah kayu yang empuk sehingga tidak terlalu sulit dalam melakukan penggergajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fire Thong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fire Thong adalah cara mendapatkan api dari sehelai kulit kayu atau rotan kering yang ditarik menyilang di atas sepotong kayu atau rotan kering. Kulit rotan tersebut dililitkan pada sebatang pohon yang empuk, lalu ditarik oleh tangan kanan dan kiri secara bergantian. Pada bagian bawahnya diberi sabut, kawul, atau dedaunan kering yang siap menangkap bunga api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Shelter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shelter ditujukan untuk melindungi survivor dari pengaruh alam, seperti panas, hujan, angin, dan dingin. Perlindungan ini dapat dibangun dari bahan-bahan yang sengaja dibawa ataupun dari bahan-bahan yang tersedia di alam (kayu, dedaunan, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan shelter adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Jangan membangun shelter di tempat yang riskan tergenang air (banjir), seperti di tepi sungai. Walaupun tempat itu terlihat bersih dan kering, akan sangat berbahaya apabila datang hujan.&lt;br /&gt;   2. Usahakan dalam pembuatan shelter tidak dibawah pohon yang berdahan rapuh atau di bawah pohon kelapa. Karena dapat membahayakan jika dahan rapuh atau buah kelapa itu jatuh menimpa shelter kita.&lt;br /&gt;   3. Tidak di tempat yang dicurigai sebagai sarang binatang buas atau sarang nyamuk/serangga. Karena dapat mengganggu kenyamanan beristirahat.&lt;br /&gt;   4. Bahan pembuat shelter harus kuat dan pengerjaannyapun sebaik-baiknya, karena akan mempengaruhi dalam kenyamanan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh barang bawaan yang dapat dijadikan shelter adalah ponco ataupun plastik berukuran kurang lebih 2×2 meter. Karena shelter yang dibangun dari ponco atau plastik kurang sempurna, maka dari itu selain memperhatkan empat hal diatas, perlu memperhatikan arah angin bertiup. Sehingga arah angin bertiup dapat dihalau oleh shelter yang kita bangun. Contoh bentuk shelter dapat dilihat melalui gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar bivak alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk lain dari alam yang bisa dimanfaatkan sebagai shelter yaitu gua, lekukan tebing/batu yang cukup dalam, lubang-lubang dalam tanah, dan sebaginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila memilih gua harap diyakini bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gua tersebut bukan merupakan sarang binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gua tersebut tidak mengeluarkan gas beracun. Cara klasik mengetahuinya yaitu dengan menggunakan obor. Apabila obor dapat terus menyala di dalam gua, berarti gua tersebut aman dari gas beracun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gua tersebut terbebas dari bahaya longsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Trap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keterampilan yang mendukung dalam melakukan kegiatan survival adalah keahlian membuat trap. Trap ini digunakan survivor untuk menangkap binatang untuk diambil dagingnya untuk dimakan. Membuat trap kadangkala memerlukan bahan lainya, seperti : karet, kawat, tali, dan sebagainya. Maka dari itu barang-barang tersebut tersedia di dalam survival kit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembuatan trap, hendaknya diketahui hewan apa saja yang biasa lewat atau tinggal di daerah itu. Dengan mengetahui hewan apa yang akan ditangkap, kita dapat menyesuaikan jenis trap apa yang akan dibuat. Perlu diingat bahwa trap akan sia-sia jika binatang yang telah terperangkap dapat meloloskan diri. Maka dari itu pembuatan trap biasanya dalam bentuk yang sederhana tetapi mempunyai kekuatan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trap sangat banyak jenis dan macamnya, karena dalam pembuatan trap tergnatung kepada kreasi survivor. Kita akan membahas lima jenis trap yang sering digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Trap Menggantung (Hanging Snare)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkap model menggantung ini biasanya memanfaatkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Kelenturan dahan pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Patok yang diberi lekukan dan dihubungkan dengan tali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Tali laso yang lalu menghubungkan dahan pohon yang lentur dengan patok, sehingga apabila laso goyang maka tali pada patok akan lepas dan dahan pohon akan menarik, hingga akhirnya tali akan menjerat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkap ini ditujukan untuk menangkap binatang yang cukup besar seperti : kelinci, ayam, bebek, dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Trap Tali Sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk binatang yang berukuran kecil, seperti burung dapat digunakan perangkap tali sederhana yang diletakan di atas tanah ataupun digantung. Tali laso yang telah diberi umpan diikatkan pada dahan pohon atau batu yang berat. Sehingga apabila hewan telah terjerat, tidak bisa pergi kemana-mana lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Trap Lubang Penjerat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkap ini adalah modifikasi dari perangkap tali dan perangkap lubang. Perangkap ini terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Tali laso yang diikatkan pada dahan pohon yang kuat dan diletakan mendatar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Lubang perangkap yang digali, kedalamannya disesuaikan dengan hewan yang akan ditangkap. Mulut lubang disamarkan dengan dedaunan dan laso diletakan di atas dedaunan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Diberi umpan di atas dedaunan, ditengah laso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Trap Menimpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkap lain yang ditujukan untuk menangkap binatang kecil lainya adalah perangkap menimpa. Perangkap ini memanfaatkan berat kayu untuk menindih. Model ini dikenal dengan nama Deadfall Snare. Yang diperlukan dalam pembuatan perangkap ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Batang pohon besar ditumpukan pada kayu pohon lainya yang saling menopang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Kayu pohon penopang yang saling berhubungan dengan batang pohon besar dan jika salah satu tersenggol, maka yang lain akan jatuh dan menimpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Umpan yang diletakan dekat dengan kayu pohon penopang dan apabila tergerak, maka kayu pohon penopang akan bergeser sehingga batang pohon besar akan jatuh menimpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kombinasi Trap Lubang dengan Trap Menimpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkap ini merupakan kombinasi bentuk lubang perangkap dan perangkap menimpa. Perangkap ini terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Batang pohon besar untuk menimpa mangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Kayu pohon yang saling menopang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Umpan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Lubang perangkap lengkap dengan samarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kerjanya hampir sama dengan trap menimpa, tetapi ketika mangsa tertimpa batang, ia akan langsung masuk ke lubang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.4 Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air merupakan kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan manusia akan air lebih besar daripada kebutuhan manusia akan makanan. Manusia bisa bertahan hidup kurang lebih sepuluh hari tanpa makanan. Tetapi tanpa air menusia akan sulit bertahan lebih dari tiga hari. Oleh karena itu kebutuhan akan air mutlak didapatkan oleh survivor. Untuk mendapatkan air, survivor harus pandai dalam menganalisis medan disekitarnya, mencari apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan air. Manusia memerlukan air setidaknya seperempat liter sehari untuk minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah hutan tropis, sebenarnya tidak sulit untuk mendapatkan air. Kita bisa mendapatkan air dari sungai, mata air dan selokan kecil, genangan air di cekungan batu, dan sebagainya. Tetapi pertanyaannya apakah air tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan metabolisme manusia? Maka dari itu perlu pengetahuan dalam mencari air untuk diminum dan dimasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan sumbernya, air dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu air langsung dan air tak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air langsung berarti air bersih yang dianggap aman untuk diminum saat itu juga. Contoh air yang langsung dapat diminum adalah : air sungai, mata air, air hujan yang telah ditampung, dan lain lain. Air langsung mempunyai ciri fisik yang bersih, jernih, tidak berwarna, dan tidak berbau. Kecuali air yang ditemukan melalui buah atau tumbuh-tumbuhan, seperti buah kelapa.Tetapi air langsung belum tentu juga dapat diminum sekaligus. Karena dikhawatirkan bahwa air itu telah tercemar pupuk kebun penduduk, pestisida, atau bahan kimia lainya. Maka dari itu sebaiknya diteliti dengan seksama terlebih dahulu sebelum meminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air tak langsung adalah air yang digolongkan menjadi air yang masih memerlukan proses untuk diminum. Sumbernya terdapat di selokan kecil, genangan air, atau dari tumbuh-tubuhan seperti kantung semar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui sumber air sangat penting, karena kita dapat memprioritaskan air mana yang akan kita simpan di tempat minum untuk diminum dan air mana yang akan kita simpan di tempat air lain untuk mencuci bahan makanan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, seorang survivor akan lebih merasa percaya diri apabila meminum air dari mata air daripada meminum air yang ditemukan dari genangan air di bebatuan. Karena dari fisiknya memang air dari mata air memang lebih jernih. Sedangkan air dari genangan belum tentu jernih dan biasanya terdapat sarang serangga yang bertelur di genangan air itu. Maka lebih baik air itu dipakai untuk keperluan lain selain diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tak kalah penting adalah perasaan yakin akan kebersihan air yang akan kita minum. Karena perasaan tidak yakin akan kebersihan air yang kita minum akan memberikan sugesti dan menjadikan gangguan kepada diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Air langsung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan survival :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila turun hujan ketika sedang ber-survival, maka sebaiknya kesempatan ini dipergunakan sebaik-baiknya untuk menampung air sebanyak-banyaknya. Untuk menampung air hujan, kita dapat memanfaatkan daun yang lebar, bambu, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman rambat dan rotan banyak dijumpai di pegunungan dan hutan rimba. Pilihlah tanaman rambat (akar gantung) yang masih segar. Lalu potonglah bagian bawah dari tanaman itu agar air yang terkandung di bagian atas tanaman dapat menetes ke bagian bawah, lalu air yang menetes ditampung di penampungan. Setelah itu baru potong bagian atasnya dengan jarak saru sampai satu setengah meter dari bagian bawahnya. Tanaman rambat ini dapat ditemukan di pohon-pohon besar. Dan satu pohon dapat diambil beberapa tanaman rambat. Sebenarnya air yang didapat dari tanaman rambat ini sedikit, tetapi cukup untuk membasahi tenggorokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Air sungai dan mata air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan air sungai yang d hutan dapat langsung diminum. Tetapi harap diteliti sebelumnya, apakah di sekitar sungai itu terdapat pembuangan kotoran atau limbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Air kelapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air kelapa merupakan penghapus dahaga yang baik. Air kelapa yang baik adalah kelapa yang masih muda. Biasanya satu buah kelapa berisi air sebanyak hampir satu liter. Usahakan apabila kita meminum air kelapa, harus yang masih baru atau kelapa hasil memetik sendiri. Karena apabila kelapa yang sudah terjatuh biasanya telah tua dan airnya tidak enak dan terkadang bau. Bahkan kemungkinan kelapa yang sudah jatuh adalah bekas makanan bajing, maka disangsikan kebersihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Kondensi Tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain dalam medapatkan air adalah dengan memanfaatkan kondensi tanah. Hal ini memanfaatkan uap air tanah dan kemudian ditampung di suatu tempat. Caranya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Galilah tanah dengan kedalaman kira-kira setengah meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gelarlah plastik untuk menutupi lubang tersebut. Dan ujung-ujungnya ditahan, agar plastik tersebut menutup lubang dengan rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Beri pemberat di tengah plastik agar plastik agak menjorok ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sebelumnya letakan wadah penampung air di tengah –tengah lubang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Biarkan seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Air tidak langsung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah sumber air yang dapat kita manfaatkan tetapi harus kita dibersihkan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Lubang air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang berada di tempat ini biasanya bercampur dengan lumpur, potongan ranting atau dedaunan. Untuk memanfaatkannya kita perlu membersihkan dedaunan di permukaan air dengan cara dipungut langsung. Setelah itu diendapkan beberapa saat agar air tidak bercampur dengan lumpur. Setelah itu kita dapat melakukan proses penyaringan. Proses ini akan diterangkan lebih lanjut dimuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Air yang menggenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang menggenang dapat dimanfaatkan setelah dilakukan proses penyaringan. Air ini biasanya terdapat di saluran selokan yang telah mengering, celah antara batu karang, cekungan tanah/batu, atau tunggul-tunggul pohon yang telah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah cara menyaring air :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dengan kaos berlapis. Lebih baik apabila kaos itu berwarna putih, sehingga apabila kotor dapat terlihat dan dapat dibersihkan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dengan cara melewatkan air ke dalam rongga bambu yang telah dipotong di kedua ujungnya. Di dasar bambu diberi penyaring seperti kerikil, ijuk, rumput kering atau daun kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air keruh juga dapat dimanfaatkan setelah dilakukan proses pengendapan selama dua puluh empat jam di tempat bersih. Apabila air yang telah diendapkan masih telihat atau terasa kotor, maka dapat dilakukan proses penyaringan beberapa kali. Tetapi cara yang paling aman untuk mendapatkan air bersih adalah setelah dibersihkan lalu air dimasak sampai masak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain untuk mendapatkan air bersih adalah dengan membersihkan air yang keruh dengan mencampurkan zat-zat pembersih air yang dapat kita dapatkan di toko kimia. Cara itu sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Campurkan tablet Halazone dengan air dan tunggu sepuluh sampai lima belas menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Campurkan dua hingga tiga tetes Iodine dengan seperempat liter air. Air dapat dimanfaatkan setelah tiga puluh menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Campurkan beberapa butir garam abu permanganate dengan air secukupnya. Reaksi sterilisasi dapat dilihat kira-kira dalam tiga puluh menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Campurkan bubuk pembersih (AGS) yang dijual di pasaran dengan air secukupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.5 Jejak dan Isyarat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh seorang survivor untuk terlepas dari keadaan survival adalah membuat jejak dan isyarat. Dengan harapan bahwa ada tim SAR yang akan menerima dan mengerti pesan kita. Dan akhirnya kita dapat terselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat jejak dan isyarat memerlukan tekhnik tertentu agar tim SAR dapat mengerti maksud dari jejak dan isyarat yang kita buat. Bahkan ada beberapa sandi internasional untuk memberikan pesan dengan menggunakan media tertentu atau bahasa tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda yang biasa digunakan sebagai kode isyarat pertolongan adalah dari barang-barang yang berwarna mencolok dari daerah di sekitarnya, agar mudah terlihat. Atau dapat digantungkan di pucuk pohon tertinggi agar SAR udara dapat mengidentifikasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lainya adalah dengan menjemur pakaian yang berwarna mencolok di batu-batuan sungai. Cara ini dinilai efektif karena biasanya tim SAR akan menyisir daerah sungai untuk mencari korban.&lt;br /&gt;Maka dari itu dalam melakukan perjalanan ke hutan, sebaiknya kita membawa barang atau pakaian yang warnanya mencolok seperti warna kuning dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-3900790274330189198?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/3900790274330189198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=3900790274330189198' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/3900790274330189198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/3900790274330189198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/02/teknik-survival_23.html' title='Teknik Survival'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-7533381654248552948</id><published>2009-02-22T22:40:00.001+07:00</published><updated>2009-02-22T23:18:58.639+07:00</updated><title type='text'>Kesehatan Perjalanan dan P2GD</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(0, 0, 0);font-size:14;" &gt;1. Pengertian Kesehatan Perjalanan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kesehatan perjalanan dapat diartikan sebagai hal-hal yang mencakup keadaan kesehatan pada waktu melakukan perjalanan. Tujuannya adalah untuk mencapai keadaan sesehat-sehatnya selama dan sesudah melakukan perjalanan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Faktor fisik, mental, dan daya tahan tubuh merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan untuk melakukan sebuah perjalanan. Untuk mencapai keadaan yang baik dalam melakukan sebuah perjalanan, dibutuhkan pengetahuan-pengetahuan yang mendukung, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengetahuan Tentang Kesehatan Perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita melakukan perjalanan, kita harus sudah dapat mengetahui resiko apa saja yang mungkin akan dihadapi di dalam perjalanan. Jenis penyakit atau kecelakaan setidaknya sudah diperkirakan, kita dapat melakukan persiapan perjalanan lebih matang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengetahuan Tentang Perlengkapan Perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlengkapan dan perbekalan yang akan dibawa di dalam suatu perjalanan, haruslah seefektif mungkin. Jangan sampai ada perlengkapan atau perbekalan yang benar-benar tidak berguna di dalam sebuah perjalanan, sehingga hanya merepotkan perjalanan kita saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 3. Pengetahuan Tentang P2GD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempersiapkan pengetahuan dan peralatan P2GD, diharapkan kita dapat mengatasi kesulitan selama perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Faktor Pendukung Kesehatan Perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan perjalanan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Persiapan Fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisik yang menunjang dalam kegiatan alam bebas memang tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Latihan fisik harus dilakukan secara teratur dan intensif dengan intensitas yang terukur. Karena tanpa kondisi fisik yang memadai, penggiat alam bebas tidak akan dapat melakukan kegiatannya dengan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengkontrol tingkat kebugaran fisik dapat dilakukan dengan menghitung denyut nadi setelah melakukan latihan fisik. Cara menghitungnya adalah dengan menjumlahkan denyut nadi yang dihitung selama 6 detik setelah latihan selesai, kemudian jumlahnya dikalikan 10 untuk mendapatkan denyut nadi maksimal dalam 1 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Persiapan Mental&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor mental adalah faktor yang menyeimbangkan faktor fisik sehingga tujuan perjalanan kita dapat berjalan sesuai rencana. Latihan fisik yang baik akan membantu mengembangkan mental, rasa percaya diri, dan kepekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi yang baik akan dapat pula meningkatkan mental. Kegiatan yang memakai tenaga fisik secara berlebihan sebaiknya dihindari. Terutama bagi seseorang yang pernah memiliki penyakit yang berhubungan dengan fungsi susunan syaraf pusat, seperti epilepsi (ayan), gangguan kejiwaan, dan cedera kepala berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengertian P2GD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P2GD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) ialah suatu usaha untuk mencegah akibat suatu kecelakaan menjadi berakibat lanjutan yang lebih parah. Jadi tindakan P2GD bukanlah semata-mata berarti memberikan pengobatan hingga selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan P2GD akan sangat penting kepada para penggiat alam bebas. Karena kegiatan di alam terbuka, di dalam situasi apapun, selalu mengandung resiko mengalami berbagai macam kecelakaan, tergantung kepada jenis kegiatan yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan P2GD perlu memperhatikan hal pokok berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Jangan panik&lt;br /&gt;   2. Perhatikan pernafasan korban&lt;br /&gt;   3. Hentkan pendarahan&lt;br /&gt;   4. Perhatikan tanda shock dan patah tulang&lt;br /&gt;   5. Jangan berikan makanan dan minuman pada korban yang tidak sadar&lt;br /&gt;   6. Jangan memindahkan korban sebelum mengetahui dengan pasti apa saja yang diderita oleh korban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tanda-tanda vital yang harus segera di cek terhadap korban adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Mendengar denyut jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada anak dan laki-laki dewasa, letakan telinga kita pada dada kiri tengah. Pada wanita dewasa, dengarkan di bawah payudara kiri. Denyut jantung normal berkisar antara 70-80 denyutan per menit. Pada anak-anak denyut jantung akan lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Meraba denyut nadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini dapat dilakukan dengan cara meletakan jari telunjuk, tengah dan manis pada pergelangan tangan. Bila tidak terasa , raba pada samping kiri dan kanan leher. Bila sudah terasa, hitunglah jumlah denyutannya selama 15 detik, kemudian kalikan 4 untuk perhitungan satu menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denyut nadi yang normal untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Laki-laki : 54-70 denyutan per menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Perempuan : 75-80 denyutan per menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Anak-anak : 82-180 denyutan per menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memeriksa pernafasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memeriksa pernafasan dilakukan dengan cara mendekatkan punggung tangan atau pipi ke hidung korban. Rasakan adakah aliran udara dari hidungnya. Supaya lebih terasa, punggung tangan dapat dibasahi terlebih dahulu oleh air atau alkohol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gangguan Kesehatan di Alam Bebas dan Pertolongannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Gangguan Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya gangguan kesehatanterhadap alat tibuh yang fital seperti susunan pernafasan, susunan syaraf pusat dan sistem peredaran darah, tidak berdiri sendiri. Tetapi berhubungan antara satu dengan yang lainya. Karena sistem alat tubuh merupakan sistem alat kerja yang terkait. Berikut beberapa keadaan yang merupakan keterkaitan gangguan tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pingsan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pingsan bisa ditimbuikan oleh berbagai sebab. Antara lain karena berdiri di terik matahari, perut kosong, kurang darah, kelelahan, ketakutan, terkena benturan, dan sebagainya. Pingsan yang disebabkan oleh hal yang urnum bisa ditangani dengan prinsip membaringkan penderila di tempat yang teduh dan datar dengan kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya. Kendorkan pakalan yang ketat; atau yang menekan bagian-bagian tubuh. Kompreslah kopala dengan air dingin dan rangsanglah dengan bebauan. Bila penderita muntah, letakan kepalanya dalam kedudukan miring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syok adalah keadaan dimana sistem peredaran dalam tubuh terganggu, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan akan oksigen dan bahan lain yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala yang tampak pada penderita syok adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Kesadaran menurun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Korban gelisah atau diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Kulit terasa dingin, lembab dan pucat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Bibir korban teriihat pucat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Ada keluhan haus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) Korban merasa mual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) Terlihat lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h) Mengantuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i) Mata terlihat hampa, tidak bercahaya dan manik mata rnulai melebar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j) Pernafasan tidak teratur dan cepat (lebih dari 140 kali/menit), kemudian melemah, lambat dan menghilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip tindakan penanganan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Baringkan korban dengan kepala lebih rendah dari bagian tubun lainnya, kecuali syok disebabkan oleh geger otak atau patah tulang kepala.&lt;br /&gt;   2. Tarik lidah korban keluar, bersihkan mulut dan hidung dari sumbatan.&lt;br /&gt;   3. Selimuti tubuh korban.&lt;br /&gt;   4. Hentikan pendarahan, bila ada.&lt;br /&gt;   5. Perhatikan penyebab syok (pertolongan penyebab yang mungkin dilakukan sebelum membawa korban ke rumah sakit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kejang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejang adalah keadaan dimana olot-otot dalam keadaan kontraksi mendadak secara terus menerus di luar kesadaran dan kebiasan normal. Penyebab kejang otot :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Adanya rangsangan yang kuat dan lama, baik fisik maupun psikis (ancaman, rasa ngeri, dan lain-lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Kehabisan tenaga, misalnya orang yang bekerja di luar batas kemampuan, tanpa istirahat cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Aliran darah yang tidak mencukupi, baik pada bagian-bagian tubuh lokal akibat sumbatan, penyempitan atau tekanan pada pembuluh darah, maupun secara keseluruhan, misalnya tubuh mengalami kekurangan darah akibat pendarahan atau anemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertolongan terhadap orang yang keiang akibat kelelahan (kram) dapat dilakukan dengan memijat otot yang kram tersebut. Dan kemudian dapal diberi minuman air yang mengandung garam (misalnya oralit). Air garam ini dapat diminum sebelum, selama, maupun sesudah melakukan kegiatan yang menguras tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pendarahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendarahan yang terus menerus dapat menimbulkan syok, karena kehilangan banyak darah. Unluk itu pendarahan harus segera dihentikan. Penghentian pendarahan dapat dilakukan dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Memberi tekanan langsung di tempat pendarahan dengan setumpuk kassa steril, balut dan tekan. Dan letakkan bagian yang luka lebih tinggi dari jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Memberi tekanan pada tempat-tempat tertentu dengan prinsip memberi aliran ke luka yaknl denqan memberi penekanan pada pembuluh nadi yang mengaliri darah ke luka. Hal ini bisa ditempuh melalui penekanan dengan jari pada pembuluh nadi kecil, atau dengan tourniquet pada pembuluh nadi besar misal pada paha dan lengan atas. Pada pasien yang diberi tourniquet, setiap 10 menil tourniquet harus dikendorkan tiap 30 detik. Yang penting sambil melakukan penanganan itu semua kita harus memantau tanda-tanda adanya syok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Luka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Luka tertutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka tertutup adalah luka dimana kulit korban tetap utuh. Terjadi karena trauma benda tumpul yang membuat kerusakan pada jaringan dibawah kulit. Perlukaan semacam ini tampak sebagai benjolan (benjut, contusio), atau bila disertai pendarahan dari luar akan nampak kebiru-biruan (hematoma). Tindakan perlolongan yang dapat dilakukan pada jenis luka ini adalah dengan di kompres dengan es atau air dingin dan kalau perlu diberi balut penekan. Pembengkakan sebaiknya diberi salep lasonil, dioleskan tebal ditempat terjadinya pembengkakan. Jika luka telah menjadi hematoma, kompreslah dengan air hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. luka terbuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan yang periu dilakukan untuk mengatasi luka terbuka adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Luka lecet : bersihkan dengan diberi desinfektan, tutup luka dengan kassa steril yang bersih dan kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Luka iris : bersihkan luka oengan antiseptik dan di plester, diusahakan tepi luka tertutup. Pada luka besar biasanya digunakan kassa steril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Luka tusuk : perlu .diperhatikan letak luka terutama bila mengenai alat-alat dalam. Tutup luka dengan kassa steril yang dibasahi dengan cairan steril, gunakan Snelverband. Bila luka tusuk mengenai perut. Jangan diberi minum maupun makanan apapun. Cukup basahi mulut korban dengan air, dan sacepatnya dibawa ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Luka hancur : pasang tpumiauet pada baian luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Patah Tulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok-pokok penanganan patah tulang adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pertolongan pertama, mengatasi keadaan darurat, dengan menghentikan pendarahan, mengatasi syok, menghilangkan penghalang pemafasan.&lt;br /&gt;   2. Immobilisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Immobilisasi dilakukan untuk membatasi gurak pada bagian tubuh dimana patah tulang terjadi, sehingga mencegah tertusuknya otot dan kulit oleh fragman tulang, dan juga mengurangi rasa sakit. Tindakan immobilisasi dilakukan dengan memasangkan bidai pada bagian dicurigai mengalami palah tulang. |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secepatnya pasien paiah tulang dibawa ke rumah sakit, usahakan gerakan penderita seminimal mungkin. Jangan dilakukan reposisi oleh selain petugas medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dislokasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dislokasi adalah terlepasnya sebuah sendi dari tempat yang seharusnya. Pokok penanganan poda kasus dislokasi adalah reposis secepatnya. Bila merasa tidak yakin terhadap tindakan reposisi yang dilakukan, misalnya karena takut memperparah kondisi korban, lakukan immobilisasi secepatnya dan bawa pasien ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dislokasi rahang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahang ditekan ke bawah dengan kedua ibu jari yang telah dibalut. Ibu jari diletakan di bagian geraham yang paling belakang. Tekanan ini harus mantap tetapi pelan-pelan. Dengan itu jari-jari lain mengangkat dagu keatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dislokasi jari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarik ujung jari kuat-kuat tetapi tidak disentakkan. Sambil menarik, sendi yang terlepas ditekan dengan ibu jari dan telunjuk sampai kembali letaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Mountain Rescue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Henti nafas dan Cardiac Arrest&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan susunan pernafasan ditandai dengan frekuensi pernafasan yang berupa kesulltan bematas sampai tidak bemafas. Gangguan ini disebabkan oleh tersumbatnya jalan nafas, lemah atau kejang olot-otot pernafasan, menghisap asap atau gas beracun. Gangguan pernafasan yang disertai gangguan kesadaran merupakan keadaan gawat. Bila dalam lima menit korban tidak dapat benafas, maka tubuhnya akan kekurangan oksigen. Akibal selanjutnya dapat terjadi gangguan pada fungsi otak dan jantung. Tindakan pertolongan pada korban gangguan pernafasan adalah dengan memberikan pernafasan buatan dan bila terdapat gangguan peredaran darah dapat dilakukan pijat jantung luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cara pemberian pernafasan buatan dan pijat jantung luar, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Metode pernafasan buatan Holger-Nielsen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Metode Silvester&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Metode pernafasan buatan dari mulut ke mulut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terlentangkan korban, angkat lehernya, sehingga kepalanya terdorong ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Buka mulut korban dan bersihkan dari kotoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Letakan mulut penolong pada mulut korban sambil memijit-mijit hidung korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tiup kuat-kuat ke dalam saluran pernafasan penderita, selanjutnya angkatlah mulut penolong agar udara dapat keluar dari mulut atau hidung korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Periksa denyut nadi korban, lakukan pernasan buatan hingga korban dapat bernafas sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gigitan Binatang Buas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Gigitan Kelelawar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diingat bahwa kelelawar dapat membawa kuman rabies, maka dari itu basuhlah luka dengan air yang mengalir dan antiseptik. Selanjutnya lakukan seperti luka pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Gigitan Lipan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa terbakar, pegal, dan sakit akibat gigitan lipan biasanya akan hilang setelah 4 – 6 jam. Namun dapat juga diberi obat penghilang rasa sakit dan dikompres dengan air dingin dan antiseptik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Gigitan Lintah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gigitan lintah mengandung zat anti koagulsi, pada orang yang peka dapat menimbulkan bengkak dan gatal. Penanganannya dapat diberi air tembakau, dan pada korban yang peka dapat diberikan obat anti gatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Gigitan Ular&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekas gigitan ular akan memberikan indikasi tentang jenis ular yang menggigitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan pertolongan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Baringkan penderita dengan bagian luka lebih rendah dari jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kenakan tourniquet dengan catatan aliran darah ke luka teraba, kecuali pada gigitan ular sendok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penyakit Gunung (Mounlain Sickness)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin tinggi suatu daerah, semakin tipis kadar oksigennya. Ini mempengaruhi aktivitas si pendaki. Kapasitas kerja fisik akan menurun. Memang tidak semua pendaki gunung akan mengalami hal yang sarna karena pengaruh kekurangan oksigen ini, tergantung pada rnasing-masing individu terutama kesegaran jasmaninya. Ada pendaki yang sudah terkena pengaruh pada ketinggian 2000 m, tetapi ada yang baru merasakannya pada ketinggian 4000 m atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaki yang terkena hipoksia ini akan memperiihatkan gejala-gejala yang disebut penyakit gunung. Biasanya gejala ini muncul karena si pendaki terialu cepat mencapai suatu ketinggian. Munculnyapun setelah beberapa jam si pendaki akan mencapai keiinggian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala penyakit gunung : pusing, napas sesak, tidak nafsu makan, mual, muntah, kedinginan, badan lerasa lemas. perasaan malas sekali, janlung berdenyut lebih cepat, dan sakit kepala. Selanjutnya penderita tidak dapat tidur, muka pucat, kuku dan bibir terlihat kebiru-biruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya gejala ini akan menghilang selelah beristirahat, yaitu setelah 24 - 48 jam kemudian. Karena itu penderila penyakit gunung dianjurkan untuk beristirahat agar kebutuhan oksigen dapat dikurangi. Tetapi kalau usaha ini tidak berhasil, maka pertolongan yang tepat adalah menurunkan korban dari ketinggian itu. Keseluruhan gejala itu umumnya akan berkurang apabila ketinggian dikurangi sampai sekitar 500 - 600 m dari tempat semula korban berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hipothermia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, kecelakaan akibat kecelakaan di gunung dan rimba kebanyakan karena eksposur (kehilangan panas badan), diantaranya yang terkenal adalah hipothermia (menurunnya suhu tubuh). Masalahnya ternyata bukan karena udara yang terlalu dingin, tetapi karena si penderita itu basah terkena hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian yang basah mengurangi nilai insulasi (kemampuan untuk mempertahankan panas tubuh) hingga 90 %. Daya tahan tubuh yang buruk dan kurangnya periengkapan mengakibatkan suhu tubuh terus menurun hingga akibatnya menyebabkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel gejala hipothermia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu Tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dalam derajat Celcius)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gejala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36 – 35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35 – 33&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32 – 29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 - 28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggigil sampai bulu roma berdiri, tetapi masih terkendali, gerak langkah menjadi lamban, koordinasi tubuh mulai terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggigil tidak terkendali, pengambilan keputusan dan koordinasi tubuh kabur, langkah kaki sering tersandung, berbicara ngawur, denyut nadi menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggigil berhenti, kebingungan meningkat, mengigau, ingatan hilang, gerakan tersentak-sentak, biji mata membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otot menjadi kaku, tarikan nafas melemah, warna kulit pucat, tingkah laku mengarah ke tidak sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji mata tidak menjawab gerakan cahaya, kehilangan refleks, pingsan, suhu tubuh menurun dengan cepat sekali, jantung berhenti beretak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang terkena hipothermia akan merasakan kebalikan dari suhu tubuhnya, yaitu rasa panas, sehingga kebanyakan akan langsung menanggalkan pakaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertolongan untuk menangani hipothermia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Jangan biarkan korban tidur, karena hal ini dapat membuat korban kehilangan kesadaran, sehingga tidak dapat lagi menghangatkan tubuhnya. Menggigil adalah usaha tubuh untuk tetap hangat, karena itu jangan biarkan untuk tidur dan biarkan menggigil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beri minuman hangat dan manis kepada korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kalau tersedia baju kering, lepaskan baju basah yang dipakainya, dan gantilah dengan baju kering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Usahakan untuk mencari lempat yang aman dari hembusan angin, misalnya dengan mendirikan tenda atau pelindung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jangan baringkan korban ke tanah, usahakan agar memakai alas yang kering dan hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Masukkan korban ke dalam kantung tidur. Usahakan agar kantung tidur itu dihangatkan terlebih dahulu oleh orang yang sehat, yaitu dengan masuk teriebih dahulu ke kantong tidur tersebut. Orang tersebut sebaiknya hanya memakai celana dalam atau bahkan telanjang, ini penting agar panas badannya dapat menghangatkan kantung tidur itu dengan cepat. Kemudian letakkan botol berisi air hangat (bukan panas) ke dalam kantong tidur untuk membantu memanaskan kantung tidur. Kalau kantong tidur tersedia cukup lebar, maka panas badan orang yang masih sehat dapat rnembantu korban secara langsung, yaitu dengan tidur berdampingan dalam satu kantong tidur. Keduanya sebaiknya telanjang, karena kontak langsung kulit ke kulit akan cepat menghangatkan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kalau bisa buatlah api di sekitar (di kedua sisi) korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Setelah korban sadar, berikan makanan yang manis-manis, karena karbohidrat merupakan bahan bakar yang cepat sekali menghasilkan panas dan tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hiperthermia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa panas yang borlebihan disebut lejar panas (heat exhaustion) dapat dialami seseoraing karena keadaan alam yang panas atau karena fisiknya yang lemah. Keadaan ini menyebabkan urat-urat darah dl bawah kulit mengembang, sehlngga alian darah ke otak dan organ pentng lalnnya akan berkurang. TImbul gejala-gelala mual, pusing, haus, sakit kepala, kulit lembab dan dingin, tidak sadar diri dan mungkin denyut nadi terasa kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akiimatisasi terhadap panas yang kurang menyebabkan terjadinya dehidrasi atau kekurangan garam dalam tubuh. Hal Ini menyebabkan seseorang peka sekali terhadap rasa panas. Untuk mengatasi hal ini korban harus beristirahat dl tempat yang teduh, lalu diberi minuman air dengan air yang diberi oralit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terik matahari dapat membuat rasa panas yang luar biasa, sohingga timbul gejala sengatan panas (heat stroke), yaitu muka merah dan panas, denyut urat nadi cepat, sakit kepala, lemah dan malas. Hal Ini disebabkan karena kegagalan tubuh dalam proses berkeringat dan mekanlsme pengaturan nafas badan. Kalau gejala-gejala ini muncul, ini merupakan masalah serius yang membutuhkan penanganan yang secepatnya. Tempatkan segera korban di tempat yang sejuk, lalu dinginkan dengan cara merendamkan kepalanya dengan air alau dikompirea. Segera berikan air dingin secara terus menerus hingga suhu korban normal kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Radang Dingin (Frosbite)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara tubuh untuk rrempertahankan panas adalah dengan penyempitan pembuluh darah kulit. Mekanisme ini menyebabkan aliran darah ke permukaan kulit berkurang, karena sebagian besar darah mengalir ke organ inti tubuh. Karena tangan dan kaki merupakan organ yang paling jauh dari jantung, maka pengaruh udara dingin sangat terasa di bagian ini. Demikian juga dengan hidung dan kuping, walaupun menerima suplai darah yang banyak, tetapi bentuknya yang menonjol sehingga cukup cepat menerima pengaruh dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara yang sangat dingin dapat rnempengaiuhi otot sehingga menyulitkan koordinasi tubuh. Kalau ini terjadi, maka korban akan kesulitan malakukan kegiatan, seperti menyalakan korek api, membuat simpul, memegang benda kecil. Kalau temperatur kulit menurun di bawah 10° C, sentuhan dan rasa sakit tidak lagi terasa. Begitu suhu menurun lagi, penyakit radang dingin akan timbul, akibat membekunya air di dalam sel diantara kulit dan kapiler (pembuluh darah terkecil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala radang dingin :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kulit pucat, berwarna keabu-abuan.&lt;br /&gt;   2. Kulit di bagian yang sakit akan mengeras dan membeku kemudian timbul rasa sakit, kemudian mereda.&lt;br /&gt;   3. Pembekuan mulai menjalar ke bagian-bagian tubuh lainnya, sehingga untuk mencegah penyebaran pembekuan perlu melakukan pemotongan bagian tubuh (amputasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara terbaik untuk menghindari radang dingin, adalah dengan pencegahan. Perlengkapan penahan dingin yang baik harus diperhatikan, terutama di gunung es, misalnya dengan kaus kaki wol, mitten, down jacket, double mountain boot, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanggulangan radang dingin adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lakukan gerakan-gerakan pada bagian tubuh yang terasa, jangan menggosok-gosoknya. Gosokan hanya akan merusak jaringan kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hindari merokok dan minum alkohol selama mengalami radang dingin. Rokok akan menyempitkan pembuluh darah kulit sehingga menambah kemungkinan radang dingin. Sedangkan alkohol akan membuat darah bergerak lebih cepat, sehingga apabila darah membeku akan terjadi pembekuan suhu tubuh secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bungkus bagian yang membeku dengan jaket atau kantung tidur, lalu jepit di bagian tubuh yang hangat (ketiak, selangkangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Masukan korban ke tenda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Masukan bagian tubuh yang beku ke dalam air hangat (tidak panas, karena panas air atau api yang berlebihan hanya akan merusak pada jaringan kulit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Peralatan dan Obat P2GD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Peralatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Buku petunjuk P2GD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Mitella (pembalut segitiga) minimal 2 buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Perban ukuran 5 cm dan 10 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Perban elastik 3 inci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Kasa steril dan kapas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) Sofratulla&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) Plester, tensoplast, band aid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h) Gunting, pinset, pisau lipat kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i) Lampu senter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j) Cutton Bud, jarum kecil, peniti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Obat-obatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Obat pelawan rasa sakit dan demam (Aspirin, Antalgin, Parasetamol)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Obat diare (New Diatabs, Papaverin, Trisulfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Norit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Oralit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Obat anti alergi (CTM, Incidal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) Obat pencegah nyeri lambung (promag, Mylanta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) Obat flu dan batuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h) Obat anti malaria (Pil Kina)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i) Alkohol 70%, Rivanol 1/1000, Boorwater&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j) Obat cuci hama/antiseptik (Mercuchrom, Betadine)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k) Obat tetes mata (Visine, Rohto, Insto)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l) Salep mata mengandung antibiotika (Kemicetine Eye Zalf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m) Salep kulit mengandung antibiotika (Kloramfenikol Zalf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;n) Salep luka bakar (Bioplacenton, Levertraan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o) Obat gosok/penghangat (Balsam, Minyak Kayu Putih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;p) Krim anti sinar matahari (Pabanox, Sun Cream)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q) Krim anti memar (Lasonil, Thrombophob)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;r) Chlor Etyl Spray&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;s) Bedak Salicyl&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-7533381654248552948?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/7533381654248552948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=7533381654248552948' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/7533381654248552948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/7533381654248552948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/02/kesehatan-perjalanan-dan-p2gd.html' title='Kesehatan Perjalanan dan P2GD'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-4812482575948616012</id><published>2009-02-22T20:56:00.000+07:00</published><updated>2009-02-22T22:32:39.069+07:00</updated><title type='text'>Caving</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Caving&lt;/b&gt; adalah &lt;span class="mw-redirect"&gt;olah raga&lt;/span&gt; rekreasi menjelajahi gua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tantangan dari olah raga ini tergantung dari gua yang dikunjungi, tapi seringkali termasuk negosiasi &lt;span class="new"&gt;lubang&lt;/span&gt;, kelebaran, dan air. &lt;span class="new"&gt;Pemanjatan&lt;/span&gt; atau &lt;span class="new"&gt;perangkakan&lt;/span&gt; sering dilakukan dan tali juga diguanakan di banyak tempat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Caving kadangkala dilakukan hanya untuk kenikmatan melakukan aktivitas tersebut atau untuk latihan fisik, tetap awal penjelajahan, atau ilmu fisik dan biologi juga memegang peranan penting. Sistem gua yang belum dijelajahi terdiri dari beberapa daerah di Bumi dan banyak usaha dilakukan untuk mencari dan menjelajahi mereka. Di wilayah yang telah dijelajahi (seperti banyak negara dunia pertama), kebanyakan gua telah dijelajahi, dan menemukan gua baru seringkali memerlukan &lt;span class="new"&gt;penggalian gua&lt;/span&gt; atau &lt;span class="new"&gt;penyelaman gua&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gua telah dijelajahi karena kebutuhan manusia untuk beberapa ribu tahun, namun hanya dalam beberapa abad terakhir aktivitas ini menjadi sebuah olah raga. Dalam dekade terakhir caving telah berubah karena adanya peralatan dan baju perlindungan modern.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak keahlian dalam caving dapat diguanakan di olah raga lain sepertai &lt;span class="new"&gt;penjelajahan tambang&lt;/span&gt; dan penjelajah perkotaan]].&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-4812482575948616012?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/4812482575948616012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=4812482575948616012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/4812482575948616012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/4812482575948616012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/02/caving.html' title='Caving'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-2592935578982473759</id><published>2009-02-22T20:54:00.000+07:00</published><updated>2009-02-22T22:32:39.072+07:00</updated><title type='text'>Edelweis dan keabadiannya</title><content type='html'> &lt;div class="postspace2"&gt; 	&lt;/div&gt;			  			&lt;p&gt;&lt;img alt="eidelweis.jpg" id="image342" src="http://mapala.net/wp-content/uploads/2007/11/eidelweis.jpg" align="left"&gt;siapa yang tidak kenal dengan bunga yang satu ini. saya yakin semua yang mengaku mapala atau komunitas pecinta alam pasti akan dengan segera mengakui bahwa ia mengenalnya. namun apa jadinya jika keabadian bunga ini diusik oleh tangan-tangan jahil, yang kemudian memetiknya untuk dibawa pulang. lebih parah lagi kalo dipetik hanya untuk pembenaran atau bukti bahwa ia telah mencapai puncak gunung tertentu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bunga Edelweis ada beberapa macam warnanya, tergantung dari habitat dimana ia tumbuh. di gunung Arjuno dan Welirang (jawa-timur), bunga ini akan berwarna sedikit kkuningan. di beberapa gunung lain, warnanya pun akan lain. biru, sedikit kemerahan. yang paling banyak ditemui adalah warna putih. ada juga yang berwarna-warni (karena di cat oleh penjualnya, hehehe….)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;sekiranya bunga ini dipetik, dan kemudian di tunjukkan pada orang lain yang ada di bawah (yang gak ikutan naik gunung, mis), saya bisa menyebutnya sebagai suatu perusakan ekosistem dan habitat. meskipun bunga ini disebut juga dengan bunga abadi, namun alangkah lebih baiknya jika kita tidak memetiknya dan menjadikannya sebagai hiasan di rumah. lebih parah lagi jika bunga ini nantinya akan diberikan pada kekasih pujaan hati. Wuih…….ga Gentle banget tuh orang. kalo jadi cewek yang dikasih bunga, malah ku suruh balkin lagi aja di tempatnya semula.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;sudah banyak peraturan yang melarang untuk membawa pulang bunga edelweiss ini. di Gunung Semeru, siap-siap jika ketahuan memetik bunga ini, berendam di Ranu Kumbolo atau Ranu Regulo. Wuih…dingin banget. makanya, jangan coba2 ngambil ya. kalo diambil� terus, maka keabadiannya akan hilang lho….. kesadaran akan kestabilan habitat dan ekosistem lingkungan akan membuat kita semakin bijak dalam memahami alam. So…..don’t take this flower home. I mean it….� &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-2592935578982473759?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/2592935578982473759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=2592935578982473759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/2592935578982473759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/2592935578982473759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/02/edelweis-dan-keabadiannya.html' title='Edelweis dan keabadiannya'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-1027965304128486203</id><published>2009-02-22T20:52:00.000+07:00</published><updated>2009-02-22T22:32:39.075+07:00</updated><title type='text'>Faktor Pendukung Dalam Dunia Kepecintaalaman</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2"&gt;Dorongan untuk melakukan petualangan dialam      terbuka menyebabkan para penggiatnya melakukan berbagai kegiatan perjalanan,      mulai dari perjalanan kecil, pendakian gunung, penyusuran pantai, pengarungan      sungai berarus deras sampai dengan perjalanan besar-besaran yang sering disebut      dengan ekspedisi.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2"&gt; Perjalanan tersebut dilakukan dengan berbagai      tujuan, mulai dari tujuan eksplorasi, survei, maupun hanya sekedar berjalan-jalan.      Semua jenis perjalanan tersebut dengan tujuan masing-masing memerlukan persiapan      yang baik, mengingat keadaan dialam terbuka menghadapkan kita pada keadaan      yang dapat membahayakan jiwa kita dan apabila kita pahami akan memberikan      kenikmatan berpetualang yang mengasyikkan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2"&gt; Banyak kejadian kecelakaan dalam kegiatan      alam terbuka yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan maupun keterampilan      yang dimiliki oleh para penggiatnya, hal ini merupakan hasil evaluasi dari      berbagai operasi SAR yang pernah dilakukan , sesungguhnya hal ini dapat dihindarkan      dengan memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan, sehingga para penggiat      alam terbuka mempunyai kemampuan yang memadai.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2"&gt; Kategori kemampuan yang diperlukan oleh para      penggiat kegiatan alam terbuka antara lain adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;    &lt;strong&gt;Kemampuan Teknis&lt;/strong&gt;, kemampuan teknis yang dimaksud disini adalah      kemamuan yang berhubungan dengan ritme dan keseimbangan gerakan serta efisiensi      penggunaan perlengkapan.&lt;br /&gt;    &lt;strong&gt;Kemampuan kebugaran&lt;/strong&gt;, mencakup kebugaran spesifik yang dibutuhkan      untuk kegiatan tertentu, kebugaran jantung dan sirkulasinya serta kemampuan      pengkondisian tubuh terhadap tekanan lingkungan alam.&lt;br /&gt;    &lt;strong&gt;Kemampuan kemanusiawian&lt;/strong&gt;, yaitu mengembangkan sikap positif      ke segala aspek untuk meningkatkan kemampuan, hal ini mencakup determinasi      (kemauan), percaya diri, kesabaran, konsentrasi, analisa dini, kemandirian      serta kemampuan untuk memimpin dan dipimpin.&lt;br /&gt;    &lt;strong&gt;Kemampuan pemahaman lingkungan&lt;/strong&gt;, yaitu mengembangkan kewaspadaan      terhadap bahaya dari lingkungan yang spesifik .&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;font size="2"&gt; Keempat kemampuan tersebut tidaklah mudah      untuk dikuasai dengan baik, namun perlu diingat bahwa penguasaan kemampuan      tersebut sangat diperlukan dalam kegiatan alam terbuka.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;   &lt;font size="2"&gt; Semoga dari tulisan yang sedikit ini kita      dapat memahami betapa pentingnya pendidikan dialam terbuka pada umumnya dan      kegiatan perjalanan pada khususnya. Kerumitan yang seakan menjadi beban dalam      persiapan perjalanan tentunya tidak menyurutkan semangat kita untuk berpetualang.      Tetaplah ingat bahwa apapun tujuan yang kita lakukan, kita ingin kembali pulang      dengan selamat.&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-1027965304128486203?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/1027965304128486203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=1027965304128486203' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/1027965304128486203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/1027965304128486203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2009/02/faktor-pendukung-dalam-dunia.html' title='Faktor Pendukung Dalam Dunia Kepecintaalaman'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-2381789431405365645</id><published>2008-11-20T13:58:00.002+07:00</published><updated>2008-11-20T17:43:00.204+07:00</updated><title type='text'>Kepecinta Alaman</title><content type='html'>Please Read carefully&lt;br /&gt;Tidak ada kepastian kapan sebenarnya pemahaman Cinta Alam itu dimulai, tapi yang pasti bahwa rumor akan kerusakan alam yang diakibatkan eksploitasi sumber daya alam dunia sudah didengungkan jauh sebelum adanya protocol Kyoto yang membahas mengenai pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep dasar pemikiran Kepecinta alaman memang muncul dari sanubari pecinta alam yang tidak terpengaruhi oleh kepentingan ekonomi dan politik. Pemahaman akan pentingnya alam bagi kehidupan muncul akibat pemahaman kita tentang eksistensi manusia terhadap alam yang telah memberikan manusia sebuah kehidupan. Lalu mengapa kita tidak memberikan mereka kehidupan? Sementara kenyataan bahwa manusia adalah bagian dari alam itu sendiri sangat tidak bisa dipungkiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-2381789431405365645?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/2381789431405365645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=2381789431405365645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/2381789431405365645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/2381789431405365645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2008/11/kepecinta-alaman.html' title='Kepecinta Alaman'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-3647292645312335217</id><published>2008-08-02T18:17:00.000+07:00</published><updated>2008-08-02T18:18:41.441+07:00</updated><title type='text'>Cara Mudah Mengenal Navigasi (darat)</title><content type='html'>“Kemampuan Navigasi yang baik akan membuat seorang pendaki gunung bisa menemukan jalur pendakian yang benar saat berada di hutan gunung yang lebat” Hendri Agustin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;blog-juga-manusia.bmpPendaki gunung, adalah orang yang beraktifitas di gunung atau alam bebas. Lembah, bukit, punggungan adalah media yang biasa dilahap oleh para pendaki. Karena bersinggungan dengan alam maka pendaki harus dapat menguasai teknik yang di butuhkan untuk mendukung aktifitasnya. Salah satunya adalah keterampilan membaca peta-kompas bernavigasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samahalnya dengan orang yang melakukan traveling, selama perjalan traveler mengamati rambu-rambu lalu lintas, keadaan jalan yang dilalui, jarak tempuh, tempat yang akan di tuju, keadaan cuaca dll, Pun terkadang dengan bantuan Peta-kompas bahkan kini dengan bantuan GPS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendaki gunung (Navigator) pun seperti itu, harus mengamati tanda-tanda alam seperti, bukit, sungai, punggungan, lembah, jembatan, bangungan, menara dsb dengan bantuan peta-kompas. Kesemuanya itu memiliki sisi yang harus dipahami dalam mendaki gunung. Jadi, seorang pendaki tidak serta-merta hanya berjalan mengarungi alam. Namun, mempelajari alam. Dan kesemuanya itu akan kita pelajari dalam Navigasi darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian navigasi darat sendiri adalah cara untuk mencari dan memperhitungkan arah dengan tepat, aman dan efisien di medan yang berupa daratan. Dengan bantuan peta serta tanda-tanda alam (legend) yang terdapat dilapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan dan perlengkapan Standar Navigasi darat&lt;br /&gt;Sebagai penunjang dalam bernavigasi, khususnya navigasi darat selain harus dapat memanfaatkan tanda-tanda alam (legend) kita juga harus dapat memahami serta menggunakan peralatan penunjang navigasi. Peralatan tersebut diantaranya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Peta&lt;br /&gt;2. Kompas&lt;br /&gt;3. Altimeter&lt;br /&gt;4. Protektor&lt;br /&gt;5. Alat tulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta&lt;br /&gt;Peta merupakan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang dilukiskan kesuatu bidang datar dengan perbandingan tertentu yang seakan-akan kita dapat melihat suatu daerah dari atas. Ada beberapa peta yang sering di gunakan oleh para pendaki gunung, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D        Peta Bagan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta bagan merupakan suatu gambaran medan yang tidak menggunakan perhitungan ilmu pasti. Peta bagan ada yang di buat sendiri dan ada yang dibuat oleh dinas topografi. Peta bagan yang di buat sendiri merupakan peta perjalanan yang biasa digunakan oleh para pegiat alam bebas (pencinta alam), kegiatan kepramukaan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, peta bagan yang di buat sendiri merupakan suatu penggambaran medan berupa corat-coretan yang tidak menggunakan ilmu pasti dan tentu saja di ragukan akurasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; C        Peta Topografi&lt;br /&gt;Peta topografi merupakan peta yang dibuat berdasarkan ilmu pasti. Peta topografi memberikan banyak informasi mengenai suatu daerah secara detail, diantaranya penggambaran relief permukaan bumi, daerah ladang, permukiman, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, peta topografi banyak di gunakan oleh para pegiat alam bebas (pencinta alam). Peta topografi berskala besar, artinya peta topografi menggambarkan suatu wilayah yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Peta topografi di Indonesia ada tiga jenis, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta Topografi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuat/penerbit&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta Topografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterbitkan oleh Pemerintah Belanda (Sebelum PD-2)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Belanda&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetakan berwarna Hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta Topografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralihan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di terbitkan oleh US ARMY (Pada saat PD-2)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Belanda dan Inggris&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetakan berwarna Biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta Topografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di terbitkan oleh Bakorsurtanal&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetakan berwarna Biru, sekarang beraneka warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian-bagian yang terdapat pada Peta Topografi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Judul Peta&lt;br /&gt;(lihat peta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Nama pembuat peta&lt;br /&gt;Lembaga atau intansi yang membuat peta untuk keperluan tugasnya dianggap sebagai pembuat peta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Nomor peta&lt;br /&gt;Nomor peta berfungsi untuk meregistrasi peta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Lembar derajat&lt;br /&gt;Lembar derajat berfungsi untuk mendapatkan informasi mengenai gambaran yang lebih luas dengan menggabungkan bagian-bagian yang lain berdasarkan nomor peta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Skala peta&lt;br /&gt;Skala peta adalah perbandingan jarak mendatar antara 2 titik pada peta terhadap jarak mendatar di lapangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      Keterangan pembuatan peta&lt;br /&gt;Keterangan pembuatan peta merupakan sebuah informasi mengenai tahun pembuatan dan informasi mengenai iktilaf peta/deklinasi. Kedua hal tersebut penting dalam bernavigasi karena hal tersebut dapat mempengaruhi perhitungan sudut peta dan kompas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;µ      Informasi Tahun pembuatan (koreksi arah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;µ      Iktilaf Peta/Deklinasi&lt;br /&gt;Iklilaf peta atau deklinasi terjadi akibat perpindahan sistem meridian pararel pada bumi yang di pindahkan ke dalam sistem grid peta. Oleh karena itu, perpindahan grid tersebut menyebabkan perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita mempelajari iktilaf peta/deklinasi, kita harus mengenal beberapa jenis arah yang terdapat pada iktilaf peta/deklinasi. Arah-arah tersebut diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.      Utara Sebenarnya (US)&lt;br /&gt;Utara sebenarnya atau True Nort, tanda peta ini mengarah ke kutub utara yang sebenarnya yang merupakan garis lintang bumi. Utara sebenarnya di lambangkan dengan tanda bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.      Utara Peta (UP)&lt;br /&gt;Utara peta atau Grid Nort terbentuk karena adanya garis-garis dari hasil proyeksi garis bujur dan lintang bumi pada peta yang diproyeksikan ke dalam koordinat (grid) Utara peta dilambangkan dengan garis lurus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.      Utara Magnetis (UM)&lt;br /&gt;Utara magnetis atau Magnetis Nort, merupakan suatu arah yang di tunjukan kompas, dari suatu tempat tertentu ke kutub utara magnetis bumi yang terletak di Jazirah Bothia (sebelah utara Kanada) Utara Magnetis di lambabangkan dengan setengah anak panah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar:             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.      Legenda Peta&lt;br /&gt;Legenda peta atau di sebut juga tanda peta merupakan gambar bagian-bagian medan atau benda medan dengan tanda-tanda tertentu yang telah di tentukan. (lihat peta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.      Garis ketinggian (Kontur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis ketinggian merupakan garis yang tidak teratur/berbelok-belok tidak berpotongan, tidak bercabang dan bersambung membentuk lingkaran yang tidak teratur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü Fungsi garis ketinggian (kontur)&lt;br /&gt; - Memberikan informasi relief bumi yang sebenarnya&lt;br /&gt; - Mengetahui ketinggian suatu tempat dari permukaan laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü Jenis-jenis garis ketinggian&lt;br /&gt;- Bentuk Ç atau È adalah punggungan&lt;br /&gt; - Bentuk Ù atau Ú adalah lembah/jurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü Perhitungan garis ketinggian&lt;br /&gt;Kita dapat mengetahui selisih dua buah garis ketinggian  melalui Skala peta, sebagai contoh:&lt;br /&gt;Skala peta: 1:25.000 à ½  dari 25 = 12,5 atau melalui informasi yang terdapat di peta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.      Titik Tinggi&lt;br /&gt;ü Pengertian&lt;br /&gt;Sebagai penunjuk ketinggian suatu tempat dalam peta, terdapat dua macam tinggi yakni tinggi mutlak dan tinggi nisbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggi Mutlak:&lt;br /&gt;- Di ukur dari permukaan laut, merupakan standarisasi pengukuran&lt;br /&gt;- Tinggi mutlak digunakan sebagai titik yang menunjang ketinggian sebenarnya dari permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggi Nisbi:&lt;br /&gt;- Diukur dari tempat dimana benda itu berada. Biasanya pengukuran dilakukan/diambil dari permukaan tanah&lt;br /&gt;- Tinggi nisbi merupakan perbedaan tinggi dari dua titik atau tempat yang di ukur&lt;br /&gt;- Tinggi nisbi dari tiap-tiap tempat tidak sama, artinya mungkin bisa sama mungkin pula tidak sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ü Titik Triangulasi&lt;br /&gt;Titik Triangulasi adalah suatu titik yang merupakan pilar/tonggak      yang menyatakan tinggi mutlak suatu tempat dari permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis titik triangulasi&lt;br /&gt;a.      Primer&lt;br /&gt;b.      Sekunder&lt;br /&gt;c.      Tersier&lt;br /&gt;d.      Kuartener&lt;br /&gt;e.      Antara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompas&lt;br /&gt;Kompas merupakan alat pedoman untuk menunjukan arah. Kompas mempunyai pembagian mata angin sebanyak 32 buah dengan garis pembagian 0° sampai 359°. Pada prinsipnya, kompas bekerja berdasarkan medan magnet. Maka kompas dapat menunjukkan kedudukan dari kutub-kutub magnet bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.      Fungsi dan Kegunaan Kompas&lt;br /&gt;Sudah kita ketahui cara kerja kompas berdasarkan medan magnet. Adapun fungsi utama dari kompas diantaranya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü       Untuk mencari arah utara magnetis&lt;br /&gt;ü       Untuk mengukur besarnya sudut kompas&lt;br /&gt;ü       Untuk mengukur besarnya sudut peta&lt;br /&gt;ü       Untuk menentukan letak orientasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.      Macam-Macam Kompas&lt;br /&gt;Begitu banyak jenis kompas yang ada. Namun, jenis kompas umum digunakan untuk kegiatan alam bebas atau bernavigasi darat diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü Kompas bidik &lt;br /&gt;a. Kompas bidik lensa/kaca&lt;br /&gt;b. Kompas bidik prisma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü Kompas silva&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.      Bagian-Bagian Kompas&lt;br /&gt;Bagian kompas pada dasarnya harus kita pahami, hal ini dapat menunjang Penggunaan kompas untuk navigasi. Selain bagian-bagian kompas yang harus dipahami, kita juga harus mengetahui perawatan maupun penyimpanan kompas yang baik, karena penyimpanan kompas yang kurang baik dapat mempengaruhi akurasi kompas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; d.      Hal-hal yang mempengaruhi kerja Kompas&lt;br /&gt;Sudah kita ketahui prinsip cara kerja kompas adalah berdasarkan medan magnet. Maka kompas sangat rentan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan Magnetis. Oleh karena itu, dalam penggunaan kompas kita harus menjauhkan dari benda-benda yang mengandung logam seperti, jam tangan, karabiner, rangka tenda, golok dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang gerak jarum kompas ketika kita gunakan tidak stabil. Untukitu kita harus memperhatikan wilayah sekitar kita dari pengaruh benda-benda yang bermuatan logam. Seperti,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Patok besi                              &lt;br /&gt;Penggunaannya +-3M                                  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kawat berduri      &lt;br /&gt;Penggunaannya +-10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kawat telegraf&lt;br /&gt;Penggunaannya +-40M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kawat listrik                &lt;br /&gt;Penggunaannya +-60M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Altimeter&lt;br /&gt;Altimeter merupakan alat yang dapat menunjukkan ketinggian dengan bantuan garis ketinggian/kontur. Altimeter bekerja berdasarkan tekanan udara sesuai dengan naiknya angka ketinggian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penggunaan Altimeter&lt;br /&gt;Sudah kita ketahui altimeter bekerja berdasarkan tekanan udara maka dalam penggunaannya di dalam perjalanan sebaiknya tidak di masukan kedalam tas/ransel, karena hal ini dapat mempengaruhi prinsip kerja altimeter. Altimeter, selain sebagai penunjuk ketinggian altimeter juga dapat memperkirakan cuaca yang di gunakan pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protektor&lt;br /&gt;Protektor merupakan alat penunjang untuk navigasi darat. Protektor berfungsi untuk melakukan ploting di peta setelah kita mendapatkan sudut kompas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat tulis&lt;br /&gt;Sebagai penunjang dalam mempelajari navigasi darat atau sedang bernavigasi, sudah barang tentu kita membutuhkan alat penunjang yakni alat tulis. Alat tulis yang ideal di gunakan antara lain,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü       Pulpen (OHP) tiga warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü       Pensil mekanik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü       Penggaris stainless&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü       Plastik jilid (Transparan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi medan dan penerapan Orientasi Peta-Kompas&lt;br /&gt;Pada dasarnya bab III ini merupakan materi utama dalam Navigasi darat. Karena penerapan sesungguhnya dilapangan yaitu mengenai Orientasi Medan dan penerapan Orientasi Peta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; I Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü  Orientasi Medan (Ormed) adalah pengidintifikasian atau pengenalan suatu area/tempat di lapangan atau medan&lt;br /&gt;ü Orientasi Peta adalah pengidentifikasian atau pengenalan suatu area/tempat diatas peta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;î RESECTION&lt;br /&gt;Resection merupakan cara untuk mengetahui posisi kita di medan maupun di peta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah Resection:&lt;br /&gt;û Mengatur peta dengan benar&lt;br /&gt;û Lakukan orientasi medan untuk mengenali dua tanda medan yang ada di peta&lt;br /&gt;dan di lapangan, missal titik A dan B&lt;br /&gt;û Kemudian bidiklah dengan kompas dan catat sudut kompas sudut kompas&lt;br /&gt;yang di dapat dan hitung back azimut-nya untuk titik A dan B&lt;br /&gt;û Dari sudut yang didapat dan digambarkan tersebut, buatlah perpanjangan garis&lt;br /&gt;hingga titik A dan B berpotongan di suatu titik&lt;br /&gt;û Perpotongan titik tersebut merupakan posisi kita saat itu di peta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;î INTERSECTION&lt;br /&gt;Intersection merupakan suatu cara untuk menentukan letak posisi di medan atau di peta. Prinsip melakukan intersection adalah untuk mengetahui titik atau posisi yang belum atau ingin kita ketahui. Sebagai contoh, kita ingin mengetahui lokasi pesawat jatuh sedangkan yang kita ketahui adalah kepulan asapnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah Intersection:&lt;br /&gt;û Jika posisi kita di peta tidak di ketahui, tentukan dahulu posisi kita di peta&lt;br /&gt;û Kemudian bidiklah dengan kompas sasaran kita cari lokasinya tersebut dan tentukan sudut azimuth-nya serta tarik garis lurus dari posisi kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;û Kemudian lakukan pergerakan berjarak sekitar 100 M menjauh dari posisi kita dan kemudian tentukan lagi posisi baru tersebut di peta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;û Bidik lagi sasaran yang akan di ketahui lokasinya tersebut dari posisi baru kita dan tentukan sudut azimuth-nya serta tarik garis lurus dari posisi kedua ini sehingga berpotongan dengan garis pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;û Perpotongan garis tersebut adalah posisi tempat yang ingin di ketahui.                  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui posisi/titik di peta&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui suatu posisi/titik baik di peta maupun di lapangan/medan dengan cara Resection-Intersection. Maka kita harus mengetahui posisi/titik kita di peta secara detail, untuk itu kita dapat menempuh beberapa cara diantaranya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü Cara koordinat Geografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penunjukan dengan system koordinat geografi merupakan system untuk mengetahui kedudukan suatu posisi/titik di permukaan bumi (dalam bidang lengkung) Sistem ini dinyatakan dalam derajat meridian Greenwich sebagai lintangnya 0°&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü Cara koordinat Peta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penunjukan dengan system koordinat peta merupakan suatu sistem untuk menentukan kedudukan suatu posisi/titik pada peta. Lembar peta di bagi atas garis-garis koordinat yaitu garis mendatar dan garis tegak. Garis mendatar (sumbu x) nomor urut dari barat ke utara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-3647292645312335217?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/3647292645312335217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=3647292645312335217' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/3647292645312335217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/3647292645312335217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2008/08/cara-mudah-mengenal-navigasi-darat.html' title='Cara Mudah Mengenal Navigasi (darat)'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-7058255279856872428</id><published>2008-07-21T10:56:00.000+07:00</published><updated>2008-07-21T10:57:12.062+07:00</updated><title type='text'>TERUMBU KARANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.petra.ac.id/eastjava/cities/banyuw/tourobj/terumbu2-c.jpg" alt="terumbu2-c.jpg (17157 bytes)" height="142" width="159" /&gt;&lt;img src="http://www.petra.ac.id/eastjava/cities/banyuw/tourobj/terumbu3-c.jpg" alt="terumbu3-c.jpg (18841 bytes)" height="131" width="186" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terumbu karang yang mempunyai bentuk bercabang, pipih seperti kipas, ataupun menyerupai kelopak bunga sesungguhnya merupakan tempat hidup koloni hewan dan tumbuhan karang.&lt;br /&gt;Tipe terumbu karang yang ada di sepanjang pantai Taman Nasional Baluran adalah karang tepi, memiliki lebar yang beragam dan berada pada kisaran kedalaman 0,5 meter sampai 40 meter.&lt;br /&gt;Zonasi terumbu karang di perairan Taman Nasional Baluran diawali dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Dataran terumbu karang, berada pada kedalaman 0,5 meter sampai 3 meter dan didominasi oleh karang yang ukurannya kecil.&lt;br /&gt;   * Puncak terumbu karang, didominasi oleh jenis karang keras (hard coral).&lt;br /&gt;   * Lereng terumbu. Zona ini sangat berpotensi karena hampir semua jenis&lt;br /&gt;     karang dan ikan hias yang ada di perairan Taman Nasional Baluran dapat dijumpai di bagian ini.&lt;br /&gt;   * Daerah tubir merupakan daerah yang sangat menarik untuk kegiatan wisata alam bahari karena dipenuhi oleh jenis karang lunak (soft coral) dan jenis ikan yang bergerak secara berkelompok, sehingga menjadi atraksi alam bawah air yang mempesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terumbu karang mempunyai fungsi fisik sebagai pelindung pantai dari pengikisan air laut (abrasi), fungsi ekologi bagi kelangsungan hidup berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya, serta fungsi ekonomi khususnya bagi penduduk pantai (nelayan) dan dapat dikembangkan untuk dimanfaatkan sebagai objek wisata alam bahari.&lt;br /&gt;Kawasan perairan Taman Nasional Baluran memiliki sekitar 145 jenis karang, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Suku ACROPORIDAE ada 42 jenis, misalnya Montipora aequitubercula, Montipora digiata, Montipora informis, Acropora palifera, Acropora austera.&lt;br /&gt;   * Suku FUNGIDAE ada 10 jenis, antara lain Helio fungiactiniformis, Fungia fungites, Fungia scabra, Fungia valida.&lt;br /&gt;   * Suku PORITIDAE ada 13 jenis, antara lain Porites sylindrica, Porites lichen, Porites lobata, Politus rus, Goniopora columna, Alveopora spongiosa.&lt;br /&gt;   * Suku MILLEPOEIDAE ada 2 jenis, yaitu Melliopora tenella dan Melliopora platyphyllia. Khusus untuk jenis ini hanya bisa dijumpai di Tanjung Bilik Timur.&lt;br /&gt;   * Suku HELIOPORIDAE di Taman Nasional Baluran hanya ada satu jenis, yaitu Heliopora coerulea. Jenis ini mendominasi daerah Bilik Timur. Penyebarannya cukup merata pada semua wilayah yang memiliki penutupan karang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heliopora coerulea atau karang biru (blue coral) mempunyai bentuk pipih yang menyerupai kelopak bunga, tampak luar putih tetapi bila terluka atau dipatahkan sedikit dari ujungnya, akan tampak berwarna biru sehingga karang ini disebut karang biru.  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-7058255279856872428?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/7058255279856872428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=7058255279856872428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/7058255279856872428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/7058255279856872428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2008/07/terumbu-karang.html' title='TERUMBU KARANG'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-9155682249581691915</id><published>2008-07-21T10:47:00.002+07:00</published><updated>2008-07-21T10:53:12.257+07:00</updated><title type='text'>HUTAN BAKAU</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;img src="http://www.petra.ac.id/eastjava/cities/banyuw/tourobj/hutan1.jpg" alt="[IMAGE]" align="left" height="162" width="295" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/p&gt;      &lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe hutan ini terdapat di daerah pantai      Utara dan Timur kawasan Taman Nasional seperti di Bilik, Lempuyang, Mesigit,       Tanjung  Sedano   dan  Kelor. Pada&lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;table style="width: 555px; height: 216px;" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="1017"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;daerah bakau yang masih baik (Kelor dan      Bilik) flora yang umum dijumpai adalah Api-api (&lt;i&gt;Avicenia spp.&lt;/i&gt;), Bogem (&lt;i&gt;Sonneratia      spp.&lt;/i&gt;) dan Bakau (&lt;i&gt;Rhizophora spp.&lt;/i&gt;). Pada beberapa tempat dijumpai tegakan murni      Tinggi (&lt;i&gt;Ceriops tagal&lt;/i&gt;) dan Bakau (&lt;i&gt;Rhizophora apiculata&lt;/i&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p align="justify"&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Beberapa daerah lain seperti di Utara      Pandean, Mesigit, sebelah Barat Bilik terdapat hutan bakau yang telah rusak. Daerah ini      menjadi lumpur yang dalam pada musim hujan, tetapi akan berubah  menjadi       keras  dan kering   dengan  lapisan  garam  di  permukaan      pada musim kering. Sedikit sekali pohon yang tumbuh disini dan tidak dijumpai tumbuhan      bawah. Beberapa species yang tumbuh antara lain adalah Api-api (&lt;i&gt;Avicenia sp.&lt;/i&gt;) dan      Truntun (&lt;i&gt;Lumnitzera racemosa&lt;/i&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p align="justify"&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Menurut hasil inventarisasi Penilaian potensi      hutan bakau di Taman Nasional Baluran tahun 1994 / 1995 di daerah sekitar Bama terdapat      salah satu pohon bakau yang diduga terbesar di dunia dengan keliling pohon 450 cm.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;      &lt;td rowspan="2" align="left" width="1%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-9155682249581691915?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/9155682249581691915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=9155682249581691915' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/9155682249581691915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/9155682249581691915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2008/07/hutan-bakau.html' title='HUTAN BAKAU'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-8329698709974358177</id><published>2008-07-21T10:45:00.000+07:00</published><updated>2008-07-21T10:46:32.414+07:00</updated><title type='text'>FAUNA Taman Nasional BALURAN</title><content type='html'>&lt;h4 align="left"&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;b&gt;FAUNA&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/h4&gt;      &lt;p&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Taman Nasional Baluran memiliki tipe fauna yang beraneka      ragam dan secara garis besar terdapat 4 (empat) ordo yaitu : mamalia,aves, pisces dan      reptilia. &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p align="left"&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Mamalia besar yang penting terutama dari      golongan hewan berkuku antara lain Banteng (&lt;i&gt;Bos javanicus&lt;/i&gt;), Kerbau Liar (&lt;i&gt;Bubalus      bubalis&lt;/i&gt;), Rusa (&lt;i&gt;Cervus timorensis&lt;/i&gt;) dan Kijang (&lt;i&gt;Muntiacus muntjak&lt;/i&gt;), Babi      hutan (&lt;i&gt;Sus scrofa&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Sus verrucossus&lt;/i&gt;), Macan tutul (&lt;i&gt;Panthera pardus &lt;/i&gt;)      dan Ajag (&lt;i&gt;Cuon alpinus&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/p&gt;      &lt;div align="left"&gt;&lt;table colspec="L20 L20 L20 L20 L20" border="5" cellpadding="5" cellspacing="1" height="10" width="60"&gt;        &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;          &lt;td align="center"&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;img src="http://www.petra.ac.id/eastjava/cities/banyuw/tourobj/fauna1.jpg" height="132" width="200" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/td&gt;        &lt;/tr&gt;        &lt;tr&gt;          &lt;td align="center"&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;img src="http://www.petra.ac.id/eastjava/cities/banyuw/tourobj/fauna2.jpg" height="128" width="215" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/td&gt;        &lt;/tr&gt;      &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jenis primata yang terdapat di sini yaitu Kera ekor      panjang (&lt;i&gt;Macaca fascicularis&lt;/i&gt;) dan Budeng (&lt;i&gt;Presbytis cristata&lt;/i&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p align="left"&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dari golongan burung diperkirakan sebanyak 155      jenis endemik Jawa yaitu Tulung Tumpuk (&lt;i&gt;Megalaima javaensis&lt;/i&gt;), endemik jawa bali      yaitu Jalak Abu (&lt;i&gt;Sturnus melanopterus&lt;/i&gt;) dan Raja Udang (&lt;i&gt;Halcyon cyanoventris&lt;/i&gt;).      Di daerah ini juga terdapat Ayam hutan (&lt;i&gt;Gallus spp.&lt;/i&gt;) dan Burung merak (&lt;i&gt;Pavo      muticus&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/p&gt;      &lt;div align="left"&gt;&lt;table colspec="L20 L20 L20 L20 L20" border="5" cellpadding="5" cellspacing="1" height="10" width="60"&gt;        &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;          &lt;td align="center"&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;img src="http://www.petra.ac.id/eastjava/cities/banyuw/tourobj/fauna3.jpg" height="151" width="228" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/td&gt;        &lt;/tr&gt;        &lt;tr&gt;          &lt;td align="center"&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;img src="http://www.petra.ac.id/eastjava/cities/banyuw/tourobj/fauna4.jpg" height="136" width="232" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/td&gt;        &lt;/tr&gt;      &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dari gologan pisces belum banyak diketahui      informasinya, walau demikian terdapat jenis yang memiliki nilai ekonomis yaitu Bandeng (&lt;i&gt;Chanos      chanos&lt;/i&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/p&gt;      &lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Reptilia besar tidak banyak dijumpai pada daerah      ini. Jenis penting yang terdapat di sekitar pantai adalah Biawak (&lt;i&gt;Varanus salvator&lt;/i&gt;).      &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-8329698709974358177?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/8329698709974358177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=8329698709974358177' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/8329698709974358177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/8329698709974358177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2008/07/fauna-taman-nasional-baluran.html' title='FAUNA Taman Nasional BALURAN'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-5779716513149196215</id><published>2008-07-21T10:43:00.000+07:00</published><updated>2008-07-21T10:44:47.266+07:00</updated><title type='text'>TAMAN NASIONAL BALURAN</title><content type='html'>&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;small&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;         Taman Nasional Baluran merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Direktorat Jenderal          Perlindungan Hutan dan Pelestarian Hutan dan Pelestarian Alam Departemen Kehutanan.&lt;br /&gt;         Ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomer: 279/Kpts-VI/1997 tanggal          25 Mei 1997 dan berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan          Pelestarian Alam Nomor: 51/Kpts/DJ-VI/1987 tanggal 12 Desember 1997, wilayah kerjanya          meliputi kawasan Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Alas Purwo dan Cagar Alam/Taman          Wisata Kawah Ijen.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;         &lt;/small&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;b&gt;SEJARAH TAMAN NASIONAL BALURAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;         Upaya penunjukan kawasan Baluran menjadi Suaka Margasatwa telah dirintis oleh Kebun Raya          Bogor sejak tahun 1928, rintisan tersebut didasarkan kepada usulan AH. LOEDEBOER yang          menguasai daerah tersebut yang sebelumnya daerah ini sebagai lokasi perburuan.&lt;br /&gt;         Tahun 1937 kawasan Baluran ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa dengan Surat Keputusan          Pemerintah Hindia Belanda Nomor: 9 tahun 1937 (Lembaran Negara No. 544 tahun 1937)&lt;br /&gt;         Tujuan dijadikannya kawasan Baluran sebagai Suaka Margasatwa pada waktu itu adalah untuk          melindungi berbagai jenis satwa langka dari kepunahan.&lt;br /&gt;         Pada tahun 1980 bertepatan dengan hari Pengumuman Strategi Pelestarian Dunia, Suaka          Margasatwa Baluran dideklarasikan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia sebagai Taman          Nasional.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;small&gt;&lt;b&gt;GAMBARAN UMUM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;         Taman Nasional Baluran dengan luas 25.000 Ha &lt;/small&gt;&lt;small&gt;wilayah          daratan dan 3.750 &lt;/small&gt;&lt;small&gt;Ha wilayah perairan terletak di antara 114° 18' - 114° 27'          Bujur Timur dan 7° 45' - 7° 57' Lintang Selatan. Daerah ini terletak di ujung Timur          pulau Jawa. Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Madura, sebelah Timur berbatasan dengan          Selat Bali, sebelah Selatan berbatasan dengan Sungai Bajulmati dan sebelah Barat          berbatasan dengan Sungai Kelokoran.&lt;br /&gt;         Iklimnya bertipe Monsoon yang dipengaruhi oleh angin Timur yang kering. Curah hujan          berkisar antara 900 - 1600 mm/tahun, dengan bulan kering per tahun rata-rata 9 bulan.          Antara bulan Agustus s/d Desember bertiup angin cukup kencang dari arah Selatan.&lt;br /&gt;         Pada bagian tengah dari kawasan ini terdapat Gunung Baluran yang sudah tidak aktif lagi.          Tinggi dinding kawahnya bervariasi antara 900 - 1.247 m, dan membatasi kaldera yang cukup          luas.&lt;br /&gt;         Kawasan perairan memiliki keanekaragaman hayati dan ekosistem perairan          yang perlu dilestarikan guna mendukung strategi konservasi yaitu:&lt;br /&gt;         &lt;/small&gt;          &lt;/span&gt;- &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Perlindungan sistem penyangga          kehidupan.&lt;br /&gt;         - Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa&lt;br /&gt;           beserta ekosistemnya.&lt;br /&gt;         - Pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan&lt;br /&gt;           ekosistemnya.&lt;br /&gt;         Daerah perairan Taman Nasional Baluran sangat berpotensi guna          dkembangkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan,          menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.&lt;/span&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;         &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;small&gt;&lt;b&gt;FLORA DAN FAUNA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;         Taman Nasional Baluran merupakan satu-satunya kawasan di Pulau Jawa yang memiliki padang          savana alamiah. Luasnya ± 10.000 Ha atau sekitar 40% dari luas kawasan.&lt;br /&gt;         Kawasan Baluran mempunyai ekosistem yang lengkap yaitu &lt;a href="http://www.petra.ac.id/eastjava/cities/banyuw/tourobj/bakau.htm"&gt;Hutan Mangrove&lt;/a&gt;,  &lt;!--A HREF = "pantai.htm"--&gt;        Hutan Pantai, &lt;a href="http://www.petra.ac.id/eastjava/cities/banyuw/tourobj/payau.htm"&gt;Hutan Payau/Rawa&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.petra.ac.id/eastjava/cities/banyuw/tourobj/savana.htm"&gt;Hutan Savana&lt;/a&gt;          dan &lt;a href="http://www.petra.ac.id/eastjava/cities/banyuw/tourobj/musim.htm"&gt;Hutan Musim (dataran tinggi dan dataran rendah)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;         Tumbuhan khas Baluran adalah pohon Widoro bekol (&lt;i&gt;Zizyphus rotundifolia&lt;/i&gt;), tumbuhan          lainnya dalam Asam (&lt;i&gt;Tamarindus indica&lt;/i&gt;), Gadung (&lt;i&gt;Dioscorea hispida&lt;/i&gt;), Pilang (&lt;i&gt;Acacia          leucophloea&lt;/i&gt;), Kemiri (&lt;i&gt;Sterculia foetida&lt;/i&gt;), Gebang (&lt;i&gt;Corypha utan&lt;/i&gt;), Talok (&lt;i&gt;Grewia          sp&lt;/i&gt;), Walikukun (&lt;i&gt;Schoutenia ovata&lt;/i&gt;), Mimbo (&lt;i&gt;Azadirachta indica&lt;/i&gt;), Kesambi (&lt;i&gt;Schleicera          oleosa&lt;/i&gt;), Lontar (&lt;i&gt;Borassus sp&lt;/i&gt;) dan lain-lain.&lt;br /&gt;         Di kawasan ini terdapat sekitar 155 jenis burung yang sudah langka antara lain Walet ekor          jarum (&lt;i&gt;Hirundapus caudacutus&lt;/i&gt;), mamalia besar yang merupakan satwa langka adalah          Banteng (&lt;i&gt;Bos javanicus&lt;/i&gt;) dan Ajag (&lt;i&gt;Cuon alpinus&lt;/i&gt;), satwa lainnya yang terdapat          di Baluran adalah Babi hutan (&lt;i&gt;Sus sp&lt;/i&gt;), Kijang (&lt;i&gt;Muntiacus muntjak&lt;/i&gt;), Rusa (&lt;i&gt;Cervus          timorensis&lt;/i&gt;), Macantutul/Kumbang (&lt;i&gt;Felis pardus&lt;/i&gt;), Kerbau liar (&lt;i&gt;Bubalus bubalis&lt;/i&gt;),          Lutung (&lt;i&gt;Presbytis cristata&lt;/i&gt;), Kera abu-abu (&lt;i&gt;Macaca fascicularis&lt;/i&gt;), Burung          Merak (&lt;i&gt;Pavomuticus&lt;/i&gt;), Ayam hutan (&lt;i&gt;Gallus sp&lt;/i&gt;), dan lain-lain.&lt;br /&gt;         Selain terumbu karang dan ikan hias, daerah ini juga memiliki berbagai          jenis &lt;i&gt;Mollusca, Crustaceae, Echinodermata&lt;/i&gt; serta biota laut          lainnya, sehingga kawasan ini mempunyai daya tarik sendiri.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;         &lt;/small&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;b&gt;OBYEK WISATA YANG MENARIK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;a href="http://www.petra.ac.id/eastjava/cities/banyuw/tourobj/banyu2.htm"&gt;Bekol&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;small&gt;&lt;a href="http://www.petra.ac.id/eastjava/cities/banyuw/tourobj/ikanbisa.htm"&gt;Ikan Berbisa&lt;/a&gt;&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;small&gt;&lt;a href="http://www.petra.ac.id/eastjava/cities/banyuw/tourobj/ikanhias.htm"&gt;Ikan Hias&lt;/a&gt;&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;a href="http://www.petra.ac.id/eastjava/cities/banyuw/tourobj/banyu3.htm"&gt;Pantai Bama&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;small&gt;&lt;a href="http://www.petra.ac.id/eastjava/cities/banyuw/tourobj/terumbu.htm"&gt;Terumbu Karang&lt;/a&gt;&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;        &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;      &lt;h4 align="center"&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sumber : DEPARTEMEN KEHUTANAN &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/h4&gt;      &lt;h5 align="center"&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;DIREKTORAT JENDRAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN      PELESTARIAN ALAM &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/h5&gt;      &lt;h4 align="center"&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;TAMAN NASIONAL BALURAN &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/h4&gt;      &lt;h6 align="center"&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jl: Jendral A. Yani 108&lt;br /&gt;     Telp./ fax. (0333) 24119&lt;br /&gt;     BANYUWANGI 68416 &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-5779716513149196215?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/5779716513149196215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=5779716513149196215' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/5779716513149196215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/5779716513149196215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2008/07/taman-nasional-baluran.html' title='TAMAN NASIONAL BALURAN'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-7872010516643192808</id><published>2008-07-21T10:36:00.000+07:00</published><updated>2008-07-21T10:37:48.602+07:00</updated><title type='text'>Cegah kepunahan Satwa Langka</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: justify;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://ayocegahsatwapunah.blogspot.com/2008/05/cegah-kepunahan-lutung-jawa.html"&gt;Cegah kepunahan Lutung Jawa&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post-body entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;img src="http://www.profauna.or.id/Images/pelepasan-lutung/langur.jpg" alt="lutung jawa" align="left" border="1" height="239" width="289" /&gt;Sebanyak 45 ekor satwa liar yang terdiri dari 41 ekor lutung jawa (&lt;em&gt;Trachiphitecus auratus&lt;/em&gt;) dan 4 ekor kijang (&lt;em&gt;Muntiacus muntjak)&lt;/em&gt; dilepas di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada tanggal 9 - 11 Agustus 2006. Sebelumnya satwa itu telah dirawat dan dilatih untuk hidup di alam bebas di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Setelah menjalani proses observasi perilaku, cek medis, perawatan dan pelatihan selama kurang lebih 1 tahun, satwa-satwa tersebut kini sudah siap dilepas kembali ke hutan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Pelepasan satwa yang dilakukan oleh PPS Petungsewu bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim II, TNBTS, dan ProFauna Indonesia ini telah dipersiapkan sejak setahun yang lalu. Persiapan ini meliputi antara lain survey habitat yang cocok untuk satwa yang akan dilepas dan cek medis untuk memastikan bahwa satwa tersebut telah bebas dari penyakit berbahaya dan menular. Pengamatan tentang perilaku dari satwa juga mendapat perhatian serius dari tim PPS Petungsewu untuk mengetahui apakah satwa tersebut akan mampu beradaptasi dengan alam yang baru.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Khusus untuk untuk lutung jawa yang hidupnya berkelompok (sosial), akan dilepas ke alam dalam bentuk kelompok.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Ada&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;4 kelompok lutung yang akan dilepas, yaitu kelompok lutung yang dipimpin lutung bernama Tomi, Bejo, Bowo dan Rio. Sebelumnya asal lutung-lutung tersebut berbeda-beda, ada yang hasil penyitaan BKSDA dan penyerahan sukarela dari masyarakat. Setelah mendapat perawatan medis, lutung tersebut kemudian diajarkan untuk hidup berkelompok dengan lutung yang lain. Setiap kelompok dipimpin oleh seekor lutung jantan dewasa dengan anggota keluarga 6 - 18 ekor. Beberapa ekor lutung bahkan lahir di PPS Petungsewu, seperti bayi lutung bernama Intan yang ada di kelompoknya Tomi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;"Pelepasan lutung ini menjadi solusi yang bijaksana untuk juga untuk memberi kesempatan kepada lutung tersebut mengenyam kebebasan hidup di alam sehingga bisa berfungsi secara ekologis dan juga untuk mengurangi kepadatan populasi satwa di PPS," kata Iwan Kurniawan, Ketua Yayasan PPS Petungsewu yang mengkoordir pelepasan lutung tersebut. Menurut Iwan,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;hingga pertengahan Juli 2006 ada 262 ekor satwa yang dirawat di PPS Petungsewu. Satwa-satwa tersebut adalah merupakan hasil operasi pengamanan satwa yang dilakukan oleh petugas Balai KSDA Jatim II (48%), translokasi dari wilayah BKSDA lain (33%) dan juga penyerahan sukarela dari masyarakat (15%), sedangkan sisanya lahir di dalam kandang (5%).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;Kelompok lutung itu dilepas di kawasan TNBTS karena kawasan TNBTS terutama di daerah Semeru Timur dipandang memenuhi kriteria sebagai tempat pelepasliaran satwa ini. Kriteria tersebut antara lain adalah ketersedian vegetasi yang menjadi pakan dan tempat berlindung satwa, tidak adanya kompetisi yang berlebihan dengan satwa asli, dan daerah tersebut merupakan sebaran alami dari lutung. Selain itu faktor keamanan juga menjadi pertimbangan untuk pemelihan lokasi pelepasan satwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;Pelepasan lutung yang didanai oleh World Society for the Protection of Animals (WSPA) ini sudah mendapatkan rekomendasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), selaku otorita ilmiah di Indonesia. LIPI menilai bahwa prosedur pelepasan satwa yang dilakukan PPS Petungsewu bersama BKSDA Jatim II dan TNBTS ini telah benar dan lutung yang akan dilepas adalah benar-benar lutung yang memang hidup di Pulau Jawa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;Perdagangan lutung jawa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://maricegahsatwapunah.co.cc/"&gt;&lt;img src="http://www.profauna.or.id/Images/pelepasan-lutung/Tomi%282%29.jpg" alt="lutung jawa" align="left" border="1" height="244" width="162" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://maricegahsatwapunah.co.cc/"&gt;http://maricegahsatwapunah.co.cc/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;Lutung jawa termasuk jenis satwa yag dilindungi undang-undang dan keberadaannya semakin terancam punah. Menurut pemantauan ProFauna Indonesia, sebuah organisasi perlindungan satwa liar, saat ini habitat lutung jawa hanya tersisa sedikit di Pulau Jawa. Kini lutung jawa bisa ditemui di sejumlah lokasi seperti di TNTBS, Gunung Arjuna, Pegunungan Hyang, Taman Nasional Alas purwo, Taman Nasional Baluran, Pulau Sempu, Tahura R Soerjo dan Taman Nasional Merebetiri. Di beberapa daerah lutung ini telah punah secara lokal, misalnya di Gunung Panderman dan Pegunungan Kawi sisi timur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;Pembukaan hutan untuk perladangan menjadi ancaman serius bagi kelestarian lutung jawa dan juga satwa liar lainnya. Akibat pembukaan hutan ini lutung semakin terdesak habitatnya. Perambahan hutan juga akan berdampak terhadap masyarakat sekitar, seperti tanah longsor dan kekurangan sumber air bersih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;Selain berkurangnya hutan di Pulau Jawa, lutung ini semakin &lt;a href="http://maricegahsatwapunah.co.cc/"&gt;terancam punah&lt;/a&gt; akibat perburuan untuk diperdagangkan. "Pada tahun 2004 ProFauna memantau ada sekitar 2500 ekor lutung jawa yang diperdagangkan secara ilegal di Jawa," ujar Rosek Nursahid, Direktur ProFauna International yang turut dalam pelepasan lutung di TNBTS. Lutung tersebut banyak diperdagangkan di Pasar Burung Kupang Surabaya, Bratang Surabaya, Saradan Ngawi, Jatinegara Jakarta dan Pasar Burung Pramuka Jakarta. Lutung itu dijual seharga Rp 150.000 - 250.000 per ekor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;Menutut UU Nomer tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, perdagangan satwa dilindungi adalah dilarang, dan pelanggaranya dapat dikenakan sanksi penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta. "Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku perburuan dan perdagangan lutung akan membantu lutung jawa tersebut untuk tetap dapat bertahan hidup di alam lebih lama," kata Rosek yang juga pendiri ProFauna Indonesia itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post hentry"&gt; &lt;a name="4443839395337246033"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://ayocegahsatwapunah.blogspot.com/2008/05/kucing-emas-hewan-langka-yang-hampir.html"&gt;Kucing Emas Hewan Langka Yang Hampir Punah&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;img src="http://maricegahsatwapunah.co.cc/cegahsatwapunah/kucing%20emas.jpg" style="display: block; margin-left: auto; width: 415px; margin-right: auto; height: 318px; text-align: center;" title="" alt="cegah satwa punah, kucing emas" class="" border="2" height="318" hspace="0" width="415" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://maricegahsatwapunah.co.cc/" title="cegah satwa punah"&gt;&lt;strong&gt;Kucing Emas (Felis temmincki&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; )&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://maricegahsatwapunah.co.cc/" title="cegah satwa punah"&gt;Kucing Emas&lt;/a&gt; merupakan jenis yang misterius dan sangat sulit di jumpai saat ini, sedikit sekali pengetahuan mengenai perilaku dan ekologi jenis ini, termasuk populasi mereka di dalam kawasan. pola hidup satwa ini belum diketahui secara jelas tidak seperti jenis kucing hutan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Bulu berwarna mulai dari pirang coklat muda sampai hitam. Pada bagian kepala dan bagian bawah ekornya terdapat garis putih yang dapat dilihat dengan mudah. pada tahun 1996, melalui Photo Trapping, Untuk pertama kalinya berhasil terpetret seekor kucing Emas yang berwarna hitam pekat.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Satwa ini dapt ditemukan mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 2.000 m dpl. Hidupnya tidak sesoliter jenis kucing yang lain dan sering terlihat bergerak dalam kelompok, keluarga atau berpasangan. Umumnya satwa ini bergerak di daratan meskipun mereka pandai memanjat dan aktif disiang hari, meskipun mereka pemburu yang ulung di waktu malam. Lokasi yang diperkirakan merupakan habitatnya adalah Tandai dan Gunung Seblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;http://www.bappedajambi.go.id/satwa.php&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer"&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-2"&gt;&lt;span class="post-labels"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post hentry"&gt; &lt;a name="5260752207629727453"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://ayocegahsatwapunah.blogspot.com/2008/05/jalak-bali-satwa-yang-hampir-punah.html"&gt;Jalak Bali Satwa yang Hampir Punah&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.maricegahsatwapunah.co.cc/"&gt;&lt;img src="http://maricegahsatwapunah.co.cc/cegahsatwapunah/jalak%20bali.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 186px; cursor: pointer; height: 230px;" alt="cegah satwa punah, jalak bali" border="0" height="230" width="186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Leucopsar rothschildi adalah nama latin dari &lt;strong&gt;&lt;a href="http://maricegahsatwapunah.co.cc/" title="cegah satwa punah"&gt;&lt;strong&gt;satwa&lt;/strong&gt; Jalak Bali&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;. Bagi penggemar Burung pasti mengenal dengan burung yang satu ini. Burung ini lekat dan khas dengan Privinsi Bali. Populasinya tinggal puluhan, tidak dijumpai lagi di alam lepas bahkan dunia sudah menghapus keberadaanya dan menganggap jalak Bali telah punah.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Mengingat populasinya yang tinggal puluhan team &lt;a href="http://maricegahsatwapunah.co.cc/gemakan-cegah-satwa-punah/"&gt;cegah satwa punah&lt;/a&gt; mengajak dan menghimbau Jauhkan tangan2 tidak bertanggung jawab menjamah Jalak Bali. Perlu peran serta semua pihak untuk hal ini. Jangan tanya peran siapa? Tentu sahaja peran kita semua!! mulai dari sekarang dan tidak perlu menunggu esok&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/%7Er/AyoCegahSatwaPunah/%7E4/291344017" height="1" width="1" /&gt; gemakan &lt;a href="http://maricegahsatwapunah.co.cc/"&gt;cegah satwa punah&lt;/a&gt;! Lindungi Jalak Bali&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post hentry"&gt; &lt;a name="118832911711163824"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://ayocegahsatwapunah.blogspot.com/2008/05/cegah-satwa-punah-mengenal-satwa-penyu.html"&gt;Cegah satwa Punah: Mengenal Satwa Penyu&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;p&gt;Penyu merupakan salah satu satwa yang dilindungi dan target dari '&lt;a href="http://maricegahsatwapunah.co.cc/" title="cegah satwa punah"&gt;cegah satwa punah&lt;/a&gt;' untuk kelestariannya. &lt;a href="http://maricegahsatwapunah.co.cc/" title="cegah satwa punah"&gt;Penyu&lt;/a&gt; yang ada di dunia terdiri dari dua famili dan lima genus. Famili Cheloniidae terdiri dari empat genus dan enam spesies. Genus Caretta dan Eretmochelys masing-masing memiliki satu spesies, sedangkan Chelonia dan Lepidochelys keduanya memiliki dua spesies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Famili Cheloniidae terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penyu Tempayan (Caretta caretta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penyu Hijau (Chelonia mydas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penyu Pipih (Natator depressa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lepidochelys kempi ,dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Famili Dermochelydae terdiri dari satu genus dan satu spesies, yaitu Penyu Belimbing (Dermochelys coreacea ) (Bustard 1972).&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post hentry"&gt; &lt;a name="6538980859084529055"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://ayocegahsatwapunah.blogspot.com/2008/05/satwa-langka-biawak-komodo.html"&gt;Cegah satwa punah: Biawak Komodo&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://maricegahsatwapunah.co.cc/"&gt;&lt;img alt="cegah satwa punah-komodo" title="cegah satwa punah, komodo" src="http://maricegahsatwapunah.co.cc/cegahsatwapunah/komodo_dragon_470x329,0.jpg" height="329" width="470" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Komodo&lt;/strong&gt;, atau yang selengkapnya disebut &lt;strong&gt;biawak komodo&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;Varanus komodoensis&lt;/em&gt;), adalah &lt;a title="Spesies"&gt;spesies&lt;/a&gt; &lt;a title="Kadal"&gt;kadal&lt;/a&gt; terbesar di dunia yang hidup di pulau &lt;a class="mw-redirect"&gt;Komodo&lt;/a&gt;, &lt;a title="Rinca"&gt;Rinca&lt;/a&gt;, &lt;a title="Flores"&gt;Flores&lt;/a&gt;, &lt;a title="Gili Motang"&gt;Gili Motang&lt;/a&gt;, dan &lt;a title="Gili Dasami"&gt;Gili Dasami&lt;/a&gt; di &lt;a title="Nusa Tenggara"&gt;Nusa Tenggara&lt;/a&gt;. Komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m, bobot mencapai 70 Kg. Biawak komodo merupakan spesies yang rentan terhadap kepunahan, Sekitar 4.000-5.000 ekor komodo diperkirakan masih hidup di alam bebas. Karena populasinya yang sangat terbatas dan diperkirakan hanya sejumlah 350 ekor komodo betina saja yang masih produktif dan bisa berkembang biak. Berawal dari ancaman kepunahan ini pemerintah mendirikan Taman Nasional Komodo guna mencegah satwa komodo dari kepunahan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="post hentry"&gt; &lt;a name="3739971416427091264"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://ayocegahsatwapunah.blogspot.com/2008/05/announcement.html"&gt;Announcement&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://maricegahsatwapunah.co.cc/"&gt;Cegah satwa punah&lt;/a&gt; masih harus digemakan. Visi dan misi blog ini beserta segenap muatan didalamnya kami pindah ke &lt;a href="http://www.maricegahsatwapunah.co.cc/"&gt;www.maricegahsatwapunah.co.cc&lt;/a&gt;. Kepada sahabat yang sudah memberi link ke Blog ini MOhon untuk memindahkan link ke alamat URL dimaksud. Terimakasih.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;a name="3140942273472225739"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://ayocegahsatwapunah.blogspot.com/2008/05/perburuan-satwa-di-alas-purwo.html"&gt;Perburuan Satwa di Alas Purwo&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.gentomsworld.com/"&gt;&lt;img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1c/Stavenn_Pavo_muticus_01.jpg/250px-Stavenn_Pavo_muticus_01.jpg" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; width: 250px; cursor: pointer; height: 188px;" alt="cegah satwa merak punah" border="0" height="188" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang &lt;a href="http://gnetplus.blogspot.com/" target="_blank"&gt;sahabat&lt;/a&gt; mengusulkan dibentuk wadah 'Ayo &lt;a href="http://www.ayocegahsatwapunah.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Cegah Satwa Punah&lt;/a&gt;' disingkat ACSP. Beliu menginformasikan lagi maraknya pencurian telur burung merak serta pemburuan monyet di Alas Purwo (Our National Park) konon katanya untuk jamu penyakit dalam. "wah kalo gini nanti populasinya habis dong...." keluh beliau mengakhiri kalimatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang Banyuwangi, berita ini adalah pukulan yang sangat berharga bagi saya. Sekaligus tulisan ini menanggapi beliau dan saya bilang, Ayo untuk men&lt;a href="http://ayocegahsatwapunah.blogspot.com/"&gt;cegah satwa punah&lt;/a&gt; dari Alas Purwo bagian dari bumi Banyuwangi tercinta. &lt;a href="http://ayocegahsatwapunah.blogspot.com/2008/05/cegah-satwa-punah.html"&gt;ACSP&lt;/a&gt; mungkin nama yang baik namun perlu kita bertemu dan kaji bersama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-7872010516643192808?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/7872010516643192808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=7872010516643192808' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/7872010516643192808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/7872010516643192808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2008/07/cegah-kepunahan-satwa-langka.html' title='Cegah kepunahan Satwa Langka'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-5987684469307553325</id><published>2008-07-21T10:33:00.000+07:00</published><updated>2008-07-21T10:34:28.661+07:00</updated><title type='text'>KONSERVASI KAWASAN MERAPI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;KONSERVASI KAWASAN MERAPI,&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARUSKAH DENGAN TAMAN NASIONAL ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Indra DE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi dan Pengelolaan Merapi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Merapi dengan luas kurang lebih 8.752,83 ha terdiri atas ekosistem alpine dan  hutan tropis pegunungan (Tropical Mountain Forest). Ekosistem kawasan Gunung Merapi mempunyai fungsi sangat penting sebagai penyangga kehidupan dan memberi perlindungan lingkungan sekitarnya maupun daerah bawahannya, khususnya untuk propinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Peran penting dari fungsi kawasan Merapi diantaranya adalah sebagai daerah tangkapan air, pengendali banjir, erosi, keragaman hayati, social cultural, maupun ekonomi. Upaya perlindungan kawasan Merapi saat ini dengan menjadikannya kawasan lindung.  Status yang melekat adalah : Cagar Alam Plawang Turgo di Kabupaten Sleman, Lindung, dan  Hutan Taman Wisata. Upaya perlindungan atas kawasan Merapi telah dilakukan sejak zaman kolonial Belanda, tahun 1931 sebagai perlindungan sumber air, sungai dan penyangga kehidupan untuk wilayah disekitarnya. Sedangkan pemerintah Indonesia menetapkan sebagai Cagar alam (CA) untuk Pelawangan Turgo pada tanggal 8 Februari 1984 melalui SK Menhut  No 308/Kpts-II/1984. Dan saat ini, Pemda Jateng – DIY sedang menggagas untuk menjadikannya sebagai Taman Nasional. Dengan berbagaialasan tentunya. Beberapa komponen ekosistem yang dinilai unik diantaranya adalah vanda tricolor, Castanopsis argentia, elang jawa (spizaitus bartelski), Macan Tutul (Panthera pardus sp) bahkan sebagian masyarakat masih meyakini terdapatnya Harimau Jawa (Panthera tigris Sondaica). Selain keunikan sifat gunungapi itu sendiri yang menjadikan  kawasan Merapi sebagai laboratorium alam untuk pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pendidikan, baik berkaitan dengan kegunungapian, biologi, geologi, geografi maupun arkeologi. Fungsi tangkapan air begitu dominan kerena krisis air yang mulai kita rasakan bersama. Sedangkan fungsi lain seperti filter oksigen sebagai penyelematan ozone walaupun di negera maju begitu mendominasi pemikiran para pencinta lingkungan, barangkali masih ditempatkan pada prioritas kesekian. Demikian juga dengan keragaman hayati yang ada (teridentifikasi hewan 76 spesies dan  tumbuhan 43 famili). Dari konsep konservasi yang dikembangkan, baru dari sisi proteksi. Untuk itulah konsep konservasi yang ada adalah dengan model Cagar alam, Taman Hutan Raya atau Taman Nasional. Dimana, terjadi proteksi yang berlebihan atas kawasan yang dinilai memiliki nilai atau fungsi penting. Bukan konsep pengelolaan yang mengutamakan sinergitas antara pengelolaan dan pemanfaatan.&lt;br /&gt;Belajar dari pengelolaan 42 Taman Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan kawasan konservasi dengan “judul” TN tidak lepas dari konsep yang dikembangkan di Amerika Serikat. Sejak ditetapkannya kawasan Yollowstone, tahun 1872 sebagai Nasional park pertama, sampai saat ini terdapat 2.600 kawasan yang dilindungi di seluruh dunia dengan luas empat juta kilometer yang ditetapkan di 124 negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar hukum pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia, termasuk didalamnya pengelolaan TN adalah UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan UU No 41 tahun 1999 tentang kehutanan. Kebijakan lainnya adalah UU No 23 tahun 1997 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup dan yang kerap dilupakan sebagai sandaran hukum adalah UU No 24 tahun 1992 tentang penataan ruang.. Kebijakan lain setingkat Peraturan pemerintah adalah PP No 68/98, keputusan menteri Kepmenhut No. 70/Kpts-II/2001, No 32/Kpts-II/2001 maupun pemerintah daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perjalanan pemerintahan di Indonesia, begitu banyak kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi, baik dengan status taman nasional (TN), Cagar Alam (CA), Hutan Lindung (HL), Taman Hutan Raya (THR), Cagar Biosvir dll. Penetapan kawasan tersebut dilihat dari segi tujuannya adalah cukup baik, yakni untuk melindungi kawasan yang memiliki karakteristik khas dan memiliki fungsi penting terhindar dari kerusakan. Kalau  mungkin, memenfaatkannya tanpa merusak. Namun fakta dilapangan berkata lain. Sebagian besar kawasan yang ditetapkan tersebut, yang sekiligus dijamin dan dilindungi oleh undang-undang mengalami degradasi yang cukup parah (rusak), bahkan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilain sisi, ada kawasan-kawasan yang dikelola oleh masyarakat dengan nama yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Seperti Hutan adat di Desa Adat Tenganan, Desa adat Sibetan Propinsi Bali, Hutan adat di Baduy Propinsi Banten atau alas larangan dan bingungan di Wilayah Gunung Merapi. Dengan manajemen lokal serta kearifan yang masih kuat dipegang oleh masyarakat, hutan-hutan tersebut sampai saat ini masih eksis tanpa adanya gangguan dan memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar maupun darah bawahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua pola tersebut, jelas ada sesuatu yang perlu dikaji, bagaimana pola pemerintah yang dibuat oleh para pakar serta dijalankan dengan materi, fasilitas dan sumberdaya yang cukup justru tidak mampu menjamin kelestarian sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang. Sedangkan konsep lainnya yang dibuat oleh orang desa yang tidak makan sekolah justru mampu menjamin kelestariannya. Dan bencana banjir, tanah  longsor serta krisis air bersih yang akhir-akhir ini menimpa sebagaian besar wilayah Indonesia adalah buah dari rusaknya lingkungan, khususnya kawasan-kawasan lindung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu orang bijak bilang, karena lewat belajar dari pengalaman yang ada, maka kesalahan serupa tidak terulang lagi.  Ungkapan lain yang mungkin menyerupai sindiran : “Sebodoh-bodohnya keledai, tidak akan terperosok pada lubang yang sama”.  Dan masih banyak ungkapan lain yang intinya mengingatkan kita untuk berhati-hati, waspada, selalu belajar dan menganalisis.  Sehingga apapun aksi yang dilakukan tidak menimbulkan dampak buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan beberapa rencana aktivitas yang saat ini banyak bermunculan. Seperti halnya rencana taman nasional untuk kawasan gunung Merapi. Keinginan dijadikannya wilayah Merapi menjadi TN sebenarnya sudah cukup lama. Kembali mencuat tahun 2001 dengan adanya gagasan ulang melalui rapat koordinasi pemerintah Jateng – DIY yang diprakarsai Gubernur DIY yang sekaligus Raja Mataram. Sejak saat itu, paling tidak telah diadakan 5 kali  pertemuan yang membahas mengenai rencana tersebut yang dilakukan secara terbuka. Inti dari rangkaian pertemuan tersebut adalah kesepakatan akan pentingnnya konservasi kawasan gunung Merapi, baik dilihat dari fungsi ekologis, sosial-budaya maupun  ekonomi. Tidak ada yang menolak tentang upaya pelestarian kawasan Gunung Merapi, baik ditingkat masyarakat lokal, Ornop, akademisi maupun birokrat sendiri. Dalam pelaksanaan tersebut, upaya konservasi hendaknya tidak mengabaikan masyarakat lokal, apalagi sampai merugikan. Sedangkan baju/nama dalam upaya pelestarian Gunung Merapi bisa disesuaikan setelah ada model yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya keberatan dari berbagai kalangan berkaitan dengan “pemaksaan” taman nasional untuk kawasan Gunung Merapi tidak lain dari pengalaman yang terjadi pada taman nasional yang ada di Indonesia. Baik yang ada di pulau jawa (seperti TN Gede Pangrango, Merubetiri, Alas Purwo, TN laut Karimunjawa dll) maupun TN yang ada di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi maupun Papua yang tidak lebih hanya sebagai project. Dan yang lebih buruk, kondisi masyarkat dengan adanya TN tidak lebih baik, bahkan lebih buruk. Seperti relokasi maupun pembatasan interaksi dengan kawasan TN tanpa ada solusi yang baik. Bantuan yang diberkan dari pihak pengelola TN  ke masyarakat lokal banyak yang tidak tepat, salah sasaran bahkan memicu perusakan TN itu sendiri. Seperti yang akhir-akhir ini terjadi di TN Merubetiri berkaitan dengan rehabilitasi kawasan yang bantuannya diberikan hanya pada kelompok masyarakat penjarah hutan.  Jelas ini berimpact buruk karena akan memicu masyarakat yang selama ini tidak ikutan menjarah akan melakukan penjaran untuk mendapatkan bantuan. Kasus lain adalah bantuan ternak sapi pada masayarakat nelayan di TN Alas Purwo yang kebutuhan mendasarnya adalah perahu, jaring atau pasar. Tidak lebih dari satu bulan, hampir semua ternak tidak berbekas, baik dijual maupun mati karena salah urus. Karena bantuan tersebut berupa hutang, maka masyarakat akhirnya terlilit hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Kuatnya ambisi birokrat (Pemda dan Dinas) terhadap perwujudan TN untuk kawasan Merapi perlu dipertanyakan, hal ini diindikasikan adanya kepentingan di luar upaya konservasi. Karena jika untuk kepentingan konservasi kawasan, pilihan model tidak hanya taman nasional yang belum tentu pas untuk Merapi. Apalagi dengan adanya kasus buruk pada TN yang sudah ada. Sedangkan “niat baik” untuk membuat TN yang plus atau istimewa seperti yang saat ini ditiupkan, kendala yang muncul adalah aturan hukum yang berlaku saat ini. Tidak ada TN plus atau Instimewa dalam UU No. 5 tahun 1990 atau UU No. 41 tahun 1999. Bahkan kalau kita cermati, proses yang dilakukan tidak berbeda dengan yang dilakukan masa pemerintahan Orde Baru : Top down, tidak transparan, bahkan terjadi manipulasi. Adanya dukungan dari 3 desa melalui “sosialisasi” yang diklaim  Dishutbun Prop. DIY, tidak lebih dari manipulasi terhadap khalayak. Informasi yang sampai kemasyarakat tidak pernah seimbang antara nilai positif yang didapat dengan dampak negatif yang ditimbulkan dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Serta dan Pemberdayaan Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling sederhana dari perwujudan peran serta adalah pelibatan.    Jika peran serta tersebut menjadi komitmen dalam perencanaan TNGM, maka pelibatan masyarakat lokal jelas akan menjadi prioritas, terlepas apakah untuk menjalankan proses ini membutuhkan waktu yang lama karena ini sudah menjadi pilihan. Sedangkan dari sisi pemberdayaan makna yang paling simple adalah peningkatan kapasitas, baik melalui kampanye maupun melalui pendidikan. Inipun jika dikaitkan dengan proses perencanaan TNGM harus dijalankan, seperti membaca kebijakan yang bersangkutan, menganalisis, maupun peningkatan kemampuan dalam upaya persiapan atau menyambut rencana TNGM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pilihan yang kita ambil adalah partisipatori yang berarti akan menggunakan bottom up planning, maka tidak bisa jika hasil akhirnya telah ditentukan. Karena bagaimanapun pilihan yang akan diambil atau diputuskan adalah yang paling sesuai atau paling pas dengan realitas yang ada. Jika pilihan dari hasil proses tersebut adalah hutan lindung, maka rencana TN tidak bisa dipaksakan jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi Ornop dan WALHI DIY dalam mensikapi rencana TNGM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya penolakan sebagian masyarakat atas rencana pengembangan TNGM ditengarai karena adanya informasi yang disampaikan oleh LSM yang tidak seimbang atau masyarakat belum tahu (Kompas, 19 April 2002). Ungkapan ini muncul saat rapat koordinasi tertutup yang diliput oleh media massa tanggal 18 April 2002 di Kepatihan. Pernyataan ini jelas keluar dari fakta yang ada dilapangan. Dari beberapa pertemuan yang juga melibatkan masyarakat lokal telah muncul kesepahaman dan kesepakatan serta mendukung upaya konservasi kawasan Merapi. Namun untuk model yang akan diterapkan perlu diperjelas. Kalau memang Taman Nasional, “seperti apa sih taman nasional itu?” Dan beberapa ungkapan yang dimunculkan untuk menjawab hal tersebut, ternyata tidak memuaskan karena tidak sesuai dengan fakta yang ada serta kebijakan yang berlaku. Demikian juga dengan proses yang dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, informasi kebijakan pengelolaan konservasi tidak pernah sampai ke tangan masyarakat melalui instansi terkait. Untuk mengisi kekosongan tersebut, beberapa Ornop mencoba menfasilitasi melalui diskusi dengan masyarakat. Target dari semua itu bukan untuk Menolak rencana TNGM. Tapi, pilihan ada pada masyarakat itu sendiri yang akan merasakan secara langsung dari perwujudan rencana tersebut. Dan apapun keputusan yang akan diambil  didasarkan atas analisis dan pertimbangan yang matang. Artinya menolak atau menerima didasarkan atas pengetahuan dan pemahanan serta konsekwensi yang akan berkaitan atas keputusannya tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-5987684469307553325?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/5987684469307553325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=5987684469307553325' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/5987684469307553325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/5987684469307553325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2008/07/konservasi-kawasan-merapi.html' title='KONSERVASI KAWASAN MERAPI'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-4222112222731865736</id><published>2008-07-21T10:30:00.001+07:00</published><updated>2008-07-21T10:30:53.317+07:00</updated><title type='text'>Trekking di Jalan Aspal Taman Nasional Alas Purwo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Rencana untuk menjelajah taman nasional alas purwo di memory tercepat computer tetap di miliki manusia,masih juga masih tersimpan baik di otak kecil saya. Ya, mimpi ini setelah melihat jadwal libur yang panjang, membulatkan tekad untuk datang dan mengenal lebih dekat tentang Taman Nasional Alas Purwo yang lebih dikenal dengan Alas Purwo saja. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam perjalanan pulang dari kawasan pegunungan Ijen yang memiliki pemandangan yang menakjubkan, juga membuat saya berpikir ulang tentang bagaimana cara bertahan hidup, begitu melihat aktifitas penambangan belerang yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kami bermalam di Hostel Anda di jember, dan pagi hari saya dan chipi pisahan dengan kawan-kawan menuju terminal bus jember untuk jurusan Banyuwangi. Tarif nya lumayan Rp. 20.000 sekali jalan, lewat lintas selatan, membelah pegunungan meru betiri, dalam perjalanan lintas hutan meru, banyak penduduk yang meminta-minta uang di setiap tikungan tajam, butuh waktu 3-4 jam perjalanan dari jember untuk sampai di banyuwangi. Benculuk, ini jalur tercepat untuk sampai di Taman Nasional Alas Purwo, tapi karena saya ada janjian dengan teman asal Bandung, Nia namanya, dan belum pernah saya kenal sebelumnya.&lt;br /&gt;Image&lt;br /&gt;Kami janjian ketemuan di kantor Balai Taman Nasional Alas Purwo di Jl. Ahmad Yani 196 Banyuwangi, saya sekalian membutuhkan sedikit informasi tentang keberadaan Taman Nasional yang berada di Ujung Timur pulau jawa ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Taman Nasional alas purwo, alas purwo = hutan pertama, di percaya sebagai cikal bakal hutan di pulau jawa, Taman Nasional ini di tetapkan sebagai Kawasan Konservasi Alam yang merupakan sumber daya alam hayati juga untuk menjaga kelangsungan ekosistemnya, punya luas 43.420 ha masuk dalam dua wilayah kecamatan Tegal Dlimo dan kec Purwoharjo Kab. Banyuwangi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam penantian lama menunggu bus jurusan Banyuwangi-kali Pait, kami di tawari untuk carter mobil tua, seharga 150.000,- diantar sampai ke RowoBendo, pos penjagaan untuk masuk kawasan Taman Nasional ini, tampa pikir panjang oke sajalah.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan, pak sopir yang asli suku Osing, mampir ke Pom bensin membeli 5 liter bensin, lalu mampir ke Toko kelontong membeli 4 liter minyak Tanah! Buat apa pak? Untuk oplosan, wah.. Apakah mobil bisa jalan, katanya bisa.&lt;br /&gt;Dan dalam perjalanan, seorang pria tua, tidak bisa melihat (buta) memberikan sehelai kain yang saya agak sulit membacanya. Katanya untuk jaga-jaga di Hutan Alas purwo, untuk menghormatinya, ya saya terima dengan baik.&lt;br /&gt;Image&lt;br /&gt;Dibutuhkan waktu perjalanan hampir 4 jam lamanya, tentu goyangan mobil tua merk Daihatsu ini, geredek2x, dan ternyata Pak Sopir belum pernah ke rowo bendo, hutan alas Puwo.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menjelang Malam, minggu 28 may kami akhirnya sampe juga di Pos rowo bendo dan setelah membeli tiket masuk Taman Nasional, Pak Suharto, kepala resort rowo menawari kami bermalam di pos nya. kami memutuskan bermalam semalam di Pos ini. Menjelang malam, sambutan Babi dan beberapa ekor monyet, begitu dekat dengan kami.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak banyak yang bisa di nikmati di Pos ini, ada warung yang menyediakan makan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pagi hari senin 29 mei 2006, burung-burung terlihat banyak sekali di sekitar pos, kami trekking pendek ke sadengan, tempat berkumpulnya kawanan banteng jawa, rusa, babi, burung merak,ayam hutan dan burung pemakan bangkai..butuh waktu sekitar 1 jam dari rowobendo, berjarak sekitar 5 km. ketika kami tiba di sadengan yang luas padang savana ini lebih dari 20 ha, tidak banyak terlhat banteng, mungkin kami datangnya siang hari. Pada pagi hari katanya hewan liar yang ada disini lumayan banyak..&lt;br /&gt;Image&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu perjalanan trekking di lanjutkan menempuh rute jalan setapak yang di kenal dengan jalur burung berkicau, dalam perjalanan santai ini, kicauan burung-burung terdengar di atas pohon-pohon tinggi, trekking ini menempuh sekitar 5-6 km hingga ke bibir pantai laut selatan lalu susur pantai sunglon Ombo, sampai ke pantai Triunggulasi, tempat tersedianya akomodasi bagi wisatawan yang bermalam dengan akomodasi, disini kami menemukan sekumpulan monyet dan beberapa ekor rusa yang sedang merumput di pinggiran pantai.&lt;br /&gt;Image&lt;br /&gt;Dari triunggulasi, perjalanan di lanjutkan untuk melihat lebih dekat keberadaan Pura Giri selaka, yang di percaya oleh kalangan umat hindu sebagai tempat bersembahyang. Hampir setiap minggu ada yang datang ke pura ini, untuk melakukan kunjungan sembahyang di pura ini, umumnya berasal dari pulau Bali.&lt;br /&gt;Image&lt;br /&gt;Setelah puas memotret di sekitar pura, menjelang siang kami kembali ke rowo bendo.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah Makan siang di warung di pos rowobendo, kami packing dan siap melakukan perjalanan trekking di Jalan aspal menuju Pancur, saya lihat jaraknya 5 km dari pos rowobendo. Perjalanan trekking di jalan aspal, bikin bete, apalagi sesekali ada sepeda motor yang melintas, sepanjang perjalanan, kami menjumpai kawanan monyet dan kadang ada babi yang melintas, menakjubkan untuk saya yang kebetulan menyukai wildlife adventure, walaupun saya tidak suka dengan model trekking di jalan Aspal, 2,5 jam ternyata waktu yang kami tempuh.&lt;br /&gt;Image&lt;br /&gt;Dan, malam ini kami putuskan bermalam lagi di Pos Pancur, pos ini terlihat ramai, apalagi pancur di kenal dengan pos terakhir tempat para pencari wangsit atau untuk bersemedi di Gua padepokan atau di gua istana.&lt;br /&gt;Sore nya saya menunggu sunset di pantai pancur, hmm..hmm.. Ngok-ngok, suara babi yang ternyata banyak sekali di sekitar pos ini.&lt;br /&gt;Image&lt;br /&gt;Malam nya, kami di ajak Gufron, mahasiswa IPB yang sedang melakukan penelitian Macan Jawa untuk safari malam mencari macam di sekitar Batu lawang, malam itu kami sempat bertemu sepintas dengan Anak Macan, agak susah untuk bertemu macan yang lebih cenderung menghindari keberadaan manusia, lalu tengah malam kami bersantai di tepian pantai batulawang, deburan ombak menjadikan suara alam yang indah di gelapnya malam.&lt;br /&gt;Menjelang tengah malam, kami kembali ke Pos Pancur, setelah menunggu lama, ternyata tak ada satupun macan yang datang malam ini.&lt;br /&gt;Image&lt;br /&gt;Selasa pagi, 30 mei 2006. karena kami di larang untuk bermalam di Plengkung, kami putuskan untuk trekking santai ke plengkung yang berjarak sekitar 9 km dari pancur, alamak trekking di jalan Aspal lagi nih, butuh waktu 3 jam perjalanan, dalam perjalanan kami bertemu dengan biawak, burung merak, ayam hutan… Siang yang panas, saya putuskan untuk berenang di pantai yang indah dan exotic ini, sementara untuk melihat para surfer yang beraksi di Plengkung, terlalu jauh.. Karena memang ombaknya jauh sekali dari bibir pantai.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena sore, dan cape juga trekking di jalan aspal,akhirnya kami bernego untuk minta di antarkan ke pancur dengan sepeda motor milik nelayan yang mencari ikan di sepanjang pantai plengkung.&lt;br /&gt;Image&lt;br /&gt;Saya tidak melihat yang istimewa dari perjalanan ini, karena memang trekking nya di jalan aspal, mau lewat pantai, pasir gotri nya biki sakit di kaki, walapun masih ada lokasi lain seperti Ngagelan, tempat penetasan telur penyu semi alami dan tempat pemeliharaan tukik, tak sempat kami kunjungi, begitu juga beberapa gua di utara pos pancur juga tak sempat kami kunjungi, perjalanan ke alas purwo, selalu menyimpan kenangan tersendiri.&lt;br /&gt;Image&lt;br /&gt;Pagi Harinya, Rabu 31 mei 2006 kami sudah siap packing, dan memutuskan untuk cari tumpangan Mobil Bak milik pengelola Resort surfing jungle camp. Beruntung sekali pagi ini ternyata ada yang lewat dan bersedia memberikan tumpangan kepada kami, sampai di Dam buntung- kali pait.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari kali pait, perjalanan kami lanjutkan dengan angkot menuju benculuk tariff nya Rp. 8000,- tampa pikir panjang, kami langsung naik,walaupun awalnya kami kepengen naik truk gerandong, truk asli made in indonesia.&lt;br /&gt;Dari benculuk, sudah banyak Bus Umum jurusan banyuwangi - jember, lalu.., hmm..hmm. Siang hari kami sampai di di jember lagi, dan di lanjutkan dengan Naik Bus Patas ke Surabaya.&lt;br /&gt;Di surabaya, saya pisahan dengan Nia dan Chipi, mereka menuju stasiun Gubeng, saya memutuskan bermalam di Rumah yuda di surabaya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saya masih penasaran dengan Alas purwo, tapi rasanya akan asik kalau di jajal dengan bikepacking.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Travel tips:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;transport&lt;br /&gt;Surabaya - Jember Rp. 40.000&lt;br /&gt;Jember - Benculuk Rp. 15.000&lt;br /&gt;Bus AC Rp. 20.000&lt;br /&gt;Benculuk - kali Pait Rp. 8.000&lt;br /&gt;Kali Pait - Pasar anyar Rp. 30.000 (ojeg)&lt;br /&gt;Pasar Anyar - Rowobendo Rp. 20.000 (ojeg)&lt;br /&gt;Pasar Anyar-rowo bendo, bisa numpang losbak/truk kalau ada yang lewat&lt;br /&gt;Perijinan / org Rp. 4.500,-&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akomodasi&lt;br /&gt;-di pos rowobendo Rp. 100.000 / malam&lt;br /&gt;-Surfing Jungle camp USD 30&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Food&lt;br /&gt;- Ada warung Makan di Pos Rowo Bendo dan Pos Pancur&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Local guides&lt;br /&gt;Jagawana Guides Rp. 75.000 - Rp. 150.000,- / days&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-4222112222731865736?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/4222112222731865736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=4222112222731865736' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/4222112222731865736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/4222112222731865736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2008/07/trekking-di-jalan-aspal-taman-nasional.html' title='Trekking di Jalan Aspal Taman Nasional Alas Purwo'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-4688980626569098132</id><published>2008-07-21T10:28:00.001+07:00</published><updated>2008-07-21T10:29:35.742+07:00</updated><title type='text'>Taman Nasional Gunung Rinjani</title><content type='html'>&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="97%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="10%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td width="90%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan salah satu bagian dari hutan tropis yang terdapat di wilayah Nusa Tenggara Barat yang terdiri dari berbagai tipe ekosistem dan vegetasi yang cukup lengkap mulai dari Hutan Tropis Daratan Rendah (Semi Evergreen) sampai Hutan Tropis Pegunungan (1.500 - 2.000 m dpl) yang masih utuh dan berbentuk hutan primer, hutan cemara dan vegetasi sub alpin (&gt;2.000 m dpl). Potensi kawasan dapat dijadikan sumber plasma nutfah dan keindahan alam, yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian dan wisata alam. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;                           &lt;tr&gt;                             &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                           &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;&lt;/tr&gt;                         &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                         &lt;/div&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" class="main" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="550"&gt;                           &lt;tbody&gt;                             &lt;tr&gt;                                &lt;td valign="top"&gt; &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                                   &lt;tbody&gt;&lt;tr bgcolor="#ffffff"&gt;                                      &lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="7%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td width="93%"&gt;&lt;span class="style5"&gt;FLORA&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;                                       &lt;p&gt;&lt;span class="style6"&gt;Ketinggian &lt;&gt;&lt;br /&gt;Terdapat jenis-jenis seperti beringin, (Ficus Benymina), Jelateng (Laportea Stimulan), Jambu-jambuan (Syzigium sp), Pala Hutan (Myritica Fatna), Buni Hutan (Antdesma SP), Imba (Azadiratctha Indica), Bajur (Pterospermum Javanicum), Randu Hutan (Gossapinus Heptophylla), Terep (Artocarpus Elastica), Herending (Melastoma sp), Pandan (Pandanus Tectorius), Keruing Bunga (Diptorocrapus Haseltii), Salam (Syzigium Polyantha).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                       &lt;p&gt;&lt;span class="style6"&gt;Ketinggian 1.000 - 2.000 m dpl&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak dijumpai jenis tumbuhan seperti anggrek (Vanda, sp), Meniran (calicarpa sp), Kayu Jakut (syzigium sp), Menang/Garu (Dysoxylum sp), sentul (Aglaia sp), Deduren (Aglaia argentea), Pandan (Pandanus tectorius), Paku pandan (Asplenium nidus), Glagah (Saccharum spontaneum), Alang-alang (imperata cylindrica), Paku-pakuan (Cyclocorus sp), Bunga abadi (Anaphalis visdica), Lumut Jenggot (Usnea sp) dan Rotan Besar (Daemonorops sp).&lt;/p&gt;                                       &lt;p&gt;&lt;span class="style6"&gt;Ketinggian &gt; 2.000 m dpl&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak didominasi oleh Cemara Gunung (Casuarina junghubniana), Bunga Abadi (Anaphalis visdica), Bangsal (Engelhardia spicata), Melela (Podocarpus Vaccinium), Pacar Gunung (Vacinium caringifolia), Jambu-jambuan(Syzigium sp) dan Raksasa (Photinia moniana).&lt;br /&gt;                                     &lt;br /&gt;Pada ketinggian &gt; 3.000 m dpl dekat dengan puncak Rinjani keadaannya hampir gundul dan tandus, tanah berpasir, berbatu sedangkan dibawah puncak banyak dijumpai rumput dan semak belukar yang mempunyai daun tebal serta cemara gunung yang tumbuh sporadis.&lt;br /&gt;                                     &lt;br /&gt;Ada beberapa lokasi Taman Nasional Gunung Rinjani yang pernah direboisasi dengan jenis tanaman antara lain: Suren (Toona sureni), Mahoni (Swietenia macrophylla King), Kemiri (Aleurites moluccana), Nangka (Artocarpus integra) dll.&lt;br /&gt;                                     &lt;br /&gt;Beberpa Jenis Flora Nusa Tenggara yang ditemukan dikawasan ini antara lain Vernonia albiflora, Vernonia tengwalii, dan beberapa jenis anggrek dianntaranya Peristylus rintjaniensis dan Peristylus lombokensis &lt;strong&gt;&lt;span class="style3"&gt;(LIPI)&lt;/span&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;                                                                            &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                                                    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;                                 &lt;p&gt;&lt;br /&gt;                             &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                             &lt;/tr&gt;                           &lt;/tbody&gt;                         &lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                                                                                           &lt;/div&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;                                   &lt;tbody&gt;&lt;tr bgcolor="#ffffff"&gt;                                      &lt;td valign="top" width="7%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td width="93%"&gt;&lt;span class="style6"&gt;&lt;strong&gt;WISATA DAN AKSESIBILITAS &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                      &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Barat No.2 Tahun 1989 kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan salah satu dari 15 lokasi yang memiliki potensi pengembangan wisata alam dan menjadi daerah tujuan wisata di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Beberapa lokasi yang menjadi daya tarik utama kunjungan adalah sebagai berikut: &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                      &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                      &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;span class="style6"&gt;&lt;strong&gt;Puncak Gunung Rinjani &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                      &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pendakian Gunung Rinjani (puncak) merupakan salah satu objek wisata yang menjadi andalan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Gunung Rinjani sebagai gunung vulkanik yang masih aktif nomor 2 tertinggi di Indonesia. Puncak Gunung Rinjani merupakan tujuan sebagian besar petualang dan pecinta alam yang mengunjungi kawasan ini karena apabila telah berhasil animo komunitas pencinta alam diseluruh nusantara bahkan dari mancanegara dalam kegiatan pendakian cukup besar, ini terbukti dengan jumlah pengunjung yang melakukan pendakian setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Kegiatan pendakian secara besar-besaran dilakikan pada bulan Juli s/d Agustus (pertengahan) peserta pendakian umumnya didominasi oleh kalangan pelajar/mahasiswa dari seluruh Indonesia yang ingin merayakan HUT Kemerdekaan RI di puncak Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak melalui kegiatan "Tapak Rinjani" yang diadakan secara rutin setiap tahunnya oleh salah satu kelompok pencinta alam di Pulau Lombok yang berkerja sama dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;span class="style5"&gt;Danau Segara Anak &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pesona unggulan Taman Nasional Gunung Rinjani yang sangat prospektif adalah Danau Segara Anak, lokasi ini dapat ditempuh dari dua jalur resmi pendakian yaitu jalur pendakian Senaru dan jalur pendakian Sembalun. Untuk mengunjungi Danau Segara Anak dari jalur senaru dibutuhkan waktu tempuh sekitar 7-10 jam berjalan kaki (± 8 km) dari pintu gerbang jalur pendakian Senaru. Sedangkan dari jalur pendakian Sembalun ditempuh dalam waktu 8 - 10 jam. Danau segara anak dengan ketinggian ± 2.020 m dpl dan kedalaman danau sekitar ± 230 meter mempunyai bentuk seperti bulan sabit dengan luasan sekitar 1.100 Ha.&lt;br /&gt;                                     &lt;br /&gt;Disekitar Danau Segara Anak terdapat lahan yang cukup luas dan datar, dapat digunakan untuk tempat berkemping/berkemah, juga pengunjung bisa memancing ikan didanau atau berendam di air panas yang mengandung belerang.&lt;br /&gt;Objek lainnya disekitar Danau Segara Anak adalah Hulu Sungai Koko Puteq ± 150 meter dari Danau Segara Anak. Selain itu terdapat pula Goa Susu, Goa Manik, Goa Payung. Goa Payung dipercaya dapat dijadikan media bercermin diri serta sering pula dipergunakan sebagai tempat bermeditasi. Sedangkan dibagian bawah Danau Segara Anak terdapat sumber air panas (Aik Kalak Pengkereman Jembangan) yang biasa digunakan untuk menguji dan memandikan benda-benda bertuah (Pedang, Keris, Badik, Tombak, Golok, dll) dimana jika benda-benda tersebut menjadi lengket apabila direndam itu menandakan benda-benda tersebut jelek/tidak memiliki kekuatan supranatural, sebaliknya apabila benda-benda tersebut tetap utuh berarti benda tersebut memiliki kekuatan supranatural/dipercaya memiliki keampuhan. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;span class="style5"&gt;Air Terjun Sendang Gile Senaru &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain sebagai gerbang pendakian Desa Senaru juga menyimpan potensi wisata lain yaitu Air Terjun Gile (± 25 M) merupakan air terjun dua tingkat dengan suhu yang cukup sejuk, anda dapat merasakan hempasan angin yang diciptakan oleh air terjun yang cukup tinggi. Sebagai desa adat, Senaru juga memiliki perkampungan (Desa Adat) berasiktektur tradisional yang dibangun berdasarkan penanggalan "atas-bawah" yang pada susunan paling atas adalah rumah adat melokaq (mangku), menurut kepercayaan bagi wanita yang berhalangan serta pasangan suami istri yang belum selesai adat kawinya dilarang memasuki rumah adat.&lt;br /&gt;Rumah adat tradisional suku sasak bayan, merupakan suatu kompleks perumahan yang tetap dijaga keasliannya. di Desa Senaru anda bisa menemukan fasilitas penginapan dan restoran disekitar gerbang pendakian air terjun. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;span class="style5"&gt;Air Terjun Jeruk Manis &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Air terjun Jeruk Manis dengan ketinggian ± 30 m yang tepatnya di Desa Kembang Kuning terletak di bagian Selatan Kawasan Taman Nasional yaitu di Desa Kembang Kuning. Disekitar lokasi menuju air terjun (Tete Batu) banyak terdapat sarana akomodasi bagi pengunjung baik lokal maupun mancanegara diantaranya seperti Home Stay, Cottages, Restorant dll. Daerah ini (sekitar air terjun) selain mempunyai panorama alam yang indah kita juga dapat melihat atraksi alam berupa tingkah laku Lutung dan Burung Elang yang diperkirakan daerah ini merupakan habitat dan populasi terbesar di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;span class="style5"&gt;Pemandian Otak Kokok Gading &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;Otak Kokok merupakan daerah dengan pemandangan alam yang indah dan sejuk, disini terdapat air terjun yang diyakini masyarakat sekitar bisa menyembuhkan berbagai penyakit dengan cara mandi di air terjun Otak Kokok dimana jika buih air yang telah menyentuh badan kita berubah warna putih di indikasikan bahwa badan kita terkena penyakit. Disekitar air terjun juga dibangun kolam renang dan gazebo/tempat-tempat peristirahatan.&lt;br /&gt;                                   &lt;br /&gt;Di Otak Kokok inipun terdapat Areal Arberetum yang sedang dikembangkan oleh Taman Nasional Gunung Rinjni bekerja sama dengan Kelompok Masyarakat Peduli Arboretum (KMPA) Otak Kokok Gading. Dan bagi anda yang ingin berkemah dan menikmati panorama alam, telah tersedia Areal Camping Ground. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;span class="style5"&gt;Pemandian Air Panas Sebau &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;Air panas sebau dipercaya oleh masyarakat sekitar dapat mengobati berbagai penyakit kulit (panu, kadas, kurap dll), dengan ditunjang dengan panorama alam sekitar lokasi air panas yang antara lain berupa bukit Bau, serta panorama sepanjang jalur trail menuju lokasi pemandian yang banyak dijumpai beberapa jenis burung, rusa, kera abu-abu juga lutung.&lt;br /&gt;Namun disayangkan adanya kepercayaan masyarakat yang menyakini bahwa dengan membuang pakaian yang telah digunakan untuk berendam secara sembarangan maka penyakit mereka akan juga terbuang. Sehingga sekitar lokasi pemandian cenderung terlihat kotor oleh pakaian yang dipergunakan mandi pengunjung walaupun sudah disediakan tempat-tempat sampah&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;span class="style5"&gt;Budaya&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                   &lt;tr&gt;                                     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;                                     &lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disamping untuk tujuan wisata alam, Taman Nasional Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak, bagi suku Bali Lombok, suku Sasak dan masih dipercaya sebagai tempat penuh nuansa mistis dan masih dipakai sebagai tempat Upacara-Upacara Ritual (Upacara Adat Keagamaan) bagi umat islam wetu telu didaerah Bayan dan umah hindu, diantara kegiatan ritual keagamaan yang sering dilakukan di Danau Segara Anak adalah:&lt;br /&gt;                                     &lt;br /&gt;                                       &lt;li&gt; Peringatan Maulid adat masyarakat desa Bayan (Maulid Nabi)&lt;br /&gt;                                       &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Upacara Mulang Pakelem (Hindu) yaitu upacara persembahan sesajen dan emas yang telah dibentuk menajdi replika ikan, udang dan kura-kura yang dipersembahkan di Danau Segara Anak yang bertujuan untuk memohon turunnya hujan demi kesuburan dan kehidupan segala tumbuh-tumbuhan dan kemakmuran semua mahluk hidup. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dengan mandi di sumber air panas (belerang) di Hulu Sungai Kokoq putih didekat danau dipercaya dapat menyembuhkan segala macam penyakit.&lt;br /&gt;Gunung Rinjani dan sekitarnya juga masih dipercaya sebagai tempat hidupnya mahluk halus/jin yang kesemuanya dipimpin Ratu Jin yang bernama "Dewi Anjani". &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;                                   &lt;/tr&gt;                                 &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                 &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;                             &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-4688980626569098132?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/4688980626569098132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=4688980626569098132' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/4688980626569098132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/4688980626569098132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2008/07/taman-nasional-gunung-rinjani.html' title='Taman Nasional Gunung Rinjani'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-44206973372104509</id><published>2008-07-21T10:18:00.002+07:00</published><updated>2008-07-21T10:19:54.426+07:00</updated><title type='text'>Kisah Tragis Pendakian Everest</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Dan, apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka, kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al-Qur’an itu?”&lt;strong&gt;(&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Al-A’raaf:185).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku tebal berjudul ‘Into Thin Air’ berisi tulisan-tulisan yang memukau sempat membuatku terkesima. Buku itu cukup bisa mengaduk-aduk emosi pembaca dan membuat ingin tahu cerita selanjutnya saat membaca kata demi kata. Into Thin Air menceritakan kisah pendakian puncak Everest oleh beberapa tim ekspedisi namun difokuskan pada sebuah tim ekspedisi bernama “Adventure Consultants”.&lt;br /&gt;Penulis buku ini adalah seorang editor majalah outside (wartawan) bernama Jon Krakauer yang tinggal di Seattle. Kisah ini diambil dari pengalaman penulis saat melakukan pendakian gunung everest pada tahun 1996. Puncak Everest merupakan salah satu puncak yang terdapat di pegunungan himalaya. Pegunungan Himalaya terdiri dari beberapa puncak. Di antaranya yaitu puncak Cho oyu, puncak Selatan, Hillary step, dll namun yang paling tinggi adalah Everest.&lt;br /&gt;Ekspedisi yang teramat sulit berhasil dialui oleh Jon namun menyisakan kepedihan mendalam dan membuat penulis cukup terguncang. Di puncak Everest dengan ketinggian 29000 kaki, pendaki sering dihadapkan pada masalah kurangnya persediaan oksigen sehingga untuk berpikir jernih pun sangat sulit dilakukan terlebih jika harus mengambil keputusan penting. Zona kematian itu sudah begitu banyak menelan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Kebenaran yang paling sederhana adalah aku tahu tahu bahwa aku tidak seharusnya pergi ke Everest, tetapi aku pergi juga. Dan karena itu, aku ikut menjadi penyebab tewasnya orang-orang yang baik, sesuatu yang mungkin mengusik batinku untuk waktu yang sangat lama.&lt;br /&gt;Empat ratus kaki di atasku, di puncak Everest yang masih bermandi cahaya matahari, di bawah naungan langit yang biru, teman-temanku sedang berpesta merayakan keberhasilan mereka menaklukkan puncak planet ini, mengibarkan bendera dan membuat beberapa foto, menghamburkan setiap detik waktu yang sangat berharga. Tidak seorang pun yang pernah mambayangkan bahwa bencana yang menakutkan sedang mengintai. Tidak ada yang menduga, bahwa di penghujung hari itu, setiap detik akan menjadi sangat berarti….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jon tidak menghabiskan waktu banyak di puncak everest. Ia segera turun karena memperhitungkan bahwa ia akan kehabisan oksigen jika berlama-lama di puncak. Ia pun sampai di Camp Empat tepat pada waktunya sebelum hari mulai gelap. Sementara rekan-rekannya yang berhasil mencapai puncak belum sampai di Camp Empat padahal hari sudah gelap. Dari lima rekan satu tim yang berhasil sampai puncak everest, empat orang temasuk pemimpin ekspedisi meninggal dunia. Satu orang yang selamat dari kelima orang itu adalah penulis.&lt;br /&gt;Mendaki everest merupakan kegiatan yang sangat berbahaya baik bagi pemula yang dipandu maupun pendaki gunung kaliber dunia yang mendaki bersama rekan-rekan mereka. Para pendaki sewaktu-waktu dapat terkena gigitan salju yang teramat dingin yang memungkinkan sel-sel tubuh yang terkena dapat rusak, membusuk hingga perlu diamputasi. Penyakit yang terkadang ditemui pada pendaki gunung yang amat tinggi dapat berupa penyakit ketinggian HAPE (&lt;em&gt;High Altitude Pulmonary Edema&lt;/em&gt;)/membengkaknya paru-paru akibat ketinggian. Penyakit misterius yang mematikan ini kerap , menyerang seorang pendaki yang mendaki terlalu tinggi dan terlalu cepat sehingga paru-paru si pendaki tertutup cairan. Penyebabnya diduga karena kurangnya oksigen, ditambah tingginya tekanan pada pembuluh darah jantung yang menuju paru-paru menyebabkan pembuluh darah tersebut bocor sehingga cairan masuk ke dalam paru-paru. Selain itu yang justru lebih berbahaya adalah HACE (&lt;em&gt;High Altitude Cerebral Edema&lt;/em&gt;)/pembengkakan otak akibat ketinggian namun HACE lebih jarang dibanding HAPE. HACE merupakan sejenis penyakit membingungkan dan terjadi jika ada kebocoran pada pembuluh darah otak yang kekurangan oksigen, menyebabkan otak membengkak cepat, dengan hanya sedikit atau bahkan tanpa peringatan sama sekali. Ketika tekanan di dalam rongga otak meningkat, kemampuan motorik dan mental penderita akan menurun dengan drastis - biasanya hanya dalam waktu beberapa jam atau kurang - dan biasanya, si korban tidak sadar akan perubahan yang terjadi. Tahap selanjutnya adalah koma, jika si pasien tidak segera dievakuasi ke ketinggian yang lebih rendah, lalu disusul dengan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan, mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya, kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.”&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(ar-Ruum:8)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap jengkal lukisan alam semoga membuat kita makin tunduk pada keperkasaan Sang Pencipta karena pada dasarnya kita yang lemah ini tak akan berdaya dibandingkan keperkasaan alam yang merupakan guratan ayat-ayat kauniyah-Nya. Ada beberapa patah kata dari seorang pendaki Indonesia (Ita Budhi), “Seorang pendaki gunung sejatinya tidak senang menaklukkan pucuk-pucuk tertinggi yang sedang menusuk ke langit tapi ia sedang menaklukkan pucuk-pucuk tertinggi dari egonya sendiri sebagai seorang manusia.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan, di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka, apakah kamu tiada memperhatikan?”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(adz-Dzaariyaat:20-21).&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-44206973372104509?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/44206973372104509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=44206973372104509' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/44206973372104509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/44206973372104509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2008/07/kisah-tragis-pendakian-everest.html' title='Kisah Tragis Pendakian Everest'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-6863377075178801353</id><published>2008-07-21T10:14:00.002+07:00</published><updated>2008-07-21T10:21:31.567+07:00</updated><title type='text'>Penyakit Hipotermia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Gejala dan Indikasi Penyakit Hipotermia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;# Hipotermia diawali dengan gejala kedinginan spt biasa, dari badan gemetaran menahan dingin sampe gigi berkerotakan kerna ndak kuat nahan dingin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;# Bila tubuh korban basah, maka serangan hiportemia akan semakin cepat dan hebat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;# Selain itu bila angin bertiup kencang, maka pendaki akan cepat sekali kehilangan panas tubuhnya ("faktor wind cill" kalo ndak salah). Jadi kalo badan basah kuyub kehujanan dan angin bertiup kencang, maka potensi hipotermia menjadi "paradoxical feeling of warmt" akan semakin cepat terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;# Puncak dari gejala hipotermia adalah korban tidak lagi merasa kedinginan, tapi dia malah merasa kepanasan (dlm bukunya Norman Edwin disebut "paradoxical feeling of warmt" kalo ndak salah). Oleh karena itu si korban akan melepas bajunya satu per satu sampe bugil dan tetap masih merasa kepanasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;# Hipotermia menyerang saraf dan bergerak dg pelan, oleh karena itu sang korban tidak merasa kalo dia menjadi korban hipotermia. Dari sejak korban tidak bisa nahan kedinginan sampe malah merasa kepanasan di tengah udara yg terasa membekukan, korban biasanya tidak sadar kalo dia telah terserang hipotermia. Dalam hal ini kawan seperjalanan (terutama team leader atau kawan pendaki yg lebih pengalaman) sangat penting artinya utk mengawasi apakah kawan2 kita ada yg sakit (hipotermia, frostbite, mountain sickness, stress, dll). Jadi kalo ada kawan2 seperjalanan kita mulai bertingkah aneh2 yg di luar kebiasaannya, maka kita patut curiga dan waspada ada apa dg dia dan tentu saja perlu segera memeriksa atau menanyai apakah dia masih "sadar" atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;# Dalam salah satu kasus, seorang pendaki cewek dengan "anggunnya" berganti pakaian yg basah dengan pakaian kering di hadapan kawan2nya. Tentunya cewek itu kalo dia sadar pasti tdk akan berani melakukan hal spt itu; tapi saat itu dia telah terkena hipotermia dan tdk sadar akan dirinya. Cewek itu kembali kesadarannya setelah sampe di bawah (istirahat dan makan). Waktu ditanyain ttg "kelakuannya" itu, dia malah tdk merasa melakukan sesuatu yg ganjil. Jadilah selama perjalanan pulang dan di sekretariat dia menjadi bulan2an olokan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;# Dalam kasus penderita hipotermia yg sampe pada taraf "paradoxical feeling of warmt" selain merasa kepanasan dia juga terkena halusinasi. Akan tetapi, dlm banyak hal lainnya, halusinasi juga telah terjadi walau si korban tdk sampe mengalami "paradoxical feeling of warmt". Yang jelas, ketika si korban hipotermia sudah kehilangan "kesadaran", maka dia akan mudah terkena halusinasi. Dan faktor halusinasi ini yg sangat berbahaya karena korban akan "melihat bermacam2 hal" dan dia akan mengejar apa yg dilihatnya itu tanpa menghiraukan apa2 yg ada di hadapannya. Jadi tidaklah mengherankan kalo banyak korban hipotermia ditemukan jatuh ke jurang dlm kondisi telanjang bulat dan telah meninggal dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;# Lalu bagaimana cara mengatasi kalo ada kawan kita yg terkena hipotermia? Kalo taraf hipotermianya ringan masih mudah ditangani, tapi kalo sudah mulai bertelanjang dan berlari2 atau berteriak2 mengejar halusinasinya akan susah sekali penangannya. Yang mudah dan praktis adalah melakukan tindakan pencegahan thd penyakit hipotermia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Tindakan2 Pencegahan Penyakit Hipotermia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;# Bila kita melakukan kegiatan luar ruangan (pendakian gunung khususnya) pada musim hujan atau di daerah dg curah hujan tinggi, maka membawa ponco/raincoat adalah suatu keharusan. Selain mbawa jas hujan, pakaian hangat (jaket tahan air dan tahan angin, kalo perlu) dan pakaian ganti yg berlebih dua tiga stel, serta kaus tangan dan kerpus/balaclava/topi ninja juga sangat penting. Perlengkapan yg tidak kalah pentingnya adalah sepatu pendakian yg baik dan dpt menutupi sampe mata kaki, jangan pake sendal gunung atau bahkan jangan pake sendal jepit. Naik gunung pada musim hujan bukan utk gagah2an aja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;# Bawa makanan yg cepat dibakar menjadi kalori, spt gula jawa, enting2 kacang, coklat dll. Dalam perjalanan banyak "ngemil" utk mengganti energi yg hilang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;# Bila angin bertiup kencang, maka segeralah memakai perlengkapan pakaian hangat, spt jaket, kerpus/balaclava dan kaus tangan. Kehilangan panas tubuh akibat faktor "wind cill" tidak terasa oleh kita, dan tahu2 aja kita jatuh sakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;# Bila hujan mulai turun bersegeralah memakai jas hujan, jangan menunggu hujan menjadi deras. Cuaca di gunung tdk dpt diduga. Hindari pakaian basah kena hujan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;# Bila merasa dirinya lemah atau kurang kuat dalam tim, sebaiknya terus terang pada team leader atau anggota seperjalanan yg lebih pengalaman utk mengawasi dan membantu bila dirasa perlu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;# Dont worry, be happy selalu dalam perjalanan. Semangat dan jangan gampang menyerah bila kondisi mulai memburuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Udah ini aja dulu. Capek ngetiknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebenarnya masih ada pengalaman ketika menangani korban hipotermia, baik hipo yg ringan maupun hipo berat; tapi ntar disambung lain kali aja yah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-6863377075178801353?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/6863377075178801353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=6863377075178801353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/6863377075178801353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/6863377075178801353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2008/07/penyakit-hipotermia.html' title='Penyakit Hipotermia'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-2260761216308631033</id><published>2008-07-21T10:12:00.000+07:00</published><updated>2008-07-21T10:14:21.957+07:00</updated><title type='text'>Daftar Perlengkapan Mendaki Gunung</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt; DAFTAR CHECKLIST PERLENGKAPAN KEGIATAN MENDAKI GUNUNG&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt; A. Perlengkapan Utama&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sepatu dan kaus kaki.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ransel (frame pack, ukuran besar, 30 - 60 liter).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;One day pack (ransel/tas kecil untuk mobilitas jarak pendek).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Senter dan batere dan bolam ekstra.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ponco atau raincoat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Matras.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sleeping bag (atau sarung kalau tidak punya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Topi rimba.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tempat minum atau veples.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Korek api dalam wadah waterproof (tempat film) dan lilin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Obat-obatan pribadi (P3K set).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pisau saku.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kompor untuk masak (kompor parafin dan parafin atau kompor tahu dan minyak tanah atau kompor gas dan tabung elpiji).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Nesting dan sendok dan cangkir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peluit (bagus: peluit SOS atau whistle).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Survival Kit).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peta dan kompas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Altimeter (kalau punya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tenda (bisa diganti ponco atau lembaran kain parasut untuk dijadikan bivak).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Parang tebas dan batu asah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tissue gulung (untuk membersihkan perangkat makan-minum bila tidak ada air, dan alat bersih diri habis buang air besar).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sandal jepit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gaiter (untuk pendakian di daerah yang banyak pasirnya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaus tangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Personal higiene: sikat gigi, odol, sabun mandi, shampo (untuk membersihkan diri saat di desa terakhir, atau saat dalam perjalanan bertemu dengan sungai yang bisa untuk bersih-bersih diri).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tali plastik (sekitar 10 meter, untuk membuat bivak atau tenda) dan tali rafia.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt; B. Pakaian&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pakaian dalam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Celana pendek.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Celana panjang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaos/t-shirt.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sweater atau parka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jaket (tahan air).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sarung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerpus atau balaclava.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Scarf atau slayer.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hem lengan panjang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakaian ganti: kaus kaki, kaos, sweater, pakaian dalam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kaus tangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jas hujan (raincoat atau ponco).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt; C. First Aid Kit&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Betadine.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kapas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kain kassa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perban.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rivanol.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alkohol 70%.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Obat alergi: CTM.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Obat maag.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tensoplast (agak banyak, mis: 4 pack, terutama untuk preventif ‘blister’ yang dikenakan sebelum perjalanan dilakukan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Parasetamol.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Antalgin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Obat sakit perut (diare): Norit, Diatab&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Obat keracunan: Norit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sunburn preventif: Nivea atau Sunblock&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oralit (agak banyak, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang; kalau tidak ada bisa diganti larutan gula-garam).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt; D. Survival Kit&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kaca cermin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peniti.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jarum jahit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Benang nilon.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mata pancing dan senar pancing.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Silet atau cutter.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Korek api dalam wadah water proof dan lilin.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt; E. Lain-Lain&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;KTP atau Kartu Pelajar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Uang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buku catatan perjalanan (jurnal, diary) dan bolpen.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kamera dan film (sekarang: kamera digital dan batere cadangan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Radio kecil dan batere cadangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alat komunikasi (HT, sekarang: HP).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Harmonika.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buku puisi Chairil Anwar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buku puisi Khalil Gibran.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5175318003196255118-2260761216308631033?l=palaga-smanta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/feeds/2260761216308631033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5175318003196255118&amp;postID=2260761216308631033' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/2260761216308631033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5175318003196255118/posts/default/2260761216308631033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://palaga-smanta.blogspot.com/2008/07/daftar-perlengkapan-mendaki-gunung.html' title='Daftar Perlengkapan Mendaki Gunung'/><author><name>Yakuza</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07444752384959353986</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_Zj_oyt3rnCE/SGnvMnv25II/AAAAAAAAABs/a8joYAFKLKs/S220/Bungkul2_Yakuza+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5175318003196255118.post-4278558789960330634</id><published>2008-07-09T13:52:00.004+07:00</published><updated>2008-07-09T14:03:45.992+07:00</updated><title type='text'>SURVIVAL bag 2</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 204);font-size:100%;" &gt;Kebutuhan                   survival&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                &lt;p style="margin-top: -10px; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:85%;"  &gt;Yang                   harus dipunyai oleh seorang survivor&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 5px; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:85%;"  &gt;                     &lt;b&gt;1. Sikap mental&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:85%;"  &gt;          -                    Semangat untuk tetap hidup&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:85%;"  &gt;          -                    Kepercayaan diri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:85%;"  &gt;          -                    Akal sehat&lt;/span&gt;                 &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:85%;"  &gt;                             - Disiplin dan rencana matang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: -10px;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:85%;"  &gt;                             - Kemampuan belajar dari pengalaman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:85%;"  &gt;                     &lt;b&gt;2. Pengetahuan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:85%;"  &gt;                             - Cara membuat bivak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:85%;"  &gt;                             - Cara memperoleh air&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Switzerland,SwitzerlandLight;font-size:85%;"  &gt;                             - Cara m
